Ref: Harga bawang merah  dan bawang putih naik, bendera merah putih pun naik  
berkibar di angkasa, supaya tekanan hidup tidak terasa,  anggaplah itu masalah 
biasa. 
      

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/03/13/09573498/Harga.Bawang.Naik.karena.Salah.Kebijakan

Harga Bawang Naik karena Salah Kebijakan
Rabu, 13 Maret 2013 | 09:57 WIB 

Komentar: 49
| 
 BERITA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA Pedagang bawang tengah melayani pembeli di 
Pasar Senen, Jakarta Pusat, Selasa (12/3/2013). Harga bawang merah dan putih 
terus menanjak dalam satu pekan terakhir, diakibatkan kurangnya pasokan. 
Pedagang berharap kepada pemerintah untuk menstabilkan pasokan bawang ke 
Jakarta. Berdasarkan rekomendasi impor produk holtikultura (RIPH), yang 
disetujui Kementrian Pertanian, kuota impor bawang putih pada semester I tahun 
2013 sebanyak 160.000 ton. 

JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia (APPSI) menilai naiknya 
harga bawang putih dan bawang merah dalam sepekan terakhir karena 
ketidakberesan pemerintah dalam mengatur sektor pertanian. Khususnya terkait 
dengan kebijakan impor sektor pangan.

Ngadiran, Sekretariat Jenderal Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia (APPSI) 
menjelaskan, baru kali ini harga bawang merah dan bawang putih lokal melonjak 
tajam. Menurut dia sebenarnya dari dulu suplai bawang merah dan bawang putih 
lokal cukup untuk memenuhi permintaan pasar dalam negeri.

"Pemerintah tidak dapat mengatur soal kebijakan pangan. Pemerintah berlakukan 
impor bawang saat musim panen yang merusak harga. Sehingga petani bawang 
semakin lama makin sedikit," ujar Ngadiran saat dihubungi KONTAN, Selasa 
(12/3/2013).

Menurut Ngadiran, justru di saat petani bawang semakin sedikit, pemerintah 
mengambil kebijakan menyetop impor bawang putih dan bawang merah. Alhasil, 
sekarang harga bawang melejit.

"Yang diuntungkan dari naiknya harga bawang saat ini adalah yang menyimpan 
barang (bawang) dan pemilik gudang. Mereka menahan barang sehingga harganya 
jadi naik," ujar Ngadiran.

Bahkan, Ngadiran, menduga naiknya harga komoditas pangan seperti kedelai, 
jagung, daging sapi, cabai, buah, bawang merah, dan bawang putih dalam beberapa 
bulan terakhir terkait Pemilihan Umum (Pemilu) 2014.

"Tahun ini kan tahun politik. Cari duitnya bisa macam-macam cara," ujar 
Ngadiran. Dia menuding para pemain besar tersebut menangguk untung besar demi 
perhelatan Pemilu tahun depan. (Oginawa R Prayogo/Kontan)



++++

http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/03/12/mjje56-ini-penyebab-harga-bawang-merah-sangat-mahal
Ini Penyebab Harga Bawang Merah Sangat Mahal
Rabu, 13 Maret 2013, 04:03 
EPUBLIKA.CO.ID, CIREBON---Harga bawang merah melonjak di sejumlah pasar 
tradisional Cirebon akibat kekurangan persediaan dari petani karena musim tanam 
bulan Januari hingga Maret menurun.

Manajer Koperasi Nusantara Jaya salah satu pengelelola petani bawang merah di 
Cirebon Mudatsir mengatakan, persediaan bawang merah dari petani berkurang 
karena hasil panen musim hujan menurun.

Harga bawang merah tingkat petani kini mencapai Rp 35 ribu per kilogram, kata 
dia, untuk eceran bisa tembus Rp 45 ribu per kilogram, tapi harga mahal petani 
belum panen diperkirakan produksi meningkat bulan April 2013.

Bagi petani bawang merah di Cirebon, mahalnya harga bawang merah tersebut, kata 
dia, akan menyulitkan mereka untuk pembelian bibit kini sudah mencapai Rp 25 
ribu per kilogram.

Harga stabil kisaran Rp 10 ribu tingkat petani, mereka lebih nyaman 
dibandingkan harga mahal menyulitkan konsumen dan anjlok hingga dibawah modal 
saat panen raya akibat melimpah bawang merah impor.

Sementara itu Kurnianto petani bawang merah di Indramayu mengaku, meskipun 
harga bawang putih dan bawang merah di pasaran saat ini cukup mahal, hingga 
mencapai Rp 44 ribu per kilogram, petani mengeluh karena tak menikmati. 
Pasalnya, panen belum panen.

Dikatakannya, hasil panen bawang merah saat musim penghujan banyak yang rusak, 
sehingga panen menurun, bahkan sebagian petani gagal panen akibat tanaman 
bawang merah mereka membusuk.

Kini, harga bawang merah melambung hingga tembus Rp 44 ribu per kilogram, 
sebelumnya saat petani panen musim hujan hanya dijual Rp 12 ribu per kilogram. 
Hal serupa dikeluhkan oleh Tarsana petani bawang merah di Losari Kabupaten 
Cirebon, dirinya mengaku tak menikmati mahalnya harga bawang, karena telah 
panen lebih dulu dua minggu lalu saat itu harganya Rp 12 ribu per kilogram.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke