Ref:  Partai-partai politik di NKRI hanya mendatangkan faedah kepada para 
petingginya. Gajinya besar sebagai anggota badan pemerintah, misalnya DPR,  
gubernur daerah atau walikota dan  anggota badan pemerintah  lainnya, ditambah  
fasilitas bisnis pribadi yang tak terhitung dan lagi hasil berbagai panen 
korupsi. Jadi sangat luar besar rejeki nomplok bagi  mereka. Tetapi, bagi para 
anggota partai yang berstatus krocok lapisan bawah tidak ada faedah apa pun 
selain dipakai untuk besorak-sorak meramaikan rapat umum pemilihan umum. Makin 
dekat saat Pemilihan Umum (pemilu)  makin dekat petinggi partai kepada anggota 
krocok dan masyarakat, sesudah masa pemilu  ibara kacang lupa kulitnya, 
begitulah status sebagai anggota krocok.

“Sistem politik rusak akibat keserakahan parpol penghisap uang negara”( 
http://shnews.co/detile-14131-citra-pks-runtuh.html )


http://www.tempo.co/read/news/2013/02/04/078458916/Citra-Demokrat-Anjlok-Kader-Pasrah-pada-SBY

Senin, 04 Februari 2013 | 12:37 WIB
Citra Demokrat Anjlok, Kader Pasrah pada SBY

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Fraksi Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf mengaku 
prihatin dengan hasil survei yang menyatakan tingkat keterpilihan Partai 
Demokrat hanya sebesar 8 persen. Nurhayati menyatakan, harus ada langkah 
politik untuk menyelamatkan nasib partai pemenang Pemilu 2009 itu.

"Kami prihatin jika hasil survei di bawah 10 persen," kata Nurhayati di 
kompleks parlemen, Senayan, Senin, 4 Februari 2013. Menurut Nurhayati, survei 
merupakan salah satu alat untuk mengkaji popularitas partai politik.

Dia menyatakan, semua pihak pasti prihatin dengan hasil survei ini, termasuk 
Ketua Umum Anas Urbaningrum. Dia meminta kader terus turun mensosialisasikan 
program partai ke konstituen. Sosialisasi ini untuk mengetahui apa benar 
persepsi masyarakat sudah sedemikian buruk terhadap Partai Demokrat. 

Menurut dia, petinggi partai harus melakukan langkah politik untuk 
menyelamatkan Partai Demokrat. Nurhayati menyerahkan langkah-langkah tersebut 
sepenuhnya kepada Ketua Dewan Pembina Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketua Umum 
Anas Urbaningrum. "Kami akan dukung," kata dia.

Dia menuturkan, kader tidak perlu mendesak SBY terkait langkah yang diambil. 
Nurhayati percaya, SBY adalah sosok yang taat asas dan konstitusi partai. Dia 
mengaku tidak mempertanyakan langkah apa yang akan diambil SBY. "Beliau pasti 
akan berbicara dengan Ketua Umum," kata dia


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke