http://news.liputan6.com/read/510624/sosiolog-jangan-selamatkan-demokrat-tapi-rakyat
23 Februari 2013 | 05:48:19 Sosiolog: Jangan Selamatkan Demokrat, Tapi Rakyat oleh Silvanus Alvin Posted: 12/02/2013 17:39 Liputan6.com, Jakarta : Terjadi kesalahan pola pikir dalam menangani prahara yang menimpa Partai Demokrat (PD). Seharusnya Ketua Majelis Tinggi PD Susilo Bambang Yudhoyono tidak menggunakan istilah 'penyelamatan Demokrat' tapi 'penyelamatan rakyat'. "Elektabilitas Demokrat turun bukan karena korupsi yang menimpa Demokrat, tapi karena SBY tidak mampu mengatasi masalah yang terjadi di rakyat kecil. Jadi, jangan selamatkan Demokrat, tapi selamatkan rakyat," jelas sosiolog Musni Umar di depan kediaman Ketua Umum DPP PD Anas Urbaningrum di Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (12/2/2013). Kalau Demokrat menyelamatkan rakyat, kata Musni, otomatis partai berlambang mercy itu bisa selamat. Apa yang disampaikan ini juga telah disampaikan pula di hadapan Anas. "Saat saya sampaikan, Pak Anas senyum-senyum saja. Kalau di ilmu sosiologi komunikasi, senyum-senyum itu tandanya setuju," imbuh Musni. Karena itu, ucap Musni, kalau Demokrat mengalami kesalahan berpikir harus segera diluruskan. "Coba pemerintah selesaikan masalah ekonomi, misal harga sembako yang sekarang makin tinggi. Seharusnya yang dipikirkan itu rakyat, karena rakyat bawah itu susah. Di Malaysia saja harga sembako dikontrol, tidak cuma sembako. Singapura juga dikontrol, kenapa Indonesia tidak mencontoh serupa," terangnya. Menurut Musni dengan berpikir penyelamatan rakyat, maka akan berdampak positif bagi Demokrat. "Kalau selamatkan rakyat, otomatis rakyat dukung Demokrat, yang notabene partai penguasa," kata Musni.(Ais) [Non-text portions of this message have been removed]
