http://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/13/02/01/mhi2ig-luthfi-bukti-parpol-jadikan-islam-gincu
Luthfi, Bukti Parpol Jadikan Islam 'Gincu'
Jumat, 01 Pebruari 2013, 00:47 WIB
Komentar : 16
Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq, memberikan keterangan
pers di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),Jakarta, Kamis (31/1).
(Republika/ Tahta Aidilla)
A+ | Reset | A-
REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pascapenetapan dan penahanan yang dilakukan
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Presiden Partai Keadilan Sejahtera
(PKS) Luthfi Hasan Ishaaq terkait dugaan suap impor daging sapi, membuka mata
yang selama ini tertutup di balik slogan partai politik (parpol) Islam.
Mengingat, selama ini parpol Islam yang melulu disajikan adalah simbol
ke-Islam-an itu sendiri. Bahkan, bisa dikatakan tanpa sedikit pun melirik etika
Islam.
"Partai politik (parpol) itu hanya ingin memanfaatkan masyarakat, bukan
memberikan manfaat. Parpol tersebut hanya ingin mendapatkan apa yang mereka
inginkan," ujar pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY)
Muhammad Anis, di Yogyakarta, Kamis (31/1).
Menurut dia, parpol tidak memikirkan hal apa yang bisa memberikan manfaat bagi
orang lain, tetapi apa yang bisa mereka dapatkan. Padahal etika Islam
menyatakan tangan di atas lebih baik daripada dangan di bawah.
"Jadi, yang penting adalah bagaimana parpol itu bisa memberikan manfaat bagi
orang lain. Parpol jangan menjadikan Islam hanya sebagai 'gincu' untuk menarik
masyarakat," kata Anis yang juga Ketua Program Doktor Universitas Muhammadiyah
Yogyakarta (UMY).
Sedangkan Direktur Program Pascasarjana UMY Gunawan Budianto mengatakan
masyarakat sekarang semakin cerdas. Orang tidak akan berpegang pada simbol
belaka, tetapi nilai apa yang bisa ditangkap parpol tersebut.
"Artinya, parpol itu bisa menjadikan Islam bukan hanya sebagai simbol, tetapi
sebagai sebuah sumber moral. Jika parpol berani seperti itu, maka saya bisa
nyatakan bahwa simbol Islam tersebut tidak perlu, tetapi yang diperlukan adalah
etika Islam," bebernya.
Menurut dia, parpol seharusnya betul-betul melakukan proses pembelajaran Islam,
sehingga mampu membuktikan Islam itu sebagai sumber moral. "Sumber itu bisa
memberikan jasa moral bagi yang ada. Islam seharusnya dijadikan sumber nilai
yang bisa dipakai oleh semua orang," kata Gunawan.
Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : Antara
+++++
http://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/13/02/01/mhi6yq-pks-ditantang-pecat-luthfi-hasan-ishaaq
PKS Ditantang Pecat Luthfi Hasan Ishaaq
Jumat, 01 Pebruari 2013, 05:50 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Citra Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dipastikan
tercoreng. Hal itu terjadi mengingat, presidennya Luthfi Hasan Ishaaq menjadi
tersangka dan ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan
suap impor daging sapi.
Jelang Pemilu 2014 mendatang, tentunya kejadian tersebut menjadi pukulan berat
bagi partai berlambang padi yang yang diapit bulan sabit ini. Alih-alih ingin
merapatkan barisan dalam biduk konsolidasi, yang terjadi justru sebaliknya, di
mana para pemilih berada dalam posisi menjauh.
Nah, terkait hal itu, banyak pihak menanti langkah-langkah politik terkini yang
dilakukan PKS. Bagi, pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Ari
Dwipayana, PKS bisa mengambil langkah untuk melakukan amputasi politik terhadap
kadernya yang tersangkut skandal korupsi.
Salah satu pilihan yang mungkin bisa disodorkan, menurut dia, adalah PKS
memberhentikan Luthfi sebagai presiden PKS untuk sementara. Itu mungkin sebagai
sanksi ringan. Sedangkan sanksi terberat, PKS bisa memberikan surat pemecatan
kepada Luthfi, yang artinya ia dikeluarkan dari partai.
"Itu dilakukan untuk memutus kaitan antara kasus korupsi dengan partai sehingga
citra partai pulih kembali," imbuhnya dalam perbincangan kepada Republika, di
Jakarta, Kamis (31/1).
Seperti diberitakan, sehari sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan penerimaan suap kebijakan impor
daging sapi.
Adapun para tersangka dalam kasus ini masing-masing Presiden PKS Lutfhi Hasan
Ishaaq dan orang dekatnya Ahmad Fathanah serta dua direktur PT Indoguna, Arya
Abdi Effendi dan Juard Effendi. Luthfi dan Ahmad Fathanah diduga menerima suap
terkait kebijakan impor sapi dari dua direktur PT Indoguna Utama.
Redaktur : Djibril Muhammad
Reporter : Dyah Ratna Meta Novia
[Non-text portions of this message have been removed]