http://www.ambonekspres.com/index.php?option=read&cat=53&id=41701


SENIN, 22 April 2013 | 


Kantor DPP PDIP Dimasuki Anggota TNI


JAKARTA, AE— Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri tengah berada 
di Kantor DPP PDI-P di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, ketika terjadi insiden 
yang melibatkan para oknum anggota TNI Angkatan Darat, Sabtu ( 20/4/2013 ) 
malam. 

Saat itu, DPP PDIP tengah mempersiapkan daftar calon legislatif sementara (DCS) 
untuk Pemilu 2014 .

“Ibu (Megawati) ada,” kata Ketua DPP PDIP Tubagus Hasanuddin di Jakarta, Sabtu. 
Insiden itu bermula dari kecelakaan yang melibatkan satu anggota Yon Zipur 13 
dengan seorang pemuda di depan SPBU yang letaknya di samping Kantor DPP. Sempat 
terjadi keributan. Pemuda tersebut, kata Tubagus, kemudian melarikan diri ke 
tengah pengajian yang digelar di bagian barat DPP PDIP.

Tentara itu, kata Tubagus, kemudian memanggil teman-temannya. Mereka lalu 
kembali mencari pemuda tersebut. Beberapa tentara sampai masuk ke komplek DPP. 
“Sempat memukul seseorang yang sedang duduk-duduk dengan gagang sangkur,” kata 
dia.

Tiga orang terluka akibat tindakan para anggota TNI AD itu. Mereka, yakni 
Marlan (supir), Supriyatna (karyawan klinik PDIP), dan Priyadi (Satgas PDIP).

Dua tentara yang merangsek masuk, tambah mantan perwira tinggi TNI AD itu, 
berhasil diamankan pengawal pribadi Megawati. Keduanya, yakni Pratu Rachmat dan 
Pratu Junaedi. Tubagus sempat mengintrogasi mereka. “Kedua pelaku ini sudah 
diambil patroli Garnizun dan Komandan Batalyon Zipur 13 untuk diproses hukum 
kesatuannya,” pungkas Tubagus. 

Tentara Nasional Angkatan Darat membantah anggotanya melakukan penyerangan ke 
kantor DPP PDI-Perjuangan pada Sabtu (20/4) malam. Menurut Kepala Dinas 
Penerangan Angkatan Darat, Brigadir Jenderal Rukman Ahmad, peristiwa pada Sabtu 
malam itu merupakan keributan anggotanya dengan warga. Mereka sama sekali tidak 
berniat menyerang PDI Perjuangan.

“Ini bukan penyerangan. Tidak ada itu. Ini hanya ribut dengan warga di sana. 
Hanya kebetulan lokasinya berdekatan,” ujar Rukman saat dihubungi Minggu pagi.

Soal kronoligis kejadian, TNI punya cerita sendiri. Rukman menceritakan, 
keributan itu bermula saat Pratu Puguh, anggota Yon Zikon 13 TNI AD, berselisih 
paham dengan seorang warga setelah sepeda motor mereka bersenggolan. Saat 
kejadian, warga memprovokasi Pratu Puguh untuk berkelahi. Ia pun kemudian 
memanggil teman-temannya.

“Pihak PDI-P yang kemudian melerai. Justru bagus PDI-P mau melerai. Tapi entah 
bagaimana yang namanya berkelahi ada yang terkena pukul. Hanya saya belum dapat 
informasinya,” ujar Rukman.

Di dalam peristiwa itu, Rukman juga memastikan anak buahnya tidak ada yang 
menggunakan senjata tajam atau senjata api. “Tidak ada. Kan sekarang TNI sedang 
disorot. Mereka (anggota TNI) tidak akan senekat itu,” tuturnya.

Wakil Sekjen DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristianto juga 
membantah adanya penyerangan terhadap Kantor DPP PDI-P yang berlokasi di 
Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu malam. Hasto mengatakan 
peristiwa sebenarnya yang terjadi adalah perselisihan akibat senggolan motor 
antara anggota TNI dan seorang pelajar.

“Tadi ada motor yang bersenggolan. Ternyata salah satu di antaranya melibatkan 
suatu oknum Batalion Yon Zikon di situ. Terjadi pertengkaran atas kecelakaan 
tersebut,” kata Hasto.

Hasto mengatakan, pelajar yang berselisih dengan anggota TNI itu kemudian 
berlari dan masuk di kantor DPP PDIP yang tak jauh dari lokasi. Pratu Puguh pun 
mengejarnya hingga ke halaman kantor DPP PDI-P. Melihat hal ini, satgas dari 
PDI-P berusaha melerainya.

Namun ketegangan justru muncul setelahnya. Anggota TNI tersebut kemudian 
menghubungi teman-temannya dari Markas Yon Zikon yang berlokasi di Srengseng 
Sawah. Tak lama berselang, 11 prajurit Yon Zikon mendatangi kantor DPP PDI-P 
untuk membantu rekannya.

Salah satu petugas satgas PDIP kemudian sempat mengalami aksi pemukulan. “Yang 
kami sesalkan adalah mereka masuk ke kantor PDIP dan mengambil aksi sepihak 
terhadap korban dalam kecelakaan tersebut,” ujar Hasto.(dcm)

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke