Ref: Kalau sekarang dipakai agama sebagai komoditas politik akan kurang 
menuntungkan dalam Pemilu yang akan datang,  jadi nanti saja kalau sudah masuk 
atau duduk dalam pemerintahan, baru agama dijadikan mesin politik.

http://www.balipost.co.id/mediadetail.php?module=detailberita&kid=33&id=73634

      Agama Jangan Dijadikan Komoditas Politik 

      Jakarta (Bali Post) -
      Ketua Umum Pengurus Besar Nadhalatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj 
meminta agar agama tidak lagi dijadikan komoditas politik. Sebab, jika ada 
partai politik yang kerap diidentikkan dengan agama tertentu, kemudian apabila 
oknum politisi partai tersebut melakukan kesalahan maka yang tercemar adalah 
agama yang diusung oleh partai bersangkutan.

      ''Saya tidak setuju kalau Islam dijadikan komoditas politik karena begini 
ini nantinya. (Pengurus) Partai Islam melanggar hukum, misalnya korupsi, lalu 
Islam jadi kebawa-bawa. Ini masalah politik, bukan masalah agama,'' kata Said 
usai bersilaturahmi dengan Kabareskrim Komjen Pol. Sutarman di Mabes Polri, 
Jakarta, Jumat (1/2) kemarin.

      Sejak awal, Said mengaku tidak tertarik bila pihak tertentu menarik-narik 
agama untuk kepentingan politiknya. Dan di dalam prinsip NU sendiri, 
menurutnya, sebenarnya Islam tidak bisa dijadikan partai politik. Karena dengan 
mempolitisir agama untuk mencapai tujuan politiknya maka yang akan dikorbankan 
agama tersebut. 

      Oleh karena itu, ia lebih cenderung jika partai politik seharusnya 
menjadikan dasar partainya sebagai partai nasionalisme yang programnya tetap 
menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). ''Bukannya 
program mendirikan syariat Islam,'' kritiknya.

      Menanggapi tertangkapnya Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi 
Hasan Ishaaq karena diduga terlibat kasus suap untuk mempermudah pemberian 
kuota daging impor kepada PT Indoguna Utama, Said mengatakan, pada prinsipnya 
ia mendukung tindakan KPK dalam memberantas korupsi kepada siapa pun pelakunya. 
(010/kmb4) 
     


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke