http://shnews.co/detile-14131-citra-pks-runtuh.html

Citra PKS Runtuh 
Ruhut Ambarita | Kamis, 31 Januari 2013 - 13:24:51 WIB





(dok/antara)

Sistem politik rusak akibat keserakahan parpol penghisap uang negara.


JAKARTA - Citra yang selama ini dibangun Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 
sebagai partai bersih runtuh menyusul ditetapkannya Luthfi Hasan Ishaaq, simbol 
politik tertinggi di partai itu sebagai tersangka suap dalam kasus impor daging 
sapi di Kementerian Pertanian (Kementan). 

Pengamat politik Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, AA Gn Ari Dwipayana 
mengatakan, citra PKS sebagai partai bersih akan runtuh menyusul ditetapkannya 
Luthfi sebagai tersangka. Penetapan tersangka atas Luthfi bakal memengaruhi 
sikap pemilih nantinya dalam Pemilu 2014. 

"Hal ini akan memengaruhi pemilih mengambang yang mempertanyakan kredibilitas 
kepemimpinan partai dan citra partai bersih. PKS akan dipandang bagian dari 
sistem partai kartel, sama seperti partai lain yang membuat otoritas kebijakan 
jadi komoditas," kata Ari saat dihubungi SH, Kamis (31/1) siang. 

Ia mengatakan, secara elektoral penetapan tersangka suap atas Luthfi jelas akan 
memengaruhi PKS. Itu karena kasus yang melibatkan pemimpin tertinggi PKS 
terkait dengan kredibilitas partai yang mempunyai segmen pendukung massa Islam. 

Tidak hanya itu, kata dia, dugaan keterlibatan Luthfi dalam kasus suap akan 
memunculkan pertanyaan dan ketegangan internal di antara kader-kader partai. 
Itu karena kader yang diduga terlibat adalah presiden partai yang merupakan 
simbol partai. 

Terpisah, pengamat politik senior CSIS J Kristiadi mengatakan, penetapan 
tersangka terhadap Luthfi, pemimpin tertinggi PKS, menunjukkan bahwa sistem 
politik di Indonesia sudah rusak dan hancur akibat keserakahan partai-partai 
menghisap uang negara. "Ini suatu malapetaka di ranah politik, di mana 
sebetulnya PKS sebagai partai yang selama ini cukup mendapatkan kepercayaan 
publik justru terjerumus dalam kubangan korupsi," katanya. 

Dari peristiwa ini, ia menilai, PKS sama seperti partai lainnya, terlibat 
menciptakan kerusakan sistem di Indonesia yang korup. Kristiadi menilai, PKS 
yang selama ini selalu berupaya membangun citranya di publik sebagai partai 
yang bersih dari korupsi justru telah menjerumuskan kader-kader terbaiknya 
dalam kubangan "lumpur" korupsi politik. 

Sementara itu, anggota Majelis Syuro PKS, Tifatul Sembiring tidak menjawab 
teleponnya ketika dihubungi SH untuk wawancara terkait penetapan tersangka 
terhadap Luthfi. Pesan singkat yang dikirim SH, Kamis pagi, pun tidak dibalas. 

Sementara itu, Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Kamis (31/1) ini, 
dijadwalkan melakukan rapat internal untuk menentukan nasib Presiden PKS Luthfi 
Hasan Ishaaq. Keputusan partai akan ditentukan oleh Majelis Syuro melalui 
peraturan yang ditetapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). 
Majelis Syuro mempunyai kewenangan untuk mengelola berikutnya bagaimana 
keputusan partai. 

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Luthfi sebagai tersangka, 
Rabu (30/1), tidak lama setelah lembaga itu menangkap tiga orang yang diduga 
tengah melakukan transaksi penyuapan. Ketiga orang yang tertangkap tangan 
melakukan transaksi penyuapan itu juga ditetapkan sebagai tersangka. 

Sumber : Sinar Harapan




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke