Ref: Oh bukan PKI  (Partai Komunis Indonesia)  melainkan PKS diduga “Pemain 
Kotor Importir” atau disingkat PKI. Apakah salah kalau mantan presiden PKS 
terlibat pernah menjadi anggota PKI pada zaman bahula?

http://hukum.kompasiana.com/2013/03/17/mantan-presiden-pks-diduga-terlibat-pki-542971.html


Mantan Presiden PKS Diduga Terlibat PKI

OPINI | 17 March 2013 | 08:37 Dibaca: 928   


Mahalnya harga daging di Indonesia yang sudah termasuk kategori harga daging 
termahal di dunia, tentunya kondisi ini membuat rakyat semakin menderita, 
terutama rakyat kecil yang tidak mampu lagi untuk mengkonsumsi daging karena 
harganya yang terlalu tinggi sehingga tidak terjangkau bagi daya beli 
masyarakat kecil.

Belum lagi penderitaan yang dialami oleh para pedagang bakso dan rumah makan, 
mereka juga mengeluh dan meratapi nasibnya, bagi yang kurang kuat imannya, 
misalkan banyak diantara para pedagang bakso yang justru mempergunakan daging 
babi celeng sebagai bahan dasar pembuatan bakso yang konon harganya lebih murah 
daripada daging sapi.

TUHAN tidak pernah tidur, TUHAN maha tahu apa yang sesungguhnya terjadi dibalik 
mahalnya harga daging, maka melalui tangan TUHAN, akhirnya terungkapnya juga 
bahwa kasus suap impor daging menjadi salah satu pangkal penyebab tingginya 
harga daging di Indonesia.

Sebagaimana kita ketahui bahwa kasus suap impor daging sapi di Kementerian 
Pertanian memang telah menetapkan 4 orang sebagai tersangka, yakni Ahmad 
Fathanah, Luthfi Hasan Isaaq mantan presiden PKS dan dua orang dari jajaran 
direksi PT Indoguna Utama, dalam kasus suap impor daging ini Luthfi Hasan Isaaq 
diduga menjual pengaruhnya untuk mengintervensi pejabat kementerian pertanian 
yang berwenang untuk mengatur pembagian kuota impor daging, Posisi Luthfi 
sebagai ketua Partai tentunya memiliki pengaruh besar terutama jika dikaitkan 
dengan menteri Pertanian Suswono yang juga merupakan Kader PKS.

Berdasarkan proses penyidikan yang dilakukan oleh KPK, kasus suap impor daging 
ini berawal dari pertemuan adanya pertemuan antara Elda dengan Luthfi Hasan 
Isaaq, Suswono dan Amad Fathanah di medan yang konon katanya membahas tentang 
perbedaan data yang dimiliki oleh Suswono dengan data dari Asosiasi Perbenihan 
Indonesia, yang mana posisi Elda Devianne Adiningrat adalah sebagai ketua umum 
Asosiasi Perbenihan Indonesia, sehingga akibat pertemuan ini Elda ditetapkan 
sebagai saksi oleh tim penyidik KPK karena dianggap tahu banyak tentang 
Permainan Kotor Importir (PKI) daging sapi di Kementerian Pertanian.

Luar biasa sekali Permainan Kotor Importir (PKI), mereka bisa mengatur sebuah 
pertemuan dengan melibatkan Kementerian terkait hanya untuk membandingkan 
perbedaan data dari Asosiasi Perbenihan Indonesia dengan data dari Kementerian 
Pertanian, konyolnya pertemuan tersebut justru dihadiri juga oleh Luthfi Hasan 
Isaaq yang secara kapasitas tidak ada hubungannya dengan persoalan ini, 
sehingga ada dugaan bahwa Luthfi Hasan Isaaq mantan presiden PKS terlibat 
secara langsung dengan Permainan Kotor Importir (PKI) daging sapi di 
Kementerian Pertanian.

Permainan Kotor Importir (PKI) ini memang luarbiasa, Informasi dari KPK 
menyebutkan kalau PT Indoguna Utama selaku perusahaan impor daging menjanjikan 
komitmen fee sebesar Rp 40 miliar untuk mendapat jatah kuota impor 8.000 ton 
daging tahun ini. Dari nilai tersebut, diduga baru Rp 1 miliar yang diberikan 
melalui Ahmad Fathanah. Nilai komitmen fee Rp 40 miliar itu dihitung dari 8.000 
ton daging dikalikan dengan Rp 5.000 per kilogram sesuai dengan yang dijanjikan.

Maka dengan nilai fee yang besar ini tentunya membuat mantan presiden PKS 
begitu hijau matanya melihat angka demi angka yang fantastis tersebut. Ini baru 
satu yang ketahuan, karena tidak menutup kemungkinan diduga masih ada lagi 
keterlibatan Luthfi Hasan Isaaq dalam pusaran Permainan Kotor Importir (PKI) 
dibalik renyahnya daging berjanggut.

Bukan hanyan mantan presiden PKS saja yang diduga terlibat PKI (Permainan Kotor 
Importir), namun Menteri Pertanian Suswono juga diduga terlibat PKI, bukan 
hanya masalah impor daging, beberapa komoditas pertanian yang lainnya juga 
bermasalah terutama terkait dengan kebijakan impor yang tidak jelas arahnya.

Lihat saja bukan hanya harga daging yang mahal, bawang putih dan bawang merah 
juga ikut-ikutan mahal, tetapi Menteri Pertanian Suswono yang juga kader PKS 
ini malah banyak mencari alasan, mulai dari soal terlalu banyak importir, 
petani yang mengkonversi tanahnya ke padi dan macam-macam alasan yang tidak 
jelas dan tidak masuk akal tanpa mampu mencari solusi yang terbaik agar 
penderitaan rakyat dapat segera diatasi. Padahal dulu sebelum Suswono menjabat 
sebagai Menteri Pertanian, belum pernah ada istilah krisis bawang dan krisis 
daging yang harganya gila-gilaan, apakah ini terkait dengan kebijakan impor.

Lalu ada apa dibalik kebijakan impor ini, apakah ada akal bulus yang sengaja 
diciptakan agar mendapatkan sesuatu disana layaknya impor renyah daging 
berjanggut, bila dugaan ini benar, sungguh sangat biadab perbuatan oknum-oknum 
kader PKS ini yang diduga memanfaatkan penderitaan rakyat bagi kepentingan dan 
keuntungan pribadi serta kelompoknya saja


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke