http://www.ambonekspres.com/index.php?option=read&cat=53&id=41379

JUMAT, 15 Maret 2013 | 


Penyerang Membawa Parang, dan Beringas

Kantor Golkar Malra Dirusaki Massa


LANGGUR, AE. — Puluhan orang tidak dikenal, Selasa (12/3) tengah malam 
menyerang Sekretariat DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara di perempatan 
kawasan Pemda, Kota Langgur. Belum diketahui motif penyerangan ini, hanya saja 
ada dugaan terkait dengan pemilihan kepala daerah.

Para penyerang, bersenjatakan alat tajam. Mereka merusak meja kursi dan 
memotong beberapa pintu kantor tersebut. Baliho pasangan bakal calon 
Gubernur-Wakil Gubernur Maluku, Said Assagaff dan Zeth Sahuburua (SETIA) yang 
terpasang di depan kantor dirusaki dan dirobohkan.

Salah satu saksi mata, Yopi Welerubun menuturkan penyerangan terjadi sekira 
pukul 23.30 WIT. Saat penyerangan warga di sekitar tempat kejadian telah 
tertidur lelap. Welerubun yang bertugas menjaga kantor Golkar sedang merapikan 
bendera-bendera hias di salah satu ruangan kantor tersebut. 
"Saya sementara merapikan bendera, tiba-tiba mendengar suara bising kendaraan. 
Dan sejumlah orang tiba-tiba masuk ke dalam kantor," tutur Welerubun ketika 
ditemui Ambon Ekspres di kantor Sekretariat PDP Golkar Malra, kemarin.

Melihat kondisi yang tidak nyaman, dia memutuskan menyelamatkan diri. Dia 
melompat keluar dari tembok kantor ke seberang jalan sambil mencari 
perlindungan. Saat bersembunyi, dia melihat sekitar 20-an pemuda membawa parang 
dengan mengendarai sepeda motor. "Sekitar 20-an orang. Saya tidak kenal mereka 
karena kondisi gelap dan saya melihat dari jauh,” akunya.

Setelah puas merusak kantor, pelaku kabur meninggalkan lokasi. Akibat aksi 
puluhan pelaku itu, kursi plastik, daun pintu, baliho pasangan calon SETIA yang 
diusung Golkar bahkan salah satu warung makan di tempat kejadian rusak. 

Kapolres Malra AKBP Iroth Laurens Recky mengatakan, kasus penyerangan kantor 
Golkar menjadi kasus kriminal pertama, setelah tidak lagi ada 
gesekan antara masyarakat dalam dua bulan terakhir ini. Dia tidak menampik 
kasus-kasus berbau politik ini sudah dianalisa polisi jauh-jauh hari. 

Hanya saja waktu kejadian diluar prediksi secara manusiawi. "Keadaan di kedua 
wilayah ini sudah sangat kondusif dibandingkan di akhir tahun 2012 dan Januari 
2013 lalu yang tingkat konflik komunalnya sangat tinggi," jelas Kapolres.

Perusakan kantor Golkar, kata Kapolres, polisi sudah berupaya mengantisipasi. 
Kapolres berharap masyarakat tidak terjebak dengan proses politik yang 
menghancurkan hubungan kekerabatan yang selama ini terbangun. "Pilkada hanya 
sehari, janganlah sehari itu kemudian menghancurkan hubungan kekeluargaan yang 
terjaga akibat terjadi permusuhan," imbaunya.

DPD Partai Golkar Malra sudah melaporkan perusakan ini ke pihak kepolisian. Dan 
Polres Malra sudah melakukan olah TKP untuk melakukan penyelidikan.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke