Ref:   Menjelang Pemilu yang akan datang dilahirkan banyak ramalan-ramalan 
indah.

http://www.analisadaily.com/news/2013/4777/indonesia-akan-jadi-pilar-ekonomi-dunia-2030/


Selasa, 26 Mar 2013 21:43 WIB 
Indonesia akan jadi pilar ekonomi dunia 2030

Makassar (ANTARA News) - Indonesia berpeluang masuk menjadi tujuh besar negara 
kekuatan ekonomi dunia pada 2030, mengalahkan Jerman dan Inggris. Tahun lalu, 
PDB Indonesia 928,274 miliar dolar Amerika Serikat dengan pendapatan perkapita 
pertahun 3.910 dolar Amerika Serikat.

"Indonesia diramalkan menjadi negara maju dengan pendapatan sekitar 24.000 
dolar Amerika Serikat perkapita pada 2050 berdasarkan riset The Economist 
2012," kata Ketua Umum Apindo Sulawesi Selatan, La Tunreng, pada Lokakarya dan 
Sosialisasi peluang Komunitas Ekonomi ASEAN (KEA) 2015, di Makassar, Selasa. 

Menurut dia, berdasar dari riset yang diambil dari Mc Kingsey Institute, 
Indonesia akan masuk dalam tujuh besar kekuatan ekonomi dunia pada 2030 
mengalahkan Jerman dan Inggris. Hal ini juga memasukkan indikator jumlah 
penduduk masing-masing negara.

Dari sisi kependudukan, kata dia, akan tumbuh kelas menengah Indonesia dari 45 
juta orang pada 2010 menjadi 135 juta orang pada 2030 atau tumbuh sekitar 90 
juta orang.

Selain itu, Indonesia diprediksi bersama negara-negara BRIC (Brazil, Rusia, 
India, dan China) akan mendominasi PDB dunia dengan pangsa lebih dari 50 persen 
pada 2025.  "PDB perkapita kita diperkirakan akan mencapai sekitar 15.000 dolar 
Amerika Serikat," katanya. 

Dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6,3 persen dibandingkan 
dengan Malaysia 5,4 persen, Thailand 5 persen, Singapura 1,2 persen, Fhilipina 
6,6 persen, dan Vietnam 5,7 persen. 

Indonesia sebagai negara dengan perekonomian ke-16 di dunia, nomor 4 di Asia, 
setelah China, Jepang dan India serta terbesar di Asia Tenggara. 

Salah satu keunggulan komparatif Indonesia yang belum diseriusi adalah sektor 
perikanan laut dan produk turunan. Potensi pendapatan negara dari ikan 
tangkapan laut pada 2010 sekitar 4 miliar dolar Amerika Serikat. 

Jumlah ini semakin tinggi jika diberi nilai tambah, mulai dari peningkatan 
teknologi penyimpanan dan pengemasan, efisiensi pengiriman, hingga pengolahan 
menjadi komoditas baru. (KR-DF/E008)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke