Hati-hati karena terbukti klinik pengobatan Tradisional China yang makin 
menjamur di berbagai daerah tidak semuanya bisa menyembuhkan. Yang jadi 
pertanyaan, dimana pengawasan dan peran kontrol Pemerintah cq Menteri Kesehatan 
ya ? Apa karena berbendera klinik kesehatan, makanya tidak perlu izin dari 
Depkes ? Wah wah gawat juga ya kalo begini. Belum lagi makin banyak klinik dan 
perwakilan RS Luar negeri yang menjanjikan pengobatan kanker yang meragukan 
kebenarannya.




Meninggal Setelah Membintangi Iklan TCM  
Besar Kecil Normal
TEMPO.CO, Jakarta - Banyak pasien kepincut dengan janji pengobatan herbal di 
klinik-kliniktraditional chinese medicine (TCM). Selain tergoda iklan yang 
gencar di televisi lokal dan nasional, mereka terpikat pengobatan di TCM ini 
karena mendapatkan hasil yang ajaib pada hari-hari pertama terapi. (Baca juga: 
Awas Janji Palsu Klinik Obat Cina)

Saking percayanya dengan TCM, seorang penderita kanker payudara, Sapariah, 
secara sukarela menawarkan diri menjadi bintang iklan klinik Harapan Baru, 
Medan. Klinik itu berlokasi di Jalan K.H. Wahid Hasyim Nomor 4, Medan. Dalam 
sebuah draf video iklan berdurasi 1,29 menit, dia memuji TCM ini bisa 
menyembuhkannya. Rencananya, iklan itu ditayangkan di TVRI Medan. Namun, belum 
sempat ditayangkan, Sapariah meninggal.

Ulasan lengkap janji palsu klinik-klinik TCM ini diangkat dalam laporan 
investigasi majalahTempo edisi terbaru, 4 Februari 2013. Menjanjikan pengobatan 
herbal, klinik-klinik TCM justru secara ilegal menginfus pasien dengan 
obat-obatan kimia, bahkan menggunakan zat kemoterapi beracun. Steroid yang 
berkekuatan 200 kali morfin, bahkan digunakan klinik TCM untuk memberi efek 
penyembuhan ajaib pada pasien.

Ada lagi kisah Risma Tobing. Satu setengah tahun berlalu, Risma masih merasa 
tersayat kalau mengingat bagaimana Rasiman Sinulingga meninggal. Suaminya itu 
mengembuskan napas terakhir di pelukannya sehabis buang air besar berupa 
gumpalan darah. Itu terjadi setelah beberapa hari suaminya berobat ke TCM 
Harapan Baru.

Rasiman meninggal pada usia 54 tahun tatkala kaum muslim tengah merayakan Idul 
Fitri, dua tahun lalu. “Bukan kematiannya yang disesalkan, melainkan prosesnya 
yang menyakitkan,” kata Risma terbata-bata, Selasa tiga pekan lalu. Dia merasa 
suaminya korban malpraktek Klinik TCM Harapan Baru. 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke