Ref: Dibalik Demokrat menyandarkan harapan kepada Yudhoyono, sebaliknya juga 
demikian, karena partai politik NKRI adalah bisnis keluarga berada. Jadi bukan 
hal aneh bin ajaib jika SBY dijadikan ketua umum.

http://www.analisadaily.com/news/2013/5708/demokrat-menyandarkan-harapan-kepada-yudhoyono/

31 Mar 2013 02:48 WIB 
SBY Ketua Umum
Demokrat Menyandarkan Harapan kepada Yudhoyono 
 

(Antara/widodo s. jusuf) SBY KETUM DEMOKRAT: Ketua Umum DPP Partai Demokrat 
Susilo Bambang Yudhoyono (tengah) menyalami sejumlah kader usai menyampaikan 
sambutan di acara penutupan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Hotel 
Inna Grand Bali Beach, Sanur, Bali, Sabtu (30/3) malam. Ketua Majelis Tinggi 
Partai Demokrat yang juga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terpilih sebagai 
Ketua Umum Partai Demokrat dalam forum Kongres Luar Biasa (KLB) secara aklamasi.


Sanur, Bali, (Analisa). Kader-kader dan para pengurus Partai Demokrat yang 
menghadiri Kongres Luar biasa di Sanur, Bali, Sabtu, akhirnya menyandarkan 
harapan sebesar-besarnya hanya kepada Susilo Bambang Yudhoyono untuk 
menyelamatkan dan membangkit kembali partai itu.
Hal itu tecermin dari suara bulat seluruh peserta KLB yang hanya menyuarakan 
satu nama, Susilo Bambang Yudhoyono, sebagai Ketua Umum DPP Partai Demokrat 
yang baru. Akhirnya Yudhoyono secara aklamasi ditetapkan menjadi Ketua Umum 
Partai Demokrat untuk dua tahun ke depan.

"Menimbang memutuskan Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Ketua Umum Partai 
Demokrat" kata pimpinan Majelis Sidang Amir Syamsuddin dalam Kongres Luar Biasa 
Partai Demokrat, Sabtu sore.

Kesediaan Yudhoyono disampaikan ketika menerima tujuh pimpinan sidang KLB, 
yaitu Max Sopacua, EE Mangindaan, Toto Riyanto, Syarif Hasan, Edhie Baskoro, 
Amir Syamsuddin dan Jhony Allen.

SBY bersedia menjadi ketua umum dengan dua syarat, pertama, hanya bersifat 
sementara semata-mata untuk penyelamatan partai dan sejumlah tugas diserahkan 
kepada ketua harian dan wakil majelis tinggi.

"Suasana batin, aspirasi, mata beliau mengatakan bersedia dengan syarat jabatan 
tersebut dijalankan benar-benar bersifat sementara. Beliau katakan ingin hanya 
dalam proses penyelamatan, konsolidasi partai, paling lama dua tahun," katanya. 
Setelah dua tahun, SBY meminta untuk mengadakan kongres kembali.

Syarat yang kedua adalah dibentuknya ketua harian untuk membantu tugasnya 
selain sebagai kepala negara.

"Supaya bisa berkonsentrasi menyelenggarakan, pengurus harian di bawah ketua 
harian, beliau ingatkan hampir semua tugas-tugas ketua umum akan diselesaikan 
oleh ketua harian," katanya.

Amir melanjutkan, tugas ketua Dewan Pembina juga diserahkan kepada wakil ketua 
Majelis Tinggi.

Dukungan terhadap SBY untuk menjadi Ketua Umum DPP Partai Demokrat juga 
disampaikan perwakilan Ketua DPD Aceh, Papua, Kalimantan Timur dan Jawa Timur 
yang sepakat mendukung SBY.

Sejumlah Ketua DPD tersebut juga menghendaki dipilihnya Ketua Harian Partai 
Demokrat untuk membantu tugas-tugas SBY yang juga sebagai Kepala Negara.

Dengan aklamasi, KLB kemudian memberi mandat kepada Ketua Umum DPP Partai 
Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono untuk membentuk formatur untuk menyusun 
kepengurusan.

KLB itu berlangsung lancar dan tertib. hanya dibutuhkan waktu tiga jam untuk 
menuntaskan seluruh agenda. Ketika dibuka oleh Sekjen Partai Demokrat Edhie 
Baskoro pukul 14.00 Wita, seluruh agenda dapat diselesaikan secara tuntas tiga 
jam kemudian, yaitu pukul 17.00. Pada pukul 19.30 diselenggarakan acara 
penutupan. Jadwal semula KLB akan berakhir Minggu (31/3).

Berhentikan Anas

Selain memilih Yudhoyono, KLB secara resmi memberhentikan Anas Urbaningrum 
sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

Pemberhentian tersebut berdasarkan Surat Keputusan 02/KLB/PD/III/ 2013 tentang 
Pemberhentian Anas Urbaningrum sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

"Kami berterima kasih kepada Anas Urbaningrum atas kinerjanya sampai dengan 
Februari 2013," katanya.

Ketika KLB berlangsung, Anas pun berada di Bali tetapi tidak diundang dan tidak 
berusaha untuk mengikuti KLB. "Saya hanya mendoakan mudah-mudahan KLB berjalan 
lancar, sukses dan hasilnya luar biasa," kata Anas.

Menurut dia, berada di Pulau Dewata tidak ada hubungannya dengan kongres yang 
tengah ramai dihadiri seluruh kader Demokrat dari seluruh Indonesia.

Politisi itu mengaku selama di Pulau Dewata hanya jalan-jalan menikmati libur 
panjang termasuk menjenguk ibu kandung rekannya yang juga merupakan Ketua 
Komisi III DPR, Gede Pasek Suardika di Kabupaten Buleleng yang sedang sakit.

Selama berlibur di Bali, Anas yang ditemani istrinya, Athiyah Laila dan 
beberapa kader Partai Demokrat, termasuk I Gede Pasek Suardika mengunjungi 
rumah aspirasi yang terletak di Jalan Ciung Wanara, kawasan Renon, Denpasar.

Selain itu, Anas juga berbelanja ke Pasar Seni Guwang di Gianyar untuk mencari 
kerajinan khas Pulau Dewata.

Setelah KLB dengan keputusan menetapkan Yudhoyono sebagai ketua umum baru dan 
secara resmi memberhentikan Anas dari ketua umum partai, informasi mengejutkan 
beredar.

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono diperkirakan akan 
mundur dari jabatannya karena akan melanjutkan pendidikan S3-nya di luar 
negeri, kata anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Melanie Leimena Suharli.

"Saya dapat kabar kalau Mas Ibas akan melanjutkan pendidikan S3," kata Melanie.

Melanie mengatakan Ibas akan kembali berpolitik pada 2015 setelah selesai 
pendidikan.

"Ibas bisa balik 2015. Tahun itu, Ibas lebih matang dalam berpolitik," kata 
Melanie.

Dia menambahkan, mundurnya Ibas adalah karena adanya keinginan DPD dan DPC yang 
meminta Ketua Majelis Tinggi PD Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Ketua Umum.

"'Kan tidak mungkin, bapak (SBY) jadi Ketua umum dan anaknya jadi sekjen," 
katanya.

Klik-klikan

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan politik 
"klik-klikan" atau membangun kubu-kubu tertentu di dalam partai bukan tradisi 
Partai Demokrat.

"Saya tidak suka politik klik-klikan. Bukan itu tradisi politik Partai 
Demokrat," kata Yudhoyono pada sambutannya pada penutupan Kongres Luar Biasa 
(KLB) Partai Demokrat di Sanur, Bali, Sabtu malam.

Ia meminta KLB Bali menjadi tonggak persatuan untuk memperkuat kekompakan 
partai tersebut.

"Tidak ada istilah gusur menggusur... jika ada penataan, sifatnya agar semua 
elemen terwakili di partai kita," katanya.

Ia mengajak seluruh kader untuk menjadikan KLB sebagai tonggak sejarah baru 
menuju kebangkitan dan kejayaan Partai Demokrat di masa depan.

Untuk mengembalikan kejayaan Partai Demokrat yang tercatat sukses membawa 
Yudhoyono ke tampuk tertinggi pemerintahan, Yudhoyono mengusulkan sejumlah 
langkah.

Pertama, yaitu melanjutkan upaya pembenahan partai untuk meraih kembali 
kepercayaan rakyat setelah dalam beberapa waktu terakhir beberapa kadernya 
terlibat kasus hukum.

Kedua, yaitu mencegah prakiek dan perilaku politik yang tidak baik. Yudhoyono 
memberikan contoh dalam bentuk praktek korupsi dan memungut uang untuk 
kepentingan pribadi misal dalam pencalonan calon legislatif, gubernur, bupati, 
dan presiden.

"Kecuali untuk administrasi dan bantuan pada partai itu silakan... Konsepnya 
bukan suap atau pungli dengan tujuan memperkaya diri sendiri," ujarnya. 

Ia juga mengimbau bagi pihak-pihak yang merasa diperas untuk melapor ke komisi 
pengawas.

Ketiga, Yudhoyono menyoroti perlunya para kader untuk menyiapkan kemampuan dan 
integritas sehingga tidak hanya mengandalkan popularitas saja saat mencalonkan 
diri sebagai calon legislatif.

Pada Sabtu petang pukul 17.00 wita, KLB Partai Demokrat yang dimulai pukul 
14.00 wita secara musyawarah mufakat memutuskan Yudhoyono sebagai ketua umum 
menggantikan Anas Urbaningrum yang berhenti karena terlibat kasus hukum.

Yudhoyono bersedia dengan mengajukan dua syarat yaitu jabatan itu bersikap 
sementara atau paling lama dua tahun dan berhak untuk menunjuk ketua harian, 
ketua harian dewan pembina dan wakil ketua Majelis Tinggi. (Ant)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke