http://www.hidayatullah.com/read/28394/05/05/2013/dari-jakarta-mau-banyak-anak,-dari-flores-cari-berkah.html
Kisah Anak-anak Muda Calon Peserta PMNH 2013 (1)
Dari Jakarta Mau Banyak Anak, Dari Flores Cari Berkah
Pernikahan Mubarakah Hidayatullah Balikpapan 2011 (Foto: Masykur)
Ahad, 05 Mei 2013
PERNIKAHAN mubarakah (penuh berkah) secara massal sudah menjadi tradisi
khususnya di Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatullah. Dalam waktu dekat, ponpes
yang didirikan Allahuyarham KH Abdullah Said ini akan menghelat Pernikahan
Mubarakah Nasional Hidayatullah (PMNH) 2013 di kampus pusat Gunung Tembak,
Balikpapan, Kalimantan Timur.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, pernikahan ini diikuti banyak santri, termasuk
dari golongan muda. Lantas, apa sebenarnya alasan mereka berminat mengikuti
pernikahan massal ini?
“Untuk mengikuti sunnah Rasul,” aku Nova Tastaftian, salah seorang calon
peserta PMNH 2013 kepada hidayatullah.com usai shalat zhuhur berjamaah di
Masjid Baitul Karim, Polonia, Jakarta Timur, Kamis (2/5/2013).
Pemuda yang juga takmir masjid tersebut mengaku, pilihannya mengikuti
pernikahan mubarakah karena alasan syar’i. Menurutnya, wanita yang dibesarkan
di pesantren lebih terdidik keagamaannya. Berbeda dengan wanita pada umumnya
yang sudah tergerus pergaulan bebas.
“Entah itu laki-laki, entah perempuan itu duduk bareng. Dan kita lihat juga di
Tv-tv banyak seks bebas,” jelas Nova, sapaan akrabnya.
Setali tiga uang, Muhammad Deden, calon peserta PMNH 2013 asal Depok, Jawa
Barat juga mengaku ingin menikah di usia muda atas dorongan agama. Baginya,
dengan menikah, bisa lebih fokus dalam mengarungi hidup. Keinginannya ikut
nikah lewat PMNH pun telah didambakannya sejak lama.
“Memang sudah mengazamkan diri semenjak kuliah semester 5,” ujar Deden saat
bincang-bincang dengan hidayatullah.com di jejaring sosial.
Lulusan Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman Al-Hakim Surabaya tahun 2012 ini
mengaku, ingin memiliki istri yang paham perjuangan Islam.
“Maka saya berfikir, nikah barokah-lah sarana mendapatkannya,” lanjut lajang
asal Cianjur yang pada tanggal 28 Mei nanti baru berusia 23.
Sama halnya dengan Nova dan Deden, Usman Aidil Wandan akan turut meramaikan
bursa PMNH pada 16 Juni mendatang.
“(Guna) Menyempurnakan separuh agama. Menyatukan visi hidup dalam perjuangan
lewat Hidayatullah,” jawab Usman saat ditanya media ini soal tujuannya menikah.
Lajang yang lahir dan besar di Larantuka, Flores Timur ini percaya, lewat nikah
barakah nantinya dia akan mendapatkan keberkahan.
“Karena ada doa imam dan jamaah. Jika suatu saat nanti keluarga yang dibina
senantiasa mendapatkan keberkahan dari Allah subhanahu wata’ala dan Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam,” sambung pria berusia 26 tahun ini.
Mencari Istri Idaman
Nova, Deden, dan Usman sama-sama meyakini, menikah merupakan proses untuk
menjadi Muslim yang lebih sholeh. Mereka tentu menginginkan pendamping hidup
yang sholehah. Salah satu proses penjodohan di PMNH, panitia yang memilihkan
pasangan tiap calon pengantin.
Nova sendiri, hingga kini sama sekali belum tahu siapa calon istrinya kelak.
Walau begitu, dia tak khawatir Tuhan salah memilihkan jodoh untuknya. Dia
mempercayakan pasangannya kepada panitia PMNH.
“Yah, insya Allah menerima (keputusan panitia). Tapi ya kan, kadang di dalam
hati kita kan ingin yang sempurna,” lanjut pria 25 tahun asal Magetan, Jawa
Timur ini.
Yang menarik, ketika ditanya karakter istri idamannya, jawaban Nova tidak
muluk-muluk. Baginya, yang penting sholehah dan bisa membimbing anak-anaknya
kelak.
“Diharapkan juga bisa saling pengertian di antara satu sama lain. Dan saling
membina, saling mengingatkan di antara satu sama lain,” imbuh putra sulung dari
pasangan Abu Ngamar dan Dede Sumarna tersebut.
Baginya, soal kecantikan itu relatif. Dalam berkeluarga kelak, dia berharap,
bisa mengaplikasikan apa yang telah dicontohkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam.
“Khususnya, saya berminat memang pingin punya anak banyak, salah satunya,”
ujarnya sembari tersenyum.
Secara spesifik, Usman mengidamkan istri yang santriwati sekaligus penghafal
al-Qur’an. Walau belum tahu dengan siapa akan menikah, Usman yakin panitia akan
memilihkan yang terbaik buat dia.
“Insya Allah ana (saya) siap menerima,” ujar lulusan Madrasah Aliyah
Raadhiyatan Mardhiyyah Putra (MARAMA) Balikpapan tahun 2006 ini.*/bersambung
Rep: Muh. Abdus Syakur
Red: Cholis Akbar
[Non-text portions of this message have been removed]