http://www.hidayatullah.com/read/28236/21/04/2013/indonesia-dan-jordania-adakan-konferensi-islam-di-jakarta.html
Indonesia dan Jordania Adakan Konferensi Islam di Jakarta
Sekjen Kementerian Agama Bahrul Hayat.
Ahad, 21 April 2013
Hidayatullah.com--Indonesia dan Jordania berencana menggelar Konferensi Islam
tentang Pembangunan Peradaban dan Perdamaian Dunia di Jakarta, 23-24 April,
guna menghidupkan kembali pesan-pesan perdamaian, sekaligus berupaya
menghasilkan pembentukan International Islamic School Banking.
Menurut Sekjen Kementerian Agama Bahrul Hayat, konferensi itu diharapkan dibuka
Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono dan ditutup Menteri
Agama Suryadharma Ali.
Sebanyak 300 peserta dari 12 negara diharapkan hadir, yaitu Jordania, Brunei
Darussalam, Papua Nugini, Jepang, Taiwan, Palestina, Rusia, Kamboja, Vietnam,
Singapura, Malaysia, Serbia, Turki, Inggris, Mesir, Thailand, dan Timur Leste.
Mereka para menteri agama, kalangan professional, akademisi, praktisi di bidang
ekonomi.
Lima univeristas dilibatkan dalam event tersebut, yaitu Universitas
Assyafiiyah, Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB),
Universitas Islam, Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Negeri
Jakarta.
Bahrul Hayat menyatakan, konferensi tersebut dilatarbelakangi bahwa selama ini
Indonesia dijadikan model kerukunan umat beragama. Kementerian Wakaf dan Agama
Kerajaan Jordania dan Kementerian Agama RI bersepakat menggelar konferensi itu
di Jakarta. Tentu dengan harapan dapat mengkaji dan menjelaskan peran Islam
dalam pembangunan peradaban manusia yang bermoral.
Dan lebih penting lagi adalah mengkaji dan menjelaskan doktrin dan peran Islam
dalam mengembangkan sumber daya manusia yang unggul, kompetitif, dan berakhlak,
termasuk menjelaskan doktrin dan peran Islam dalam mewujudkan kesejahteraan
umat.
Mantan Duta Besar Jordania Zainul Bahar Noor menambahkan, tak kalah penting,
melalui konferensi tersebut dapat dipromosikan pesan-pesan Risalah Amman (Amman
Message) dan kerukunan dalam beragama (interfaith dialogue) guna mewujudkan
dunia yang damai.
Dalam konferensi itu juga akan dibahas bank wakaf. Karena itulah pihak
perguruan tinggi dilibatkan dan diharapkan dapat memberi masukan secara
akademis bagaimana membentuk model pembentukan bank wakaf. Wakaf di Indonesia
memiliki potensi besar.
Ia mengatakan, dalam prespektif Islam perlu dikembangkan sumber daya manusia
unggul dan bermoral, membangun ekonomi berkeadilan, dan membangun kesejahteraan
umat. Faktor tersebut saling berkait dan menjadi persoalan yang harus dibahas.
Sejumlah narasumber yang akan menyampaikan paparannya, seperti diberitakan
laman Kemenag, di antaranya Prof. Dr. Amir Al Hafi tentang dialog agama,
budaya, dan peradaban dalam perspektif Islam, Prof. Dr. Muhammad Al Zaghul dan
Prof. Dr. Ahmad Al Sa’ad yang akan menyampaikan pandangan tentang zakat dan
wakaf untuk keadilan sosial dan perbankan Islam dalam menjaga stabilisasi
ekonomi global. Sedangkan mantan Wapres Jusuf Kalla, Mendukbud Muh. Nuh,
Komaruddin Hidayat, dan Muliman D Hadad akan menyampaikan pandangannya tentang
agama, perdamaian dan peradaban dunia dan peran Islam dalam pembangunan ekonomi
yang berkeadilan.*
Rep: Insan Kamil
Red: Syaiful Irwan
[Non-text portions of this message have been removed]