Ref: Apakah penyerangan terhadap kaum minoritas terus berlangsung termasuk 
perkembangan demokrasi paling signifikan di NKRI pada abad 21 yang baru saja 
mulai?

http://www.presidenri.go.id/index.php/fokus/2013/04/22/8969.html


Senin, 22 April 2013, 15:46:02 WIB
Demokrasi Indonesia Berkembang Paling Signifikan Abad 21
 
Presiden SBY menyampaikan pidato penerimaan gelar doktor dari NTU, Singapura, 
Senin (22/4) siang. (foto: cahyo/presidenri.go.id)
Singapura: Perkembangan demokrasi Indonesia lebih dari sekadar eksperimentasi 
yang menarik. Lebih dari itu bisa dibilang merupakan salah satu perkembangan 
politik yang paling signifikan dalam dekade pertama abad ke-21.

"Dan itu telah memberikan pelajaran penting tentang perkembangan demokrasi dan 
melanggar beberapa mitos dan stereotip tentang demokrasi," kata Presiden Susilo 
Bambang Yudhoyono pada bagian lainnya dalam pidato penerimaan gelar Honorary 
Degree of Doctor of Letters dari Univeristas Teknologi Nanyang (NTU), 
Singapura, Senin (22/4) siang. 

Demokrasi dan pertumbuhan ekonomi dapat tumbuh bersama-sama dan Indonesia telah 
membuktikannya. Pada aspek lain, demokrasi, Islam, dan modernitas juga dapat 
tumbuh bersama. "Muslim di Indonesia sangat nyaman dengan demokrasi dan 
mondernitas," Presiden SBY menambahkan.

Menurut Presiden, pertumbuhan demokrasi Indonesia juga bisa dilihat dari 
pembangunan desentralisasi. Sejak tahun 2004-2009 pemilihan umum di daerah 
telah dilakukan, padahal sebelumnya Indonesia merupakan salah satu negara yang 
menganut sentralisasi. SBY menyampaikan bahwa ini adalah sebuah revolusi.

Pandangan bahwa demokrasi, persatuan nasional, dan keamanan tidak dapat 
disatukan pun dipecahkan Indonesia. "Saya senang bahwa dengan memperkuat 
demokrasi kita telah membawa berbagai dampak baik, konflik separatis di Aceh 
telah terselesaikan pada tahun 2005, kekerasan di Poso, Ambon, Maluku juga 
telah selesai," SBY menjelaskan.

Di awal pidatonya, Presiden mengatakan bahwa instingnya dalam memimpin 
Indonesia mengatakan apa yang dilakukan tidak membuat Indonesia menjadi lebih 
lamban. "Tetapi berlari lebih cepat dengan reformasi. Dalam melakukan hal itu, 
kita tidak hanya melakukan reformasi, tetapi bertransformasi," Presiden 
menegaskan.

Walaupun begitu, Indonesia memang tidak luput dari tantangan keamanan, masih 
banyak ancaman yang harus dihadapi. "Kita butuh milter yang kuat dan modern, 
dan itu juga merupakan bagian dari usaha untuk menstabilkan dan mendamaikan 
kawasan," ujar Kepala Negara. "Sukses Indonesia tidak hanya relevan untuk 
bangsa sendiri, tetapi juga untuk kawasan dan dunia," lanjut SBY. 

Indonesia tidak lagi dipandang melalui masalahnya, tetapi pencapaian dan 
kesempatan. "The Economists baru-baru ini menggambarkan Indonesia sebagai 'Dua 
Bintang Baru Asia' bersama Filipina. Mengapa tidak? Indonesia telah menjadi 
demokrasi yang stabil, berfungsi, dan bersemangat," kata Presiden.

Presiden SBY terus berharap penerusnya dapat melanjutkan momentum berharga ini 
untuk mempertahankan stabilitas demokrasi. "Saya berharap di tahun 2045, 
seratus tahun setelah kemerdekaan, Indonesia yang demokrasinya lebih matang dan 
stabil, serta lebih damai, kesejahteraan di semua tingkatan sosial, Indonesia 
yang bukan hanya kebebasan tapi juga mengandung kesempatan," kata Presiden SBY. 
(fbw) 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke