ref:  Bayangkan saja SBY yang berbintang jenderal dalam suasana aman sentosanya 
membingungkan kader, lantas kalau di medan perang melawan musuh, kebingungannya 
 bisa membuat  tentaranya  lari tunggang langang  pontang panting berak celana 
tak karuan atau menyerah karena kebingungan panglimannya sebelum dentuman 
meriam untuk berperang dimulai.

http://www.shnews.co/detile-17002-sby-bingungkan-kader.html

SBY Bingungkan Kader 
Ninuk Cucu Suwanti | Kamis, 28 Maret 2013 - 14:07:39 WIB

: 131 




(dok/antara)

Kemungkinan besar bakal terjadi perubahan AD/ART. 


JAKARTA - Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) 
bakal menjadi penentu ketua umum Partai Demokrat setelah ditinggalkan Anas 
Urbaningrum yang ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 
Sejumlah nama mulai beredar mengisi posisi jabatan ketua umum menjelang 
pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) di Bali, 30-31 Maret 2013. 

Hal tersebut dikemukakan oleh anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Ahmad 
Mubarok kepada SH ketika dihubungi di Jakarta, Kamis (28/3). 

"Ini perkembangannya sekarang, kader justru mengerucut mencalonkan SBY, tetapi 
tentunya Pak SBY nggak akan bersedia. Menurutnya, ini modal bagus musyawarah 
mufakat, dengan begitu Pak SBY yang didukung bisa dengan mudah memajukan 
calonnya. Calon yang ditunjuk untuk bekerja sama di partai," katanya. 

Dikonfirmasi apakah nama tersebut merupakan nama-nama yang telah menyatakan 
kesiapannya maju sebagai calon ketua umum, Ahmad membantah. Menurutnya, calon 
yang menjadi pilihan ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat merupakan calon di 
luar dari nama-nama yang beredar di media. 

"Nama yang akan muncul merupakan nama di luar dari dua nama (Marzuki Alie dan 
Saan Mustopa-red) yang menyatakan diri maju sebagai calon ketua umum. Biasanya 
yang belum disebut-sebut itu siapa, baru diketahui nanti pada menit terakhir," 
imbuhnya. 

Terpisah, Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Batoegana membenarkan saat ini 
dukungan kader Partai Demokrat ingin SBY mengisi kursi ketua umum. Tetapi bagi 
Sutan, keinginan tersebut amat tidak elok jika diamini SBY. 

"Demokrat itu partai terbuka, jangan biarkan Partai Demokrat yang sudah menjadi 
PT diubah menjadi CV Cikeas. Rasanya nggak elok, masa sekelas Susilo Bambang 
Yudhoyono yang sudah menjadi presiden dan ketua Majelis Tinggi juga menjadi 
ketua umum PD. Lebih kacau lagi, sekjennya Ibas yang tak lain anaknya," 
ujarnya. 

Meskipun menolak, Sutan Batoegana tetap berharap pelaksanaan KLB yang 
berlangsung di Bali akhir pekan ini berjalan secara musyawarah mufakat. 
Meskipun nantinya akan ada calon yang muncul dari permintaan ketua Majelis 
Tinggi Partai Demokrat. Dengan begitu, tidak ada kejadian seperti halnya di 
Bandung, yakni money politic. 

"Kriteria calon ketua umum adalah orang yang sudah berkeringat, orang paling 
lama sebagai anggota, dan memiliki KTA 2001-2005. Itu kelasnya Marzuki Alie, 
cuma sekarang Pak SBY yang menentukan orang yang bisa bekerja sama. Ini tentu 
dilakukan untuk menghindari pasar bebas dan money politic," imbuhnya. 

Saat ini setidaknya ada tiga orang di luar SBY yang mencalonkan diri menjadi 
ketua umum Partai Demokrat, yakni mantan Ketua DPC Cilacap Tri Dianto, 
Sekretaris F-PD DPR Saan Mustopa, dan anggota PD Habib Ahmad Shahab. 

Tri Dianto sudah medeklarasikan diri beberapa hari lalu, sementara Saan Mutopa 
juga sudah menyatakan kesiapannya. Adapun Kamis (27/3), Habib Ahmad Shahab 
mengumumkan akan maju untuk bersaing dengan siapa pun dalam KLB Partai Demokrat 
mendatang. 

Wakil Ketua Umum Max Sopacua mengatakan, SBY belum mengambil sikap apa pun 
terkait permintaan pengurus daerah agar dirinya maju sebagai calon ketua umum. 
"Pada prinsipnya, SBY menerima maksud dari 26 pengurus daerah yang meminta 
dirinya menjadi ketua umum. Namun, semua itu baru akan diputuskan SBY dalam KLB 
nanti," ujarnya. 

Dia mengatakan, kalau pun SBY menerima permintaan itu, posisi ketua harian akan 
dilahirkan dalam KLB nanti melalui perubahan AD/ART. "Kalau Pak SBY nanti jadi 
ketua umum akan ada seorang figur yang diputuskan untuk jadi ketua harian. 
Pengendalian partai sehari-hari bisa dilakukan oleh orang tersebut," ujarnya. 

Sejauh ini, kata Max, tidak ada halangan yang merintangi SBY untuk menjadi 
ketua umum. Partai Demokrat, lanjutnya, telah menyiapkan segala kemungkinan 
bila SBY akan mengambil posisi ketua umum, termasuk melakukan perubahan 
pengurus partai karena anaknya, Edhie Baskoro Yudhoyono, kini menjabat sebagai 
sekretaris jenderal. 

Sulit dan Dilematis 

Pengamat politik Universitas Gajah Mada AAGN Ari Dwipayana menilai, SBY 
menjelang KLB Partai Demokrat sulit dan dilematis. Ini karena SBY masih mencari 
calon ketua umum yang tepat untuk memimpin Partai Demokrat seandainya ia tidak 
maju sebagai calon ketua umum. 

"SBY membutuhkan orang yang bisa ia percaya, tidak berbahaya secara politik, 
tidak memiliki ambisi politik, dan relatif tidak menimbulkan resistensi atau 
bisa diterima oleh semua kalangan," kata Ari ketika dihubungi SH dari Jakarta, 
Kamis (28/3). 

Namun, kata Ari, bila tidak maju sebagai calon ketua umum dan tidak juga 
menemukan calon lain, SBY khawatir KLB berubah seperti pasar bebas politik. Hal 
itu terjadi dalam Kongres Partai Demokrat di Bandung, Jawa Barat. Karena itu, 
SBY sangat berkepentingan memastikan KLB menjadi forum terkendali. 

Dia mengatakan, permintaan sejumlah pengurus daerah agar SBY maju sebagai calon 
ketua umum terlalu berisiko untuk diambil. Ini karena SBY bisa menjadi "sasaran 
tembak" lawan politiknya, baik di internal maupun eksternal Partai Demokrat. 

Tidak hanya itu, katanya, SBY bisa diterjang kritik dan hujatan publik bila 
mengambil posisi ketua umum. Sebagai presiden, Ari mengatakan, SBY sering kali 
mengingatkan para menterinya yang berasal dari partai agar fokus bekerja di 
pemerintahan. "Bila SBY mengambil posisi ketua umum Partai Demokrat maka dia 
sedang menelan ludah sendiri," ujarnya. 

Ari memperkirakan SBY akan meminta forum memberikan kewenangan penuh kepada 
Majelis Tinggi Partai Demokrat untuk memilih ketua umum. Permintaan itu 
disampaikan lewat perubahan AD/ART. Tidak hanya itu, melalui perubahan AD/ART 
pula akan ditawarkan posisi ketua harian yang selama ini tidak pernah ada di 
Partai Demokrat. Wacana posisi ketua harian digulirkan setelah syarat calon 
ketua umum tidak boleh rangkap jabatan, seperti yang diinginkan oleh SBY 
dihapus. 

  

Memanas 

Dua hari menjelang diselenggarakannya KLB di Sanur, Bali, akhir pekan ini, 
situasi Partai Demokrat kian menghangat. Rabu (27/3), beredar pesan singkat SBY 
kepada Marzuki Alie, wakil ketua Dewan Pembina. Pesan singkat itu disampaikan 
SBY setelah ia menerima laporan soal langkah Marzuki mengumpulkan pengurus 
cabang. 

Dalam pesannya, SBY mengingatkan Marzuki, yang dikabarkan berniat kembali maju 
sebagai calon ketua umum, supaya tidak melakukan manuver politik yang bisa 
memperuncing friksi di Partai Demokrat. Sebagian pengurus cabang Partai 
Demokrat dilaporkan berkumpul di Jakarta sebelum melanjutkan perjalanan ke 
Bali. 

DPD Partai Demokrat Sulawesi Utara (Sulut) akan mendukung SBY sebagai ketua 
umum Partai Demokrat. Hal itu dikemukakan Ketua DPD Partai Demokrat Sulut Vicky 
Lumentut kepada SH di Manado, Kamis pagi. 

“SBY adalah figur pemersatu partai dan simbol Partai Demokrat. Saat ini PD 
Sulut mendukung SBY menjadi ketua umum DPP Partai Demokrat," ujar wali kota 
Manado itu. Pilihan mendukung SBY tersebut karena beragam alasan, seperti demi 
kekompakan partai dan mempercepat konsolidasi internal. (Ruhut Ambarita/Novie 
Waladow/Inno Jemabut) 

Sumber : Sinar Harapan

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke