Ref: Siapa yang sering menciptakan konflik?

http://www.manadonews.com/berita/politik/sby-jika-masih-terus-berkonflik-buat-apa-demokrasi-.html


SBY: Jika masih terus berkonflik, buat apa demokrasi 
Politik | Selasa, 15 Januari 2013 | 15:32     168 kali     0 
Oleh : MN3, manadonews.com

Bentrok Lampung. 
0 

Konflik horizontal, gonjang ganjing politik hingga kerusuhan sosial telah 
menimbulkan dampak negatif bagi Indonesia secara keseluruhan. Kondisi itu 
membuat pemerintahan menjadi tidak berjalan stabil dan berkualitas serta 
mengganggu iklim investasi. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku 
ikut merasa gerah jika itu terus terjadi.


Ungkapan itu disampaikan SBY untuk menjawab pertanyaan dari sejumlah pihak 
terkait perjalanan demokrasi di Tanah Air, seperti yang disampaikan saat 
menjadi pembicara dalam 'Indonesia Democracy Outlook' yang digelar Komite 
Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

"Apa gunanya demokrasi yang kita jalankan di era reformasi kalau masih ada 
gangguan konflik komunal, kekerasan horizontal, dan lain-lain yang mengganggu 
iklim investasi dan dunia usaha dan bikin pemerintah tidak bisa jalan dengan 
efektif. Sudahlah demokrasi tak perlu kita anut," kata SBY di Hotel Borobudur, 
Jakarta, Selasa (15/1).

Terkait pertanyaan tersebut, SBY memberikan jawaban, kondisi itu lah tantangan 
terbesar yang dilakukan selama masa pemerintahannya. Sesuatu yang harus bisa 
dicegah dan dihentikan agar tidak mengganggu kehidupan demokrasi.

"Demokrasi tidak menyukai penyalahgunaan kebebasan yang ganggu kebaikan 
demokrasi itu. Kita sudah lihat UUD mengenai HAM ada 10 pasal. Pasal terakhir 
itu mengatur pembatasan hak dan kebebasan manakala bertentangan dengan 
ketertiban umum, agama itu yang sering disalahgunakan," tandasnya.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke