Ref: Bagaimana dengan para petinggi di partai-partai lain apakah jujur?  Adakah 
diantara  mereka yang tidak bernental tukang catut, rakus bin tamak?


http://us.nasional.news.viva.co.id/news/read/386615-pendiri-pk-yusuf-supendi--saya-tidak-kaget-presiden-pks-ditangkap

Pendiri PK Yusuf Supendi: Saya Tidak Kaget Presiden PKS Ditangkap
Presiden PKS Luthfi Hasan ditangkap tadi malam dan dijadikan tersangka

Kamis, 31 Januari 2013, 10:23 Umi Kalsum 
 
Deklarator PKS Yusuf Supendi saat melaporkan perkara korupsi elit PKS ke KPK, 
21 Maret 2012. (Antara)
BERITA TERKAIT
 
Tangkap Luthfi Hasan Cs, Siapa Informan KPK?
  a.. Komisi III DPR Minta Kasus Luthfi Tak Dipolitisir 
  b.. Yusuf Supendi: Cagub PKS Bakal Kehilangan Simpati 
  c.. Misteri MR, Mahasiswi yang Dibekuk KPK Bersama Staf Presiden PKS 
  d.. Kronologi Kasus yang Menjerat Presiden PKS 
VIVAnews - Pendiri Partai Keadilan Yusuf Supendi menyatakan tidak kaget 
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq ditangkap penyidik 
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Peringatan keras kepada seluruh kader 
partai ini sudah disampaikannya sejak tujuh tahun lalu. 

"Saya sudah nggak kaget lagi. Saya sudah mengingatkan lama sekali. Kasus ini 
juga pernah dua kali diangkat di media. Kasus impor daging sapi ini sudah lama 
terjadi. Yang jadi pertanyaan, kok tiba-tiba yang main presidennya," kata Yusuf 
Supendi saat dihubungi VIVAnews, Kamis 31 Januari 2013.

Terlibatnya sang Presiden PKS dalam dugaan suap impor daging sapi sangat dia 
sayangkan, karena telah mempertaruhkan moral partai. "Ini (moral) sangat 
menentukan hidup matinya PKS. Kalau yang lain kan tidak menggunakan label 
Islam. Kalau pakai label Islam kan identik bersih, ini malah tidak bersih,"  
kata dia.



Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaag saat ditangkap dan dibawa mobil KPK, 30 
Januari 2013.

Yusuf yakin banyak kader PKS yang tidak tahu apa yang dilakukan elit partai. 
Dia khawatir masyarakat umum akan memberi penilaian berbeda dan jadi tidak 
percaya lagi dengan integritas PKS.

Luthfi Hasan ditangkap tadi malam oleh KPK. Ia ditetapkan sebagai tersangka 
bersama tiga orang lainnya dalam kasus impor daging. Tiga lainnya, Arya Abdi 
Effendi dan Juard Effendi yang merupakan Direktur PT Indoguna Utama, dan Ahmad 
Fathanah, ajudan Luthfi Hasan. Bahkan, dikabarkan Ahmad Fathanah sedang bersama 
seorang perempuan muda ketika ia ditangkap tangan petugas KPK. Luthfi hingga 
kini masih diperiksa di KPK.

Penyidik KPK mengamankan barang bukti berupa uang Rp1 miliar yang terdiri dari 
pecahan Rp100 ribu di mobil Ahmad Fathanah selepas ia bertemu Arya Abdi Effendi 
di gedung PT Indoguna. Selain itu, KPK juga menyita beberapa buku tabungan dan 
sejumlah berkas dokumen.

Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi diduga melanggar Pasal 5 ayat 1 atau pasal 
13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana 
Korupsi, sebagaiamana diubah pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 
ayat 1 KUHP.

Sementara Ahmad Fathanah dan Luthfi Hassan Ishaq diduga melanggar Pasal 12 
huruf a atau b atau pasal 5 ayat 2 atau pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 
1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi tentang Pemberantasan Tindak 
Pidana Korupsi, sebagaimana diubah pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Jo 
Pasal 55 ayat 1 KUHP. (sj)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke