GEREJA DI ABERDEEN BERBAGI TEMPAT IBADAH DENGAN UMAT MUSLIM
Sebuah gereja di Aberdeen menjadi gereja pertama di Inggris yang bersedia berbagi tempat ibadah dengan umat Muslim. Gereja Episkopal Saint John mempersilakan umat Muslim setempat untuk menunaikan ibadah salat lima waktu atau salat Jumat di salah satu bagian gedung gereja yang letaknya berdekatan dengan bangunan masjid. Pendeta Isaac Poobalan (50), selaku kepala gereja tersebut telah menyerahkan aula gereja kepada Imam Kepala Ahmed Megharbi untuk dapat digunakan sebagai tempat salat. Pendeta Poobalan mengungkapkan tindakan ini dia lakukan karena ukuran masjid di situ terlalu kecil sehingga tidak dapat menampung umat Muslim setempat yang datang beribadah. "Masjid itu selalu sangat penuh di beberapa kesempatan. Ada banyak orang yang berdoa di luar masjid sambil diterpa angin dingin, salju dan hujan. Ada banyak umat Muslim yang salat di luar ketika salju turun pertama kali di musim dingin dan itu pemandangan yang sulit sekali untuk diabaikan. Mereka bisa sakit atau mati kedinginan," ujarnya. Melihat kondisi itu, Poobalan merasa turut prihatin. Dia berpikir apabila tidak berbuat sesuatu untuk membantu, artinya dia sama saja tidak menjalankan keyakinannya dengan benar untuk membantu sesama tanpa perlu membedakan satu sama lain. Poobalan mengatakan apa yang dilakukannya adalah sesuatu yang biasa saja, tak ada hubungannya dengan agama, sebab semua ibadah tetap dijalankan dengan keyakinan masing masing. "Ini semua didasarkan pada hakikat manusia. Memiliki kepercayaan yang berbeda bukan berarti memisahkan kita sebagai manusia," dia menegaskan. Sementara itu, Imam Kepala Masjid Ahmed Megharbi menyambut baik usulan tersebut. Imam Megharbi pun kerap menunaikan ibadah salat di aula tersebut. "Hubungan erat antar kedua umat beragama ini merupakan hal yang positif," terangnya. Dia juga memaparkan hubungan antara umat Muslim dan Kristiani di wilayah itu sangat harmonis. "Hubungan ini merupakan persahabatan dan dibangun di atas rasa hormat," ujarnya. Meghrabi juga menyampaikan ini bukan kali pertama kedua umat saling berbagi. Pada malam Natal 2010, kedua umat beragama membuka pintu gereja dan masjid untuk berdoa, makan bersama, dan bersosialisasi. Sedangkan di tahun 2011, gereja dan masjid bekerjasama menggelar perayaan memperingati 10 tahun tragedi serangan 11 September ke AS. (KF-EDU/Vey/Viva/foto: Dailymail)
