http://www.merdeka.com/peristiwa/tiga-pesawat-pertama-indonesia-hasil-sumbangan-rakyat-sumatra.html

Rabu, 10 April 2013 03:04:00 



Tiga pesawat pertama Indonesia hasil sumbangan rakyat Sumatra
Reporter : Mohamad Taufik
Kategori Peristiwa 
Berita tag terkait Atraksi "Elang Besi" meriahkan HUT TNI AU ke-67 Petaka 
penerbangan terakhir RI-002, ditemukan setelah 30 tahun 


RI-002. ©2013 Merdeka.com 

96 



TNI Angkatan Udara (AU) identik dengan pesawat terbang. Anda mungkin sering 
melihat atraksi pesawat terbang ketika peringatan hari ulang tahun (HUT) TNI AU 
digelar. Misalnya HUT ke 67 pada 9 April sekarang ini. Tahukah Anda, bila 
pesawat angkut setelah masa kemerdekaan dulu merupakan hasil sumbangan rakyat 
Sumatra?

Dua tahun paska kemerdekaan, pemerintah RI yang masih bayi membutuhkan angkutan 
udara untuk jual beli barang, mengirim seorang diplomat, atau untuk mengirim 
pasukan secara cepat. Pesawat angkut pertama kali adalah RI-002, disusul 
RI-003, kemudian RI-004, kemudian RI-005, RI-006, dan terakhir adalah pesawat 
RI-001.

Lalu dari mana pemerintah membeli pesawat-pesawat itu? Seperti ditulis dalam 
buku Sejarah Operasi Penerbangan Indonesia periode 1945-1950 yang diterbitkan 
Dinas Sejarah TNI AU, setidaknya ada tiga pesawat dibeli dari hasil sumbangan 
rakyat Sumatra, yakni; pesawat Avro Anson pada Desember 1947.

Pesawat itu dibeli dari bangsawan Australia, H Keegan, dengan nomor registrasi 
VH-BBY. Pembelian pesawat dilakukan dengan cara barter emas seberat 12 kg 
sumbangan rakyat Sumatra. Pesawat ini kemudian diberi nama RI-003. Kemudian 
pesawat Avro Anson kedua yang dibeli pada 1948. Pesawat ini diberi nama RI-004.

Terakhir adalah pesawat Dakota yang juga hasil sumbangan rakyat Sumatra. Untuk 
mengumpulkan dana itu, Soekarno berpidato pertama kali pada 16 Juni 1948 di 
Aceh Hotel, Kuta Raja, dan berhasil menggugah semangat rakyat Sumatra khususnya 
Aceh. 

Lalu panitia Dakota dibentuk, dan diketuai oleh Djunet Yusuf, Said Ahmad Al 
Habsji.

Dalam tempo dua hari, masyarakat Aceh berhasil mengumpulkan uang 130.000 
straits dollar, lalu digunakan oleh pemerintah membeli pesawat Dakota RI-001 
Seulawah. Pesawat ini adalah cikal bakal berdirinya perusahaan penerbangan 
niaga pertama, Indonesian Airways. Pesawat ini sangat besar jasanya dalam 
perjuangan awal pembentukan negara Indonesia.

Pesawat Dakota Seulawah ini memiliki panjang badan 19,66 meter dan rentang 
sayap 28.96 meter, ditenagai dua mesin Pratt & Whitney berbobot 8.030 kg.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke