Ref: Nyonya Kiemas dan Tuan Kiemas lagi cemas menjadi lemas untuk bersuara 
terhadap serangan anggota TNI pada markas PDIP.

http://www.harianterbit.com/2013/04/23/markas-pdip-diserang-tni-tk-dikecam-anak-buahnya/


Selasa, 23 April 2013 20:17 WIB 
Markas PDIP Diserang TNI, TK Dikecam Anak Buahnya
kinoy — HARIAN TERBIT

--------------------------------------------------------------------------------

 
Ketua Dewan Pertimbangan Pusat (Deperpu) PDIP, Taufik Kiemas.
JAKARTA – Permintaan Taufiq Kiemas agar aksi penyerangan yang dilakukan 10 
anggota Yon Zikon ke DPP PDI Perjuangan jangan dibesar-besarkan justru mendapat 
kecaman dari orang dalam. Suami Megawati Soekarnoputri yang akrab disapa TK ini 
dinilai oleh hanya cari muka ke Presiden SBY.

Adalah anggota Dewan Pertimbangan Pusat (Deperpu) PDIP, AP Batubara, yanga 
mengatakan hal tersebut.

“Siapa yang membesar-besarkan persoalan? Ini kan fakta bahwa ada anggota TNI 
yang malakukan penyerangan ke DPP PDIP Lenteng Agung,” tandas AP Batubara, 
kemarin, di Jakarta.

“Kalau Taufik mengatakan seperti itu, karena dia dekat dengan SBY. Makanya 
begitu PDIP ada masalah dengan TNI, dia mengatakan begitu,” tandasnya.

Seperti diberitakan, kasus masuknya sejumlah anggota TNI Yon Zikon ke DPP PDIP 
pada Sabtu lalu, diminta tak dibesar-besarkan. Alasanya kata Taufik yang juga 
ketua Deperpu PDIP itu, nanti ada pihak lain yang bersorak ketika mengetahui 
PDIP ada masalah dengan TNI.

Lebih jauh AP mensinyalir, masuknya sejumlah anggota TNI ke markas PDIP dengan 
alasan mencari warga yang sempat bersenggolan motor dengan rekannya, punya 
maksud lain.

“Waktu pertama kali masuk, mereka bilang dari Brimob. Tapi karena pengawal 
Megawati ada yang dari Brimob dan TNI, barulah mereka menyebutkan kesatuannya. 
Ini kan perlu dipertanyakan,” ujarnya.

“Yang membuat saya curiga, anggota TNI yang masuk ke kantor DPP PDIP, mendapat 
jaminan penuh dari komandannya. Kalau mereka salah, seharusnya jangan 
dilindungi dan mendapat jaminan penuh. Kasus ini harus diusut tuntas.”

AP menambahkan, persoalan penyerangan anggota TNI ke markas PDIP ini tak akan 
diserahkan ke polisi.

“Kita berharap Panglima TNI segera turun tangan. Kalau masalah ini dianggap 
masalah biasa atau sekadar salah paham, ini akan sangat berbahaya untuk 
perjalanan demokrasi ke depan,” tuturnya.

Politisi senior PDIP ini menjelaskan, saat penyerangan terjadi, Ketua Umum 
PDIP, Megawati Soekarnoputri, tengah menandatangi DCS PDIP yang akan diserahkan 
ke KPU.
Panglima TNI AD Siap Bertemu dengan Pengurus PDIP


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke