http://www.antaranews.com/berita/358751/tiga-jembatan-putus-diterjang-banjir-di-pasaman

Tiga jembatan putus diterjang banjir di Pasaman 
Sabtu, 16 Februari 2013 21:46 WIB | 663 Views

 
ilustrasi Siaga banjir Bandang Warga mengumpulkan sampah kayu untuk kayu bakar 
saat air sungai Batang Kuranji yang membesar di kawasan Tabiang Banda Gadang, 
Nanggalo, Padang, Sumbar, Jumat (25/1). (FOTO ANTARA/Iggoy el Fitra)


Lubuk Sikaping (ANTARA News) - Tiga jembatan penghubung nagari di Kecamatan Rao 
Utara, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, putus diterjang banjir akibat 
meluapnya Sungai Batang Asik sehingga ratusan kepala keluarga terisolasi sejak 
Kamis (14/2).

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Pasaman Alfa 
Kanif di Rao Utara, Sabtu, mengatakan putusnya jembatan tersebut membuat 
ratusan kepala keluarga (KK) di nagari (desa adat) Koto Nopan terisolasi karena 
tidak ada jalan alternatif menuju ke sana.

"Jembatan ini menjadi satu-satunya jalan dari Nagari Koto Rajo untuk 
menyeberangi Batang Asik menuju ke kawasan tersebut dalam memberikan bantuan 
kepada para korban banjir," ujarnya.

Di samping itu, juga terjadi kerusakan jalan pada empat titik dengan total 
panjang 400 meter dan hingga saat ini belum bisa ditempuh untuk memberikan 
pertolongan terhadap warga.

Akibat kerusakan jalan dan jembatan ini menyebabkan sekitar lima ribu jiwa 
terisolasi di sana.

Banjir yang melanda Kecamatan Rao Utara sempat menyebabkan satu warung hanyut 
bersama robohnya tebing sepanjang 80 meter, termasuk tapak satu unit jembatan 
di Koto Rajo serta merendam sekitar 425 hektare sawah. 

Ia menambahkan, selain menghantam Kecamatan Rao Utara, banjir yang terjadi pada 
Kamis (14/2) itu juga melanda dua kecamatan lainnya yakni Rao Selatan dan 
Padang Gelugur.

Berdasarkan data sementara BPBD setempat, banjir di Rao Selatan disebabkan 
meluapnya pertemuan Sungai Batang Sibinail, Sungai Batang Asik dan Sungai 
Batang Sumpur.

Sebanyak 199 rumah terendam banjir, 4 rumah rusak berat, tiga rusak sedang 
serta merendam 322 hektare kolam ikan dan 270 hektare sawah yang ada di sana.

Di Kecamatan Padang Gelugur terjadi akibat meluapnya Sungai Batang Sontang dan 
sempat merendam 100 rumah dan 65 hektare kolam terendam banjir
yuliastuti

(KR-MLN/N002) 
Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2013


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke