http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=284257:hanya-sedikit-menolak-bendera-dan-lambang-aceh&catid=13:aceh&Itemid=26


            Saturday, 30 March 2013 15:31        
     
      Hanya sedikit menolak bendera dan lambang Aceh  
      Warta  
      HENDRO KOTO
      WASPADA ONLINE

      BANDA ACEH - Sekretaris Fraksi Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten 
Pidie, Suadi Sulaiman mengatakan hanya sebagian kecil masyarakat Aceh yang 
menolak pemberlakuan bendera dan lambang Aceh.

      "Saya pikir, hanya kelompok minoritas dan sebagian kecil saja masyarakat 
yang menolak pemberlakukan Qanun Nomor 3 tahun 2013 tentang bendera dan lambang 
Aceh yang telah disahkan oleh DPR Aceh," katanya kepada Waspada Online, hari 
ini.

      Ia menerangkan, secara aturan dan yuridis formal, tidak perlu ada lagi 
perdebatan ataupun ketidaksetujuan atas pemberlakuan qanun tentang bendera dan 
lambang Aceh tersebut. "Bendera dan lambang Aceh itu memperlihatkan identitas 
ke Acehan, dan ini sudah sesuai kesepakatan perjanjian damai yang 
ditandatangani pada 15 Agustus 2005 antara RI dan GAM pada kala itu," ujarnya.

      Ia menambahkan, walaupun setelah disahkan dan dimasukkan dalam lembaran 
daerah, Qanun Nomor 3 2013 tentang bendera dan lambang Aceh masih harus 
diverifikasi oleh Kementrian Dalam Negeri, namun kita berharap kepada semua 
elemen yang ada di Aceh untuk tidak mempolitisasinya. "Bendera dan lambang Aceh 
itu adalah keinginan dan kemauan masyarakat," tukasnya.

      Menurutnya, keberadaan Qanun Bendera dan Lambang Aceh itu juga nantinya 
akan memberikan perlindungan kepada kelompok minoritas yang berdomisili di 
Aceh. "Karena itu marikan kita jadikan bendera dan lambang ini sebagai kekuatan 
yang menyatukan berbagai kelompok dan elemen yang ada di Aceh," paparnya.

      Ia juga meminta kepada masyarakat, untuk tidak memperlihatkan arogansi 
dan kesombongan pada saat mengibarkan bendera Aceh tersebut. "Bendera dan 
lambang itu merupakan milik masyarakat, dan kita tidak perlu bersikap arogan 
dalam mengekspresikannnya," tandasnya.

      Editor: SASTROY BANGUN
     


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke