http://www.harianterbit.com/2013/03/25/demonstran-anti-sby-diancam-akan-ditembak/

Senin, 25 Maret 2013 12:26 WIB 
Demonstran Anti SBY Diancam Akan Ditembak
Junaedi/Ali Akbar Batubara — HARIAN TERBIT
 
JAKARTA– Sekitar lima ribuan orang melakukan aksi unjuk rasa di Bundaran HI, 
Istana Negara dan masa terkonsentrasi sekitar pukul 13.00 WIB, di halaman 
Kantor YLBHI, Jalan Diponegoro Nomor 74, Jakarta Pusat. Meski ada demo untuk 
mengkudetanya, Presiden SBY tetap masuk kantor untuk terima Presiden Liberia.

Menurut Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) yang juga anggota Majelis 
Kedaulatan Rakyat Indonesia (MKRI), Adhie Masardi, pihaknya tidak melakukan 
aksi meminta SBY mundur secara besar-besaran, karena ada kabar pihaknya akan di 
serbu pihak keamanan. Pernyataan resmi ingin ‘menghabisi’ aksi unjuk rasa ini 
berasal dari pihak Istana dan Menteri Pertahanan dan Keamanan.

“Kami sebagai pihak yang waras tidak akan ikut terbuai dengan kecurigaan 
mereka, lalu menghadapinya secara fisik. Kita tak mau masyarakat sipil digebuki 
atau ditembak,” kata Adhie kepada Harian Terbit, Senin (25/3).

Bahkan, lanjut Adhie, pihaknya mendengar ada pihak tertentu yang memobilisasi 
masyarakat sipil untuk menyerang aksi unjuk rasa. Untuk itu, massa MKRI akan 
berkonsentrasi di depan YLBHI, setelah itu diserahkan kepada teman-temannya 
yang akan ke Istana atau Bunderan HI.

“Di depan YLBHI diadakan panggung demokrasi untuk pemerintahan sipil dan bakti 
sosoial. Di situ akan diadakan orasi dari beberapa tokoh masyarakat,” jelasnya.
BHAKTI SOSIAL

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, rencana aksi 
unjuk rasa besar-besaran dengan tujuan menggulingkan rezim pemerintahan Susilo 
Bambang Yudhoyono hari ini, Senin (25/3), dikabarkan tidak jadi digelar. Acara 
demo diubah jadi bakti sosial dikomandoi MKRI. “Acara diubah jadi bakti sosial 
pembagian sembako,” ucapnya.

Menurut Rikwanto, kegiatan bakti sosial (baksos) akan digelar sekitar pukul 
13.00 WIB, di halaman Kantor YLBHI, Jalan Diponegoro Nomor 74, Jakarta Pusat. 
Estimasi warga yang datang mengikuti baksos, berjumlah 3.000 warga. 

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menuturkan, juga akan 
ada orasi politik Buyung Nasution, Lili Wahid, Ratna Sarumpaet, Adhie Massardi, 
dan lainnya. Selain itu, juga akan digelar acara kesenian dan baca puisi. 

Sementara itu, Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha, meski sempat 
mengkhawatirkan aksi ini sebagai upaya ‘kudeta’, Presiden SBY tetap akan 
berkantor seperti biasa. “Hari ini Bapak Presiden menerima kunjungan Presiden 
Liberia,” ujar Julian Aldrin Pasha.

Sebelumnya, Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik, Daniel Sparringa 
menegaskan, besok Presiden akan beraktivitas seperti biasa. Menurutnya, SBY 
tidak terpengaruh dengan isu kudeta. “Pada 25 Maret Presiden memiliki agenda 
yang padat dan ia akan bekerja seperti biasa,” kata Daniel.

Berdasarkan agenda yang telah ditetapkan sebelumnya, hari ini, Presiden Susilo 
Bambang Yudhoyono akan menerima kunjungan kenegaraan Presiden Liberia Ellen 
Johnson Sirleaf yang akan berada di Indonesia pada 24-28 Maret untuk menghadiri 
High Level Panel of Eminent Persons on the Post-2015 Development Agenda di Bali


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke