http://us.dunia.news.viva.co.id/news/read/404583-pakai--i-high-heels--i---tentara-wanita-korut-jaga-perbatasan


Pakai High Heels, Tentara Wanita Korut Jaga Perbatasan
Walau terlihat modis, mereka menenteng senapan laras panjang.
ddd
Jum'at, 12 April 2013, 11:02 Denny Armandhanu 
 
Tentara wanita Korea Utara berjaga di perbatasan ( REUTERS/Jacky Chen)


VIVAnews - Kata siapa tentara Korea Utara identik dengan wajah seram dan kostum 
kaku. Buktinya, tentara wanita yang menjaga perbatasan terlihat modis, walaupun 
menenteng senjata laras panjang.

Hal ini bisa terlihat dalam foto yang diambil Reuters, Kamis 11 April 2013. 
Dalam foto yang langsung tersebar di internet itu, terlihat empat tentara 
wanita tengah berpatroli di perbatasan sepanjang Sungai Yalu, kota Sinuiju, 
yang berseberangan dengan kota Dandong, China.

Dalam  foto tersebut, tentara wanita ini terlihat menenteng senjata laras 
panjang. Yang menarik, mereka mengenakan pakaian dinas yang pas badan dengan 
celana cutbray.  Namun yang membuat mereka semakin terlihat modis adalah sepatu 
hak tinggi, lebih dari lima centimeter.

Gambar ini lantas mendapatkan komentar dari berbagai situs berita di dunia. 
"Tentara wanita Korea Utara ternyata menempatkan fashion di atas kepraktisan 
menghadapi kemungkinan konflik," tulis Huffington Post.

"Mereka terlihat tidak senang. Mungkin karena tinggal di negara paling tertekan 
di dunia. Atau karena mereka kesakitan (memakai sepatu hak tinggi)," lanjut 
media itu lagi.

Sementara New York Magazine mempertanyakan "misteri" kekuatan para tentara ini 
memakai hak tinggi saat bertugas. "Berapa lama wanita-wanita ini berbaris 
dengan hak tinggi? Apakah mereka punya teknik khusus mengatasi lecet?" tulis 
majalah ini.

Tentara wanita diyakini mencakup 10 persen dari 1,2 juta personel angkatan 
bersenjata di Korea Utara. Mereka kebanyakan ditempatkan untuk unit artileri di 
sepanjang pesisir, jembatan dan terowongan. 

Kim Ok-hee, 28, mantan instruktur tentara wanita Korut dalam interview 2007 
lalu mengatakan, pemerintah Korut sangat mengandalkan tentara wanita. Dilansir 
Daily Mail, dia mengaku telah melatih di kamp 4,25, sebuah divisi penjaga 
pesisir terhadap penyusupan musuh dari udara selama konflik.

Dia menjabarkan, setiap kamp terdiri dari lima resimen dan setiap resimen 
memiliki batalion infanteri wanita yang bekerja mengoperasikan tank dan 
artileri. Wanita yang cantik, ujarnya, akan ditempatkan di posisi yang aman, 
seperti unit medis, sementara yang biasa-biasa saja akan ada di garis depan. 
(umi)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke