Ref: Sudah menjadi tradisi dalam sistem demonkrasi NKRI ialah biasanya ketua 
partai politik adalah calon presiden negara pada pemilihan umum, jadi langkah 
berikut Ibu Negara akan menjadi kandidat  presiden PD pada pemilu tahun depan.

http://www.jurnas.com/news/85048/Ibu_Ani_Diusukan_Jadi_Kandidat_Ketua_Umum_Demokrat_/1/Nasional/Politik-Keamanan

Ibu Ani Diusukan Jadi Kandidat Ketua Umum Demokrat 


Jurnas.com | SETELAH bermunculan nama-nama seperti Hadi Utomo, Saan Mustopa, 
Syarif Hasan, hingga Marzuki Alie sebagai calon Ketua Umum Partai Demokrat yang 
akan dipilih pada Kongres Luar Biasa di Bali nanti, Kristiani Herawati 
Yudhoyono atau Ibu Ani Yudhoyono mulai dijagokan sebagai pengganti Anas 
Urbaningrum.

Nama Ani Yudhoyono dijagokan beberapa kader PD yang terhimpun dalam Konsorsium 
Pimpinan Pusat Persaudaraan Kader Partai Demokrat (Perekat). Alasannya, istri 
Ketua Majelis Tinggi, Susilo Bambang Yudhoyono, tersebut dinilai sebagai figur 
yang mempunyai kapasitas untuk menyelamatkan partai.

“Ibu Ani Yudhoyono layak dan pantas menjadi Ketua Umum DPP Partai Demokrat pada 
Kongres Luar Biasa di Bali,” ujar Koordinator Perekat, Subur Sembiring, dalam 
konferensi pers di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Kamis (14/3).

Menurutnya, Ani Yudhoyono merupakan kader utama dan berpengalaman dalam 
mengelola partai karena pernah menjadi Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat 
dimasa kepemimpinan Subur Budi Santoso. Oleh karena itu, dia dianggap figur 
yang sudah kemampuannya baik di internal partai maupun dalam kenegaraan.

Selain itu, Ani Yudhoyono juga tidak memiliki beban politik untuk mencalonkan 
diri menjadi presiden atau wakil presiden pada 2014. “Beliau punya kapasitas 
dan integritas. Semua kader pasti akan menerima, karena beliau bisa menjadi 
perekat dan pemersatu seluruh kader partai,” tambah Subur.

Terpisah, Ketua Fraksi PD DPR, Nurhayati Ali Assegaf, mengatakan, bahwa 
calon-calon ketua umum akan ditentukan lebih dulu oleh Majelis Tinggi sebelum 
dipilih secara aklamasi pada KLB. Pasalnya, hal tersebut merupakan bagian dari 
upaya penyelamatan partai yang diumumkan oleh Majelis Tinggi.

Kendati demikian, dia menjamin jika proses pemilihan ketua umum akan tetap 
demokratis. “Aklamasi bukan berarti tidak demokratis. Kalau sudah 80 persen 
kader mengajukan nama tertentu, berarti itu kan sudah dibilang aklamasi. 
Daripada membuang waktu untuk proses voting lagi. Jadi aklamasi itu 
demokratis,” kilah Nurhayati.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke