http://www.republika.co.id/berita/internasional/timur-tengah/13/05/05/mmb3rn-siswi-saudi-diizinkan-berolahraga
Siswi Saudi Diizinkan Berolahraga
Minggu, 05 Mei 2013, 10:45 WIB
Komentar : 0 AP
Perempuan Arab Saudi
A+ | Reset | A-
REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Siswi Arab Saudi akan diizinkan untuk mengikuti mata
pelajaran olahraga. Kebijakan Kementerian Pendidikan Arab Saudi ini hanya
berlaku untuk sekolah swasta. Meski begitu hal ini adalah kemajuan besar bagi
hak perempuan di Kerajaan ultra konservatif ini.
Kantor berita Arab Saudi, SPA, melaporkan berdasarkan hukum syariah, siswi
sekolah khusus diperboleh menjalankan aktivitas berolahraga. Akan tetapi,
berdasarkan aturan Kementerian Pendidikan, siswi harus mematuhi aturan
berpakaian dan guru pendidikan diawasi guru perempuan.
Keputusan Kerajaan ini jelas meningkatkan hak-hak perempuan Arab Saudi yang
selama ini amat dibatasi. Aturan ini pun meluncur setelah penampilan perdana
dua atlet perempuan Arab Saudi satu tahun lalu di Olimpiade.
Menurut seorang profesor di King Saud University, Aziza Youssef, aturan sudah
waktunya diluncurkan. Hak perempuan di Arab Saudi mulai lebih baik dari
sebelumnya.
Ia melihat keputusan untuk mengizinkan siswi mengikuti pendidikan berolahraga
merupakan paket reformasi yang lebih luas terhadap perempuan. Akan tetapi
pembatasan lainnya tetap sebuah diskriminasi yang berdampak negatif bagi
kesehatan perempuan.
Jubir Kementerian Pendidikan Mohammed Al Dakhini, mengutip dari SPA, mengatakan
keputusan mengizinkan siswi mengikuti kegiatan olahraga sesuai dengan ajaran
Islam. Sehingga memungkinkan mereka mengikuti pendidikan olahraga sesuai
syariah.
Pemerintah juga sebelumnya diam-diam menoleransi kegiatan mata pelajaran
berolahraga bagi siswi di beberapa sekolah swasta meski tidak ada dalam
kurikulum.
Namun aturan yang mewajibkan sekolah swasta menyediakan peralatan olahraga bagi
perempuan merupakan langkah monumental yang bisa mempengatuhi sekolah dan
kampus-kampus.
Meski ucap Aziza kebijakan pemisahan laki-laki dan perempuan masih tetap akan
dijalankan. Pemerintah Arab Saudi memang memiliki peran di sekolah swasta yaitu
menyediakan buku-buku teks pelajaran dan memilih kepala sekolah.
Deputi Pendidikan untuk Urusan Perempuan, Nora al-Fayez, dikutip dalam pers
lokal, mengatakan ada rencana untuk memperluas pendidikan olahraga di sekolah
umum. Walau masih belum jelas apakah perempuan akan memiliki akses ke tingkat
pendidikan yang sama dengan laki-laki.
Sebelumnya, hanya perempuan kalangan elit yang mampu untuk berolahraga di
fitness centre mahal. Akan tetapi setelah di tutup tahun 2010 karena tak punya
lisensi, banyak perempuan yang masuk rumah sakit karena alasan kesehatan.
Setahun lalu, Pemeritah Arab Saudi mengizinkan dua atlet perempuan untuk
berpartisipasi pada Olimpiade. Hal ini terjadi setelah Komite Olimpiade
Internasional menekan kerajaan untuk mengakhiri praktek aturan pengiriman tim
pria. Namun Partisipasi mereka tidak ditampilkan pada stasiun televisi.
Kegiatan olahraga bagi perempuan merupakan aktivitas terlarang di kerajaan.
Hanya satu kampus, yaitu kampus perempuan Princess Nora Binti Abdul Rahman
University, yang menyediakan area kolam renang, lapangan tenis dan lapangan
olahraga bagi mahasiswi. Sementara itu kampus lain tak menyediakan fasilitas
olahraga bagi mahasiswi dan staf perempuan.
Reporter : Ichsan Emrald Alamsyah
Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : AP
[Non-text portions of this message have been removed]