Ref: Pak Joko Susilo ini bukan saja jago tembak dengan pitol dinas, tetapi juga 
tikam dengan tombak tumpulnya.

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/01/063464567/p-Punya-Istri-Banyak-Djoko-Susilo-Langgar-Etik


Jum'at, 01 Maret 2013 | 20:28 WIB
Punya Istri Banyak, Djoko Susilo Langgar Etik  
Besar Kecil Normal 
TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Divisi Humas Markas Besar Kepolisian RI Inspektur 
Jenderal Suhardi Alius mengatakan mantan Gubernur Akademi Polisi, Inspektur 
Djoko Susilo, positif melanggar aturan karena memiliki lebih dari satu istri. 
Para istrinya pun tak pernah diketahui oleh Mabes Polri. (Baca: Polri Tunggu 
Laporan Istri Pertama Djoko Susilo)

"Intinya melanggar aturan dan pasti ada proses (hukum)," kata Suhardi melalui 
pesan singkat, Jumat, 1 Maret 2013.

Suhardi mengatakan proses pengusutan pelanggaran etika akan dilakukan terhadap 
Djoko Susilo setelah proses hukumnya di Komisi Pemberantasan Korupsi tuntas. 
"Biarlah yang bersangkutan fokus menghadapi kasusnya dulu," kata dia.

Djoko menjadi tersangka KPK untuk kasus dugaan korupsi simulator kemudi. Bekas 
Kepala Korps Lalu Lintas Polri ini juga dijerat dengan pidana pencucian uang. 
Dalam kasus dugaan pencucian uang inilah, satu demi satu perempuan yang 
ditengarai istri Djoko terungkap.

Istri pertama Djoko bernama Suratmi. Perempuan ini merupakan teman kecil Djoko 
Susilo di Madiun, Jawa Timur. Kemudian, pada 27 Mei 2001, Djoko menikah untuk 
kedua kalinya dengan perempuan bernama Mahdiana, beralamat di kawasan Pasar 
Minggu, Jakarta Selatan. (Baca:Nikah Kedua, KUA Mencatat Djoko Susilo 'Single')

Muncul lagi nama Dipta Anindita. Mantan Putri Solo tahun 2008 ini ditengarai 
istri Djoko yang dinikahi lima tahun lalu. (Baca: Mahar Djoko Susilo untuk 
Dipta Layak Masuk MURI) Dalam perkawinan yang tercatat di Kantor Urusan Agama 
Kecamatan Grogol, Sukoharjo, jenderal polisi itu menggunakan nama Joko Susilo. 
KPK pun pernah memeriksa nama-nama tersebut dalam kasus Djoko. Dipta dan Dian 
ditengarai menampung harta hasil pencucian uang Djoko.

RUSMAN PARAQBUEQ


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke