Ref: Oh, jadinya selama ini hanya demonkrasi??
http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/04/10/ml0lnb-sosiolog-segera-benahi-pembangunan-demokrasi
Sosiolog: Segera Benahi Pembangunan Demokrasi
Rabu, 10 April 2013, 08:04 WIB
Komentar : 0 Antara/Ampelsa
Pasukan gabungan TNI/Polri melakukan pengamanan saat pendukung bendera Aceh
berlambang bulan bintang menggelar aksi di pendopo Gubernuran, Banda Aceh,
Kamis (4/4).
A+ | Reset | A-
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sosiolog Universitas Nasional, Nia Elvina,
mengatakan pembangunan demokrasi di Indonesia perlu segera dibenahi. "Jika
tidak, maka pembangunan demokrasi di negeri ini akan sulit mencapai cita-cita
Bangsa Indonesia," katanya di Jakarta, Rabu (10/4).
Dia menilai, banyaknya kasus menyebabkan pembangunan demokrasi Bangsa Indonesia
berjalan sangat lamban. Ini terjadi karena masih banyak anggota DPR pusat dan
daerah yang tidak paham akan Demokrasi Pancasila. "Banyak produk hukum dan
sikap mereka yang bertentangan dengan prinsip-prinsip Demokrasi Pancasila,"
kata Sekretaris Program Sosiologi Unas ini.
Ia merujuk pada kasus yang terbaru, yakni seperti DPRD Aceh yang mengesahkan
bendera sendiri. Kemudian, kata dia, juga kasus di DPRD Banten yang menggunakan
joki dalam kunjungan kerja. "Maka, saya pikir perlu segera dibenahi pembangunan
demokrasi di Indonesia," katanya.
Nia Elvina menyebut kondisi sekarang ini sama seperti yang pernah dilontarkan
salah satu pendiri bangsa, Mohammad Hatta, yakni, "Kita banyak bercita-cita
selama terjajah, setelah merdeka kehilangan rupa." Menurut dia, demokrasi
dengan memberikan otonomi seluas-luasnya ke daerah, perlu diformulasikan
kembali.
Ia mengatakan titik berat otonomi seharusnya diletakkan pada level kabupaten.
"Sebab, kabupaten akan memimpin perkembangan otonomi desa secara
berangsur-angsur sampai desa bisa benar-benar mengurus rumah tangganya
sendiri," katanya. Dengan adanya sistem seperti ini, kata dia, maka
pemerintahan akan lebih efektif.
Redaktur : Dewi Mardiani
Sumber : Antara
[Non-text portions of this message have been removed]