Ref: Kemarin proyek Lapindo, sekarang  Al Quran, besok ada proyek baru? Mungkin 
dapat dipastikan bahwa Golkar akan memiliki banyak proyek apabila anggotanya 
dipilih dalam Pemilihan Umum (Pemilu) menjadi orang nomor wahid NKRI.

http://www.suarapembaruan.com/home/proyek-al-quran-milik-golkar-toh/33016

Proyek Al Quran Milik Golkar Toh?
Jumat, 29 Maret 2013 | 6:22

 Partai Golkar. [google] [JAKARTA] Saksi Abdul Kadir Alaydrus mengatakan bahwa 
dana proyek penggandaan Al Quran tahun 2011 senilai Rp 22 miliar dan tahun 2012 
sebesar Rp 50 miliar adalah milik Partai Golkar. 

Jika ingin mengerjakan proyek tersebut harus memberi  fee (komisi) sebesar 15 
persen dari nilai kontrak. 

Pernyataan itu disampaikan Abdul Kadir ketika bersaksi dalam sidang perkara 
korupsi dengan terdakwa Zulkarnaen Djabar dan Dendy Prasetya di Pengadilan 
Tipikor, Jakarta, Kamis (28/3) malam.   

Konsultan PT Adhi Aksara Abadi (A3I) ini menjelaskan, semua berawal ketika 
ditawari Fahd El Fouz, terdakwa Dendy Prasetya, Syamsurahman, Vascoruseimy dari 
Gerakan Muda (Gema) Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR), untuk 
mengerjakan proyek penggandaan Al Quran tahun 2011.   

Namun, lanjut Abdul Kadir, untuk dapat mengerjakan proyek tersebut harus 
memberikan fee sebesar 15 persen. Sebab, dikatakan dana proyek tersebut adalah 
milik kuning yang dipersepsikan milik Partai Golkar.   

"Istilah mereka (Fahd dan kawan-kawan, Red) itu seolah ini dana kuning. Yang 
saya tahu arahnya ke grup Golkar," ungkap Abdul Kadir.   

Abdul Kadir mengungkapkan dana kuning dipersepsikan sebagai milik Golkar, 
karena Fahd pernah mengenalkan diri dari MKGR, yang merupakan organisasi sayap 
Partai Golkar.   

Kesaksian Abdul Kadir tersebut, tidak jauh berbeda dari kesaksian rekannya, Ali 
Djufrie yang merupakan Direktur PT A3I.   

Dalam sidang sebelumnya, Ali mengatakan bahwa fee dari proyek pengadaan 
penggandaan Al Quran tahun 2011-2012 dan pengadaan laboratorium komputer di 
Madrasah Tsanawiyah (Mts) tahun 2011 di Kementerian Agama (Kemag), mengalir ke 
organisasi MKGR, yang merupakan organisasi sayap Partai Golkar.   

"Fee untuk MKGR," kata Ali Djufrie.   

Menurut Ali, perihal fee tersebut diketahui dari Fahd El Fouz (Ketua Umum Gema 
MKGR) selaku orang yang mengaku mengawal anggaran pengadaan Al Quran tahun 2011 
tersebut dari DPR.   

Bahkan, Ali mengakui bahwa memang ada pengeluaran sebesar Rp 9,2 miliar dari PT 
Aksara Abadi Indonesia (A3I) untuk pembayaran fee dari proyek yang bersumber 
dari APBN 2011 dan APBN-P 2012. [N-8]


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke