Ref: Karena 7 perusahaan tak cerah prospeknya, maka diharapkan agar kasus 
Lumpur Lapindo dilupakan dari ingatan. Hehehehe 

http://www.manadonews.com/berita/ekonomi-bisnis/dari--perusahaan-bakrie-hanya--yang-prospeknya-cerah.html


Dari 9 perusahaan Bakrie, hanya 2 yang prospeknya cerah
Ekonomi Bisnis | Senin, 01 April 2013 | 00:11     66 kali     0 
Oleh : Roland Jo, manadonews.com


PT Bakrie&Brothers Tbk menaungi beberapa anak usaha mulai dari Bumi Resources 
(35 persen), Bakrie Sumatera Plantations (54,59 persen), Bakrie Telecom (52,6 
persen), Energi Mega Persada (40 persen).

Ada pula Bakrieland Development (40 persen), Bakrie Metal Industries (99,9 
persen), Bakrie Indo Infrastructure (99,9 persen), Berau Coal Energy hingga 
Viva Media Asia.

Meski masih terlilit utang, Direktur Utama & CEO BNBR Bobby Gafur Umar 
mengklaim bahwa unit-unit usaha BNBR dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan 
kinerja yang semakin baik.

Laporan keuangan perusahaan milik Aburizal Bakrie menunjukkan, unit-unit usaha 
Perseroan menyumbang 66 persen dari total revenue BNBR, dengan nilai mencapai 
Rp 10,11 triliun.

Dari beberapa perusahaan milik Bakrie tersebut, hanya dua yang disebut-sebut 
Bobby masih memiliki prospek cerah dan bisa dikembangkan. Yakni, PT Bakrie 
Building Industries (BBI) dan PT Bakrie Tosanjaya (BTJ).

"Industri bahan bangunan memiliki prospek sangat bagus, seiring dengan 
pertumbuhan industri properti dan konstruksi. Didukung juga dengan jumlah 
penduduk yang sangat besar dan daya beli konsumen yang terus meningkat, kami 
sangat optimis, industri bahan bangunan di dalam negeri akan terus melaju," 
kata Bobby melalui keterangan pers yang diterima merdeka.com, Minggu (31/3).

Perusahaan yang memproduksi aneka jenis bahan bangunan di pabriknya di kawasan 
Jakarta Barat ini, tahun lalu berhasil meraup laba bersih Rp 39,2 miliar. Nilai 
ini meningkat 62 persen dibanding perolehan laba tahun sebelumnya. Tahun lalu, 
nilai penjualan PT BBI tumbuh 45 persen hingga mencapai Rp 651 miliar. Tahun 
ini ditargetkan bisa mencapai Rp 873 miliar.

"Ini target yang sangat realistis, mengingat berbagai inisiatif yang sedang 
dilakukan untuk mendorong pertumbuhan usaha PT BBI," kata Bobby.

PT Bakrie Tosanjaya (BTJ), unit usaha Perseroan yang memproduksi komponen 
otomotif juga diakui memiliki prospek yang cerah untuk berkembang. Hal ini 
sejalan dengan pertumbuhan industri otomotif nasional.

"Kami serius memacu pertumbuhan bisnis divisi manufaktur komponen otomotif 
menjadi bidang usaha utama PT BTJ," ucap Bobby.

Dalam upaya pengembangan PT BTJ, perseroan belum lama ini menuntaskan proses 
akuisisi aset terkait dengan komponen otomotif yang dimiliki oleh salah satu 
anak kelompok usaha besar asal Korea Selatan yang beroperasi di Indonesia.

"Ya, sudah final, dengan dukungan pembiayaan dari perbankan nasional," ujarnya.

Chief Investor Relations BNBR Indra Ginting menambahkan, PT BTJ selama ini 
tercatat sebagai produsen dan pemasok komponen beberapa merk mobil komersial.

"BTJ selama ini menjadi salah satu pemasok utama komponen untuk kendaraan niaga 
seperti Mitsubishi, Hino, Daihatsu dan Toyota. Kinerja Bakrie Tosanjaya sangat 
bagus, dengan pertumbuhan EBITDA sekitar 60 persen dibanding tahun 2011. Ini 
juga didukung oleh pasar mobil komersial yang rata-rata per tahun tumbuh 24 
persen sampai 26 persen," tutup Indra.
[noe/merdeka]


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke