http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/01/31/6/127529/Pemeriksaan-Mabes-Polri-Ganjal-Pemulangan-TKI-asal-NTT

Pemeriksaan Mabes Polri Ganjal Pemulangan TKI asal NTT
Kamis, 31 Januari 2013 | 22:02 WIB
 
MI/Susanto/ip

Metrotvnews.com, Jakarta: Proses pemulangan 69 tenaga kerja wanita asal Nusa 
Tenggara Timur ke kampung halamannya masih terganjal oleh  proses pemeriksaan 
di Mabes Polri terkait dugaan perdagangan manusia oleh agen pengiriman tenaga 
kerja.

"Kami harapkan proses berita acara pemeriksaan (BAP) yang dilakukan Bareskrim 
Mabes Polri segera dituntaskan agar anak-anak kami segera dipulangkan ke NTT," 
kata Ketua Forum Komunikasi Tenaga Kerja (ForkomNaker) NTT Yoseph Ariyanto 
Tef'lopo Lu di Jakarta, Kamis (31/1).

Ia mengemukakan hal itu setelah bersama Kepala Dinas Sosial NTT Sinun Petrus 
Manuk dan Kepala Rumah Perlindungan dan Trauma Centre (RPTC) Kementerian Sosial 
Ade Cholilah melihat kondisi para TKW asal NTT yang baru dipulangkan dari Kuala 
Lumpur, Malaysia, Minggu (27/1) di lokasi penampungan TKW di Jakarta.

Para TKW asal NTT bersama 13 orang lainnya dari Jawa diantar langsung oleh 
Dubes RI untuk Malaysia Herman Prayitno didampingi Konsular Dino Nurwahyudin, 
Atase Kepolisian Kedubes RI di Kuala Lumpur Benni Iskandar dan Ketua 
ForkomNaker NTT Yoseph Ariyanto Tef'lopo Lu. 

Ariyanto sempat bersitegang dengan penyidik dari Bareskrim Mabes Polri yang 
menangani kasus tersebut via telepon, karena proses pemeriksaannya dinilai
lamban dan terkesan mengulur-ulur waktu. "Anak-anak ini tidak bersalah. Yang 
bersalah dalam masalah ini adalah agen pengiriman tenaga kerja. Bareskrim Mabes 
Polri haruslah mengejar agen pengiriman TKW tersebut, bukan anak-anak yang 
menjadi korban dari dugaan 'trafficking' tersebut," ujarnya.

Menurut dia, jika anak-anak tersebut terlalu lama di lokasi penampungan di 
Jakarta, akan membawa konsekuensi buruk terhadap psikologis mereka yang 
berkeinginan kuat untuk kembali ke kampung halamannya masing-masing, setelah 
dipulangkan dari Kuala Lumpur, Malaysia sebagai calon TKW yang gagal.

Para TKW asal NTT ini baru saja masuk ke Malaysia melalui Kelang, namun 
langsung ditangkap oleh pihak Kepolisian Diraja Malaysia di sebuah lokasi 
penampungan pekerja imigran di Kuala Lumpur atas dugaan "trafficking". Setelah 
dilakukan proses berita acara pemeriksaan, para TKW Indonesia termasuk 69 orang 
dari NTT tersebut langsung diserahkan ke pihak Imigrasi Malaysia untuk proses 
pemulangannya ke Indonesia.

Ketika Ketua ForkomNaker NTT Yoseph Ariyanto Tef'lopo Lu bertemu dengan Duta 
Besar RI untuk Malaysia Herman Prayitno di Kuala Lumpur, Jumat (25/1). Dubes 
Herman Prayitno langsung menyatakan kesediaannya untuk mengantar pulang TKW 
tersebut ke Indonesia pada Senin (28/1).

"Masalah ini sebenarnya sudah selesai di Kuala Lumpur, sehingga aparat 
kepolisian kita tidak perlu lagi bertele-tele untuk memeriksa para TKW 
tersebut," kata Ariyanto menegaskan. (Ant/OL-2)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke