Ref: Sejak zaman batu di kepulauan Nusantara tidak pernah ada kerajaan bernama kerajaan Indonesia! Kalau keris dikaitkan dengan sejarah maka barangkali tidak keliru jika dikatakan keris hanya terdapat pada kerajaan-kerajaan di Pulau Jawa. Masalahnya akan lain jika penulis artikel mau katakan bahwa Indonesia adalah kerajaan Jawa. Hhehehe
http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/semargres/semargres_detail/243/Keris-Menuturkan-Sejarah-Kerajaan-Indonesia 02 Mei 2013 | 18:46 wib Keris Menuturkan Sejarah Kerajaan Indonesia BELAJAR SEJARAH: Pelajar sedang mengamati keris yang dipamerkan dalam Tosan Aji di Hotel Ciputra, Kamis (2/5). (suaramerdeka.com / Garna Raditya) SEMARANG, suaramerdeka.com - Unsur logam mempengaruhi ketahanan keris sehingga tidak habis dimakan karat. Apalagi bisa bertahan hingga berabad-abad. "Betapa pemilihan logam sangat diperhatikan kala itu. Bahkan belum ada teknologi besi yang anti karat. Keris-keris ini masih tampak dari motifnya yang beragam," ujar Ki HA Dawud Budiyatno, ketua Paguyuban Adopsi Keris Indonesia (PAKSI) dalam pembukaan pameran Tosan Aji di Hotel Ciputra, Kamis (2/5). Sebanyak kurang lebih 130 keris yang dipamerkan dari 11 showcase para kolektor melalui kurasi yang sangat ketat. Dalam pameran yang berlangsung hingga 4 Mei ini terdapat tiga kriteria dalam pengkurasian diantaranya Tangguh (jaman), Pamor (motif) dan Dapur (nama) yang mengungkapkan sejarah-sejarah kerajaan di Indonesia. Di antaranya keris yang dipamerkan merupakan hasil para empu era kerajaan Sriwijaya, Majapahit, Singosari, Pajajaran, Demak, Mataram serta era Kamardika. "Tangguh Jenggolo, usianya diperkirakan sudah hampir 10 abad. Secara turun temurun dirawat hingga saya pegang sekarang," katanya. Pusaka nusantara yang telah diakui UNESCO tahun 2005 sebagai Masterpiece of The Oral And Itangible Heritage of Humanity ini juga menempatkan Semarang sebagai kota Pusaka urutan ketujuh dari seluruh kota di Indonesia. Melestarikan pusaka, imbuh Dawud, menjadi media sebagai penutur sejarah bagi generasi mendatang. "Ini adalah murni mahakarya para empu di Indonesia yang ditiap pembuatan dan jenis kerisnya menuturkan sejarah bangsa kita. Bukan lagi dipandang sebagai benda klenik," tegasnya. General Manager Hotel Ciputra Semarang, Diaz Yonadie mengatakan, pameran ini turut menumbuhkan kesadaran masyarakat khususnya generasi muda agar lebih mengenal dan turut melestarikan benda pusaka. "Ini adalah peninggalan nenek moyang yang adhi luhung. Kita sudah sepatutnya mengenalkan ke lintas generasi," ujarnya. [Non-text portions of this message have been removed]
