Polisi GEBUK Aksi Petani Di Sumsel


Aksi massa 500-an petani dari Desa Betung, Kecamatan Lubuk Keliat, 
Kabupaten Ogan Ilir, di kantor Markas Kepolisian Daerah Sumsel, Selasa 
(29/1) dibubarkan dan direpresi oleh pihak  kepolisian.

Akibatnya, puluhan petani dan aktivis mengalami luka parah. Bahkan, 
direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumsel, Anwar Sadat, mengalami 
luka parah di bagian kepala. Sementara puluhan aktivis lainnya mengalami
 luka memar di bagian tubuh.

Tak hanya itu, polisi juga menangkap 25 aktivis dan petani. Diantaranya: Anwar 
Sadat (Direktur Walhi Sumsel), Dedek Chaniago (Walhi), Abdul Kadir 
(Serikat Petani Sriwijaya), Doni Agustian (Walhi), dan Ahmad Yani 
(Serikat Petani Sriwijaya).

Sampai berita ini diturunkan, seluruh petani dan aktivis yang tertangkap masih 
di tahan di Markas Polda Sumsel.

Awalnya, 500-an petani dari Desa Betung, Lubuk Keliat, Ogan Komering 
Ilir, bersama aktivis dari WALHI, Serikat Petani Sriwijaya (SPS), 
Serikat Petani Indonesia (SPI), Persatuan Pergerakan Petani Indonesia 
(P3I), dan Sarekat Hijau Indonesia (SHI), menggelar aksi massa di 
Mapolda Sumsel.

Di depan Mapolda Sumsel, massa aksi menggelar 
orasi secara bergantian. Mereka memprotes penangkapan petani desa Betung
 pada tanggal 25 Januari 2013 lalu.

Tak hanya itu, mereka 
menuntut pencopotan Kapolres Ogan Komering Ilir, AKBP Denni Dharmapala, 
yang dianggap harus bertanggung-jawab atas berbagai kekerasan dan 
represi terhadap petani di Kabupaten OKI, termasuk peristiwa berdarah 
tanggal  27 Juli 2012 lalu di Desa Limbang Jaya, yang menyebabkan 
meninggalnya anak usia 12 tahun, Angga bin Dharmawan.

Menjelang
 sore hari, massa aksi membacakan surat yasin dan sholat ashar di depan 
Mapolda. Namun, karena hingga sore hari belum ada respon, petani pun 
merengsek ke pagar Mapolda.

Bentrokan pun terjadi. Pada saat 
itu, polisi merengsek keluar dan mulai menyerang para petani. Sejumlah 
petani dan aktivis dipukuli dan kemudian ditangkap.

Aksi massa 
ini sudah berlangsung sejak Senin (28/1). Mereka memprotes penganiayaan 
dan penangkapan petani di desa Betung pada tanggal 25 Januari 2013 lalu.

Pada saat itu, warga desa Betung yang sedang menggelar acara Maulid 
Nabi Muhammad SAW, tiba-tiba didatangi oleh ribuan polisi, anggota 
Kodim, dan preman.

Polisi langsung bertindak brutal. Seorang 
petani, Ali Aman bin Bain (52 Tahun), tiba-tiba dipukuli polisi. 
Kejadian ini langsung disertai dengan penyerangan terhadap petani 
lainnya.

Dalam kejadian itu, polisi menganiaya 5 orang petani, 
yakni Ali Aman bin Bain (52 Th), Asmadi bin Abdul Hadi (cidera pada kaki
 kanan), Yuden bin Sya’i (memar pada punggung), Syakfan bin Safar (24 
Th), dan Samroni (50 Th). Sementara satu orang petani, Suardi bin 
Damiri, ditangkap oleh pihak kepolisian.

Tak hanya itu, polisi dan preman menghancurkan Musholla AZ-Zahra, yang dibangun 
swadaya oleh petani.

Untuk diketahui, petani desa Betung, Kabupaten Ogan Komering Ilir, 
adalah korban perampasan lahan oleh PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VI 
Cinta Manis sejak tahun 1982.

Sumber Artikel: 
http://www.berdikarionline.com/kabar-rakyat/20130129/polisi-represi-aksi-petani-di-sumsel.html#ixzz2JW0sAxNe

Baca juga : 
PERNYATAAN SIKAP ALIANSI RAKYAT JAWA BARAT Bebaskan Petani dan Aktivis 
Lingkungan Hidup, Polda Sumsel Langgar Hak Asasi Manusia …! ==> 
http://jaringanantikorupsi.blogspot.com/2013/01/medianusantara-pernyataan-sikap-aliansi.html

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke