Ref: Presiden seperti biasa bisa sebarkan berita bohong atau dalam bahasa manis 
 disebut “disinformasi” agar perhatian masyarakat dialihkan dari 
masalah-masalah urgen  misalnya sosial ekonomi penduduk miskin dan korupsi 
penguasa, pelanggaran peraturan pajak dsbnya ke arah lain seperti isu kudeta, 
ada pasukan siluman.

http://makassar.tribunnews.com/2013/03/25/pdip-presiden-teror-masyarakat-dengan-isu-kudeta


PDIP: Presiden Teror Masyarakat dengan Isu Kudeta
Tribun Timur - Senin, 25 Maret 2013 13:09 WITAJAKARTA, 
TRIBUN-TIMUR.COM--Anggota Komisi III dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia 
Perjuangan, Eva Kusuma Sundari meminta Presiden untuk tak lagi sibuk mengurusi 
isu kudeta. Isu kudeta itu, menurutnya, justru memberikan teror bagi 
masyarakat. 
"Kenyataannya, Presiden meneror kita semua dengan isu kudeta, dan ini sama 
sekali tidak berguna," ujar Eva di Jakarta, Senin (25/3/2013).

Eva mengaku tak tahu alasan kekhawatiran berlebihan yang dimiliki Presiden. 
Padahal, Eva yakin aksi unjuk rasa yang dilakukan hari ini sama sekali tidak 
akan berujung pada kudeta. "Sepanjang TNI tidak terlibat, tidak akan ada 
kudeta. Hanya TNI yang punya reputasi kudeta," ucapnya.

Eva pun meminta agar Presiden mengurusi kepentingan lain seperti Pengadilan HAM 
ad hoc. "Saya berharap Presiden tetap melanjutkan pendirian human right court, 
dan tidak menggunakan isu kudeta untuk membatalkannya," imbuhnya.

Beberapa waktu lalu, Presiden SBY mengundang mantan Komandan Komando Pasukan 
Khusus (Kopassus) Prabowo Subianto dan tujuh jenderal TNI lainnya. Seluruh tamu 
SBY itu sepakat mengatakan akan mendukung pemerintahan hingga akhir masa 
pemerintahannya tanpa ada gonjang-ganjing politik. Presiden juga sempat meminta 
kepada para elite politik dan kelompok-kelompok tertentu agar jangan keluar 
jalur demokrasi.

Presiden pun meminta kepada mereka agar jangan ada upaya untuk membuat 
pemerintahan terguncang. "Saya hanya berharap kepada para elit politik dan 
kelompok-kelompok tertentu tetaplah berada dalam koridor demokrasi. Itu sah. 
Tetapi kalau lebih dari itu, apalagi kalau lebih dari sebuah rencana untuk 
membuat gonjang-ganjingnya negara kita, untuk membuat pemerintah tidak bisa 
bekerja, saya khawatir ini justru akan menyusahkan rakyat kita," kata Presiden.

Seperti diberitakan, Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia (MKRI) tetap akan 
memulai aksi pada Senin (25/3/2013 ). MKRI akan melakukan aksi serentak di 25 
provinsi. Untuk di Jakarta, aksi akan dilakukan di Gedung Yayasan Lembaga 
Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) di Jalan Diponegoro, Jakarta, pukul 11.00 WIB. 
Aksi ini merupakan deklarasi gerakan MKRI yang dipimpin Ratna Sarumpaet. Tujuan 
mereka, yakni menggulingkan pemerintahan SBY-Boediono sebelum Pemilu 2014.
Setelah itu, mereka akan membentuk pemerintahan transisi dengan menunjuk 
tokoh-tokoh tertentu untuk menjalankan pemerintahan sementara. Selama transisi, 
mereka akan merubah peraturan perundang-undangan hingga menyiapkan pemilu. 
Akhirnya, terbentuk pemerintahan baru. Setelah deklarasi Senin besok, mereka 
menyebut akan menyosialisasikan gerakan tersebut ke masyarakat.



Editor : Imam Wahyudi
Sumber : Kompas.com

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke