Ref: Tentu saja gubernur sebagai pelayan rezim berkuasa  kesal karena menurut 
pahamnya, pemberitaan yang mencemarkan nama  baik dan mencoreng muka rezim 
tidak pantas diberitakan. Harus berita puji-puja sekalipun tidak ada yang patut 
dipuji dan dipujakan.

http://www.suarapembaruan.com/home/gubernur-papua-barat-kesal-atas-pemberitaan-media/33310

95 Balita Meninggal Akibat Busung Lapar 
Gubernur Papua Barat Kesal Atas Pemberitaan Media
Rabu, 3 April 2013 | 19:11

 Abraham Octovianus Atururi. [Google] [JAYAPURA] Korban tewas akibat busung 
lapar dan wabah penyakit yang melanda Distrik Kwoor, Kabupaten Tambrauw, Papua 
Barat masih simpang siur.   

Ini ditegaskan  Gubernur Provinsi Papua Barat, Abraham Octovianus Atururi. 
Bahkan ia mengklaim   hanya  empat orang yang meninggal dunia. 

Gubernur Papua Barat ini juga meminta agar media tidak membesar-besarkan 
kematian warga di Distrik Kwoor, Kabupaten Tambrauw-Papua Barat kepada publik. 

“Saya ini gubernur, yang baru pimpin rapat, dan saya sudah tanya kepala dinas 
dan hanya ada empat orang yang meninggal. Jadi jangan dibesar-besarkan itu. 
Jadi sebenarnya hanya empat orang saja,” katanya kepada wartawan usai   
pertemuan di Polda Papua, Rabu (3/4) siang. 

Disinggung soal penyebab kematian 4  warga di Distrik Kwoor,  Gubernur 
mengatakan, mereka meninggal biasa. 

”Ya,  kalau mati jangan dibilang mati. Mati ya katakan mati, kalau sudah mati 
ya sudah. Jumlahnya saja yang tidak sebesar itu, tapi memang ada kasus itu,” 
ujarnya  dengan nada kesal. 

Sementara itu, Kapolres Sorong, AKBP Zulfan ketika dikonfirmasi mengakui korban 
tewas akibat musibah di Distrik Kwoor, Kabupaten Tambrauw kurang dari 10 orang. 

”Informasi yang kami terima, mereka meninggal karena kekurangan gizi dan yang 
meninggal tidak lebih dari 10, tidak seperti yang diberitakan di media sebanyak 
95 orang. Polisi sudah mengecek ke lokasi dan Pemda juga sudah mengakui adanya 
kasus tersebut,” katanya. 

Saat ini, kata Kapolres, pihak kepolisian bekerja sama dengan Pemda telah 
memberikan bantuan-bantuan kepada masyarakat di Tambrauw. 

“Kalau dari Sorong memakan waktu 6 jam menggunakan jalur darat, apalagi Kwoor 
merupakan wilayah yang cukup sulit dijangkau. Namun belum ada rencana 
permintaan bantuan dari Polda, sebab dari Polres dan Pemda masih bisa mengatasi 
persoalan ini,” ujarnya. 

Gubernur lupa akan nilai kemanusiaan, karena berapa pun jumlah yang meninggal, 
mereka semua adalah manusia yang harus diperhatikan.  [154]



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke