http://www.harianterbit.com/2013/02/25/kesaktian-jokowi-hilang-di-bumi-parahyangan/


Senin, 25 Februari 2013 09:23 WIB 

Pasangan Rieke-Teten Kalah
Kesaktian Jokowi Hilang di Bumi Parahyangan
Dody Pra — HARIAN TERBIT
 
JAKARTA – Di Jakarta nama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo boleh naik daun, 
tapi di Jawa Barat Jokowi sapaan akrabnya bagai terisihir dan kehilangan 
kesaktian. Buktinya, meski ia sudah sempat turun gunung membela pasangan calon 
Gubernur Jawa Barat Rieke Dyah Pitaloka dan Teten Masduki, kenyataannya calon 
yang diusung PDIP itu masih kalah pamor dari pasangan Ahmad Heryawan-Dedy 
Mizwar. 

Dalam hitung cepat yang dilakukan sejumlah lembaga survei, pasangan Aher-Deddy 
unggul dengan prosentase 32,71 persen. Urutan kedua diraih Rieke Diah 
Pitaloka-Teten Masduki dengan angka 28,15 persen. Selanjutnya urutan ketiga 
ditempati Dede Yusuf-Lex Laksamana dengan perolehan suara 24, 87 persen. 
Kemudian keempat, Yance-Tatang dengan perolehan 12,54 persen dan terakhir 
Didik-Cecep 1,86 persen.

Selama kampanye, Jokowi memang terjun secara langsung ke basis-basis warga guna 
mendongkrak perolehan suara kedua pasangan yang diusung partai PDI Perjuangan 
ini. Tak jarang para warga pun hanyut dalam orasi politik yang disampaikan 
Jokowi. 

Jokowi itu mengemukakan alasan dukungannya kepada Rieke-Teten lantaran dianggap 
pasangan yang bersih. Maka tak jarang saat kampanye Jokowi selalu disambut 
meriah oleh warga. Tidak jarang warga nekat menerobos polisi dan petugas untuk 
dapat bersalaman dengan Jokowi. Jokowi harus siap dan tidak boleh kehilangan 
senyum di wajahnya. 

Rieke mengakui bahwa Jokowi dijadikan lambang pemimpin yang bersih. Dalam hal 
pekerjaan, Jokowi tidak segan-segan turun langsung ke lapangan untuk 
menyelesaikan masalah. Bahkan Jokowi tidak ragu memindahkan para pejabat yang 
terbukti salah. “Mas Jokowi ini buktinya, terpilih karena bersih,” kata dia.

Pengamat politik yang juga guru besar ilmu politik Universitas Indonesia (UI) 
Prof Dr Maswadi Rauf menilai, Rieke dan Teten pantas mengandalkan Jokowi 
sebagai jargon kampanye mereka. Alasannya elektabilitas Jokowi tidak diragukan 
lagi. 

Kesederhanaan putra daerah Jawa Tengah itu memang cukup menyita perhatian 
publik terutama setelah memenangkan Pilkada DKI Jakarta. Bahkan, pamor sejumlah 
petinggi partai dan calon presiden pun dilibas oleh Jokowi. 

Bahwa sosok Jokowi itu ternyata belum mampu mendongkrak Rieke_Teten untuk 
memenuhi keinginan warga Jabar itu soal lain 

“Jokowi memang layak dijual dalam kampanye politik lantaran elektabilitasnya 
tengah naik daun. Tapi ingat Jakarta berbeda dengan Jawa Barat yang daerahnya 
cukup luas dan kebutuhan warganya pun berbeda. Jadi tidak mungkin seorang 
Jokowi bisa mengangkat pamor Rieke dan Teten hanya dalam waktu singkat. 
Sementara calon incumben sudah lebih dahulu dikenal seluruh masyarakat Jawa 
Barat,” katanya saat dihubungi Harian Terbit, Senin (25/2). 

Sejauh ini kata dia, Jokowi hanya dijadikan dagangan politik bagi pasangan 
Rieke-Teten untuk meningkatkan elektabilitas peserta pemilukada. “Tentu saja 
dia menjadi dagangan politik ,” katanya.

Menurut dia, dalam politik sah-sah saja Jokowi menjadi alat dagangan politik 
bagi partai pengusungnya. Namun, yang perlu diperhatikan adalah Jokowi harus 
melalukan itu tanpa harus menabrak aturan yang berlaku. 

Editor — Maghfur Ghaza

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke