Video "Kekejaman Densus 88" 

Sindonews.com - Sebuah video yang menggambarkan Detasemen Khusus 
(Densus) 88 menyiksa beberapa orang yang diduga tertuduh teroris beredar
 di dunia maya. Video berdurasi 13 menit itu diunggah ke situs Youtube 
berjudul 'Video kekejaman Densus 88".

Dalam video tersebut, digambarkan penyiksaan terhadap orang yang 
disangka teroris. Rekaman itu menunjukkan sikap para anggota Densus 88 
yang kejam menindas terduga teroris.

Video tersebut diduga 
memiliki kesamaan dengan video yang diceritakan dan digambarkan oleh PP 
Muhammadiyah ketika menyerahkan video kekerasan aparat kepada Mabes 
Polri.

Dalam video itu digambarkan sekitar empat orang pria 
dalam kondisi tak berdaya karena tangannya terikat ke belakang. Dalam 
kondisi bertelanjang dada, mereka dalam posisi tengkurap di tanah.

Mereka tampak sedang diinterogasi oleh Densus 88. Beberapa dialog juga 
terdengar dalam video tersebut.

"Mana yang punya rumah?" ujar salah satu petugas. "Yang punya rumah 
yang tua-tua itu. Sudah pergi," jawab si pemuda yang bibirnya tampak 
mengeluarkan darah.

Dalam video, tampak juga seorang pria yang 
sudah tertembak kaki kanannya. Darah segar terlihat membasahi celana 
yang dikenakannya.

"Wiwin mati. Di dalam rumah ada dua yang mati," ujar petugas berujar.

Salah seorang yang disangka teroris mengaku bernama Ridwan Siman. 
Petugas kemudian terus menanyai pria-pria yang tertangkap tersebut.

"Kamu bawa senjata ya?" "Enggak ada Pak," jawabnya sembari ketakutan.

Kemudian petugas kembali melanjutkan, "Bomnya kamu taruh dimana?" "Enggak tahu 
Pak," aku si pria.

Adegan berikutnya beralih ke seoerang pria yang ditanyai apakah mengenal sosok 
bernama Basri.

"Basri terakhir ketemu dimana kau," kata petugas. "Saya belum tahu jelas yang 
namanya Basri Pak," jawabnya.

"Senjatamu mana?" "Tadi sudah di belakang semua Pak," jawab pria yang 
mengaku bernama Rasiman ini. Pria ini menuturkan memiliki pistol senjata
 laras pendek rakitan.

Dalam video terdengar beberapa kali 
letusan senjata api. Mengambarkan adengan tembak menembak. Suasananya 
menegangkan dan hiruk pikuk.

Adegan berikutnya tampak seorang 
pria sembari berjalan menyerahkan diri. Petugas Densus 88 kemudian 
meneriaki pria itu agar melepas pakaian yang dikenakannya.

Petugas kemudian menanyakan kepada pria itu dimana Basri berada. Dari 
suara petugas Densus 88 diketahui bahwa Basri sudah meninggal.

Setelah menuruti perintah petugas Densus melepas celana yang 
dikenakannya, pria itu kemudian disuruh berjalan ke arah kerumunan 
petugas Densus 88. Pria itu tampak terperosok ke dalam parit.

Beberapa menit kemudian, ia tampak dipapah dalam kondisi tertembak di 
bagian punggung sebelah kanan. Darah terus mengucur dari luka yang 
menembus kulitnya. Pada kepala bagian belakangnya juga tampak dipenuhi 
darah.

Pria yang mengaku bernama Wiwin ini sempat memprotes Densus 88, "Saya kan 
menyerah diri kenapa ditembak?"

"Kamu tembakin kami. Kamu mau saya tembak mati," jawab petugas.

Dari pengakuan Wiwin, rekannya bernama Basri dan Tengku sudah meninggal karena 
ditembak oleh petugas Densus 88.

"Basri bawa senjata apa?" ujar petugas. "Uzi Pak," jawab Wiwin yang sedang 
dalam kondisi kesakitan.

Salah seorang personel Densus 88 sempat berteriak meminta Wiwin 
istighfar karena kondisinya yang sudah sekarat. "Kamu istighfar Win, 
nanti kamu mati yang penting sudah istighfar. Darahmu sudah terlalu 
banyak keluar," ucap petugas tanpa nada prihatin sedikitpun.

Bukannya menyelamatkan atau mengevakuasi Wiwin, petugas Densus 88 malah 
terus memintanya istighfar. Petugas terus mengatakan sebentar lagi dia 
akan mati karena kehabisan darah.

Wiwin kemudian terlihat 
melafalkan ayat-ayat Quran. Ia juga sempat mengeluhkan rasa sakit yang 
amat sangat kepada petugas. Bukannya menolong, petugas terus meminta dia
 istighfar.

"Kamu kan mau mati, istighfar dulu, biar masuk surga," kata petugas.

Petugas lalu melafalkan syahadat dan meminta Wiwin untuk mengikutinya. 
Kondisinya yang sudah sekarat membuat Wiwin hanya bisa melafalkannya 
sepatah-patah lalu suaranya kembali hilang.

Di sela itu, suara 
tembak-menembak pun kembali riuh. Selain itu tampak jelas perbincangan 
para personel. Lalu kembali terdengar suara Wiwin, "Saya tadi 
menyerahkan diri kenapa ditembak?"

"Kenapa kamu menembak petugas?" jawab salah seorang anggota Densus 88.

lihat di : Pelanggaran HAM Densus 88 ==> 
http://www.youtube.com/watch?v=DXbNQPHDuPk

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke