Yang luput dari liputan media pers Indonesia. 

Selasa, 19/02/2013 22:57 WIB
Pembantu Indonesia dipenjara 20 tahun di Malaysia
BBCIndonesia.com - detikNews
-  
Sekitar 230.000 pembantu rumah tangga asing bekerja di Malaysia.

Pengadilan Malaysia menjatuhkan hukuman penjara 20 tahun terhadap seorang 
pembantu rumah tangga asal Indonesia atas dakwaan percobaan pembunuhan dan 
penyiksaan terhadap bayi berusia empat bulan.

Tayangan televisi menunjukkan pembantu asal Indonesia berusia 24 tahun itu 
tengah duduk dan melempar bayi majikannya ke udara dan berulangkali 
menjatuhkannya ke lantai.

Insiden hari Jumat lalu yang terekam CCTV itu tersebar luas di jejaring sosial 
media setelah ayah bayi mengajukan laporan ke polisi dan menyerahkan video ke 
satu stasiun televisi.

Kejadian ini menimbulkan kemarahan besar masyarakat.

Kantor berita Bernama melaporkan Yuliana dijatuhi hukuman 15 tahun percobaan 
karena upaya pembunuhan dan lima tahun atas penyiksaan setelah ia mengaku 
bersalah atas dua dakwaan itu.

Ibu bayi tersebut, Nina Suraya Sulaiman mengatakan kepada surat kabar The Star 
bahwa ia tengah sarapan saat menyaksikan insiden itu melalui telpon seluler 
yang terhubung dengan kamera video.

Yuliana baru bekerja satu hari pada keluarga itu.

Tidak lagi gunakan tenaga pembantu
Bayi laki-laki berusia empat bulan itu dirawat karena lebam dan luka-luka di 
rumah sakit namun telah keluar.

Tetapi Nina Suraya mengatakan ia khawatir karena kemungkinan luka dalam.

Ia dikutip mengatakan tidak akan lagi menggunakan tenaga pembantu.

Surat kabar New Straits Times mengutip hakim pengadilan Kuantan, Mohd Azhar 
Otham, yang mengatakan ganjaran terhadap Yuliana tidak hanya merupakan 
pelajaran bagi terpidana namun juga kepada publik.

"Hukuman berat harus dijatuhkan sebagai pelajaran, bukan saja kepada tertuduh 
namun kepada publik," kata Azhar.

Harian New Straits Times melaporkan Yuliana -yang mengenakan baju seragam 
penjara berwarna ungu- tampak menangis saat hakim menjatuhkan hukuman.

Sekitar 230.000 pembantu asing, sebagian besar dari Indonesia, bekerja di 
Malaysia.

(bbc/bbc)

Kirim email ke