Ref: Apa perbedaan faedah antara Rotchschild dan mereka yang lain kalau ekploatasi kekayaan alam yang mereka lakukan tidak terkait dengan kesejahteraan rakyat?
http://www.gatra.com/fokus-berita/25266-menghadang-rotchschild-menguasai-bumi.html Menghadang Rotchschild Menguasai Bumi Jum'at, 01 Maret 2013 06:23 Jakarta, GATRAnews - Rotchschild kembali gagal menguasai Bumi Plc. Bakrie yang dibantu Hary Tanoesudibjo akan memboyong pulang Bumi Resources. --- Tak hanya kalah di medan perang, juga dipecundangi musuh. Begitulah yang dialami Nathaniel Rothschild, Kamis pekan lalu. Ia kalah di medan perang karena hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) Bumi Plc, yang digelar di gedung Honourable Artilery Company, bekas bangunan milik Angkatan Darat Kerajaan Inggris, hanya mengabulkan tiga dari 22 resolusi yang diusulkannya kepada para pemegang saham. Dalam resolusi itu, Nat --panggilan Nathaniel Rothschild-- menginginkan perombakan direksi Bumi Plc, mengganti 12 direksi dari 14 direksi yang ada, dan menggantinya dengan 10 direksi baru. Termasuk pengusaha Hashim Djojohadikusumo, adik kandung politikus Prabowo Subianto. Sebagai pemilik 13% saham Bumi Plc, sesuai dengan aturan di Inggris, Nat memang berhak mengusulkan pertemuan para pemegang saham. Nat juga dipermalukan ketika Samin Tan, pemilik 23,4% Bumi Plc, usai RUPSLB, menyatakan mundur dari jabatan sebagai Chairman Bumi Plc. Padahal, sejak awal, Nat berteriak agar Samin diganti. Usulan itu juga dimasukkan daftar 22 resolusi yang diajukannya. Selain Samin, Nat pun ingin mengganti CEO Nick von Schirnding. Namun para pemegang saham hanya mengabulkan permintaan Nat untuk mencopot Nalinkant Rathod dan Jean-Marc Mizrahi, serta mengangkat Sir Richard Gozney untuk masuk di jajaran direksi. Gozney adalah mantan Duta Besar Inggris untuk Indonesia. Hasil voting itu tentu membuat Nat harus berhenti bermimpi menguasai Bumi Plc. Bahkan ia harus merelakan kepemilikan Bumi Plc atas Bumi Resources. Perusahaan tambang batu bara terbesar di dunia ini kembali dikuasai rivalnya, kelompok usaha Bakrie. Sebab hasil voting itu mau tak mau akan memuluskan jalan Grup Bakrie untuk keluar dari Bumi Plc dan membeli kembali saham Bumi Resourses dari Bumi Plc. Dalam proposal yang diajukan Bakrie kepada Bumi Plc, mereka menginginkan pertukaran 23,8% saham Bumi Plc dengan 10,3% saham PT Bumi Resources. Bakrie ingin pula membeli 18,7% saham Bumi dan 84,7% saham PT Berau Coal Energy, yang juga dimiliki Bumi Plc. Direksi Bumi Plc memang tak meloloskan permintaan Bakrie untuk menguasai Berau. Namun proposal Bakrie mengambil alih Bumi Resourses sudah dituangkan dalam heads of terms agreement (HoT). Kemenangan Bakrie ini, menurut juru bicaranya, Christopher Fong, disebut sebagai kemenangan besar. "Bakrie selama ini berjuang untuk mempertahankan aset dari Rothschild, dari cara-caranya yang kurang bersih," kata Fong. Dan cara terbaik untuk mengakhiri situasi ini adalah mengembalikan saham di Bumi Plc dan menyuntikkan dana untuk merebut kembali Bumi Resources. "Juga melepaskan Rothschild untuk selamanya," Fong menambahkan. Kemenangan Bakrie ini sebenarnya juga tak lepas dari langkah Grup Recapital, yang melepas 13% saham di Bumi Plc. Hak suara Recapital yang dimiliki Rosan Roeslani dihapus otoritas Panel Pengambilalihan Inggris lantaran dianggap masih satu kubu dengan Bakrie, juga Samin Tan. Akibatnya, hak suara ketiganya yang ketika itu awalnya berjumlah 50,3% dipangkas menjadi 29,9%. Namun, tiga hari sebelum dilakukan RUPSLB, Recapital menjual semua sahamnya itu kepada Avenue Luxembourg SARL 7,6%, Argyle Street Management Ltd 4,17%, dan Flaming Luck Investments (yang dimiliki Hary Tanoesoedobjo) 1,66%. Langkah Hary ini sempat menjadi buah bibir di Tanah Air, karena sebelumnya dia diisukan akan mengambil bisnis media milik Bakrie. Namun, menurut Arya Sinulingga, Corporate Secretary MNC Group, pembelian saham Bumi Plc itu karena alasan ekonomi. "Batu bara paling bagus bisnisnya di Indonesia dan Pak Hary ingin membantu saja. Tidak ada alasan lain," katanya kepada Fitri Kumalasari dari GATRA. Masuknya Hary dan dua investor lain memang sangat membantu Bakrie memenangkan pertempuran. Modal untuk meraih suara pun bertambah. Sehari sebelum voting, kubu Bakrie diperkirakan telah mengantongi 45% suara, sedangkan Rothschild yang didukung pemegang saham minoritas, seperti NR Investment, Saint James Master Fund, Schroder Investment Management, Sofaer Capital, dan Brompton Asset Management, hanya bisa menangguk 41% suara. Kini Bakrie tinggal memenuhi kewajiban untuk bisa memboyong Bumi Resources. Mereka mengaku telah menyiapkan dana tunai US$ 278 juta untuk membeli kembali saham Bumi. Dari jumlah itu, sebesar US$ 50 juta telah ditransfer ke rekening Bumi Plc sebagai uang muka. Bagi Nat, kemenangan Bakrie itu diistilahkan sebagai kemenangan Pyrrhic. Sebuah kemenangan dengan biaya yang dahsyat, tapi kemenangan tersebut akhirnya akan menyebabkan kekalahan. Lewat rilisnya, Nat menyatakan, manuver Roslan memang memberikan kemenangan bagi Bakrie, tapi memperlihatkan bahwa direksi akan tetap dipengaruhi kelompok Bakrie. Karena itu, perubahan yang diharapkan bisa membuat Bumi Plc lebih baik tak akan pernah terjadi. Sehingga ia akan tetap melakukan perlawanan. "Nat Rotchschild akan terus berjuang untuk hak-hak pemegang saham minoritas," ia menegaskan. (Mukhlison S. Widodo dan Sandika Prihatnala) [Non-text portions of this message have been removed]
