Ref: Apakah yang dimaksudkan dengan pangkas izin penghambat investasi arti 
pintu masuk penanam modal dibuka selebar-lebarnya dengan banyak syarat yang 
menguntungkan investor?

http://www.tempo.co/read/news/2013/05/09/087479114/Pemerintah-Pangkas-Izin-Penghambat-Investasi

Kamis, 09 Mei 2013 | 13:26 WIB
Pemerintah Pangkas Izin Penghambat Investasi

Chatib Basri. ANTARA/Dhoni Setiawan

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Chatib Basri 
mengatakan investasi masih bisa menjadi andalan pertumbuhan ekonomi Indonesia. 
Menurut dia, Indonesia masih menjadi tujuan utama para investor.

"Sebetulnya tidak usah teralu pesimis. Mungkin bisa terjadi perlambatan, tapi 
tidak akan disaster. Kalau orang bilang momentumnya hilang, saya rasa tidak," 
kata Chatib di Kantor Presiden, Rabu, 8 Mei 2013.

Chatib menambahkan pihaknya akan mendorong agar investasi terus masuk ke 
Indonesia dengan langkah seperti memperpendek alur perizinan yang kerap 
dikeluhkan para investor. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memangkas 
formulir permohonan investasi dari 38 menjadi 15 formulir. 

"Kemudian kami akan revisi aturan DNI. Ini kami lakukan prosesnya agar lebih 
ramah kepada investasi. Online tracking akan kami extend ke kementerian lain 
dan daerah," kata Chatib.

Chatib menyatakan pihaknya tengah memperluas online tracking dan sudah 
membicarakanya dengan Menteri Perdagangan dan Kementerian Hukum dan HAM untuk 
membentuk tim easy doing business. 

"Saya bertemu Dirjen kalau investor ngeluh karena periodenya panjang, 
paymentnya dan jumlah administratifnya banyak. Jadi apa yang bisa dipangkas," 
katanya.

Selain itu, Chatib juga bertemu dengan PT PLN untuk membicarakan masalah 
listrik dan dengan Gubernur Bank Indonesia terkait masalah untuk mendapatkan 
kredit lebih gampang. "Ini pasti butuh waktu." 

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar investasi digenjot 
untuk menutupi kinerja ekspor yang masih lemah akibat gejolak krisis ekonomi 
dunia. Menurut dia, semua pihak harus menjaga agar iklim investasi dengan 
mengurangi perizinan yang tidak perlu. "Perbaiki iklim investasi dan 
perizinan," katanya.

Kepala Ekonom PT Bank Mandiri, Destry Damayanti, mengaku yakin investasi masih 
bisa menjadi andalan di Indonesia. Meskipun akan sedikit terjadi pelambatan, 
kontribusi investasi terhadap pertumbuhan masih cukup besar.

"Share-nya terhadap GDP 32 persen. Tapi memang banyak hal yang perlu 
diperbaiki, seperti infrastruktur dan perizinan. Ini yang kerap dikeluhkan 
investor," katanya.

Sebagai catatan, realisasi investasi PMA dan PMDN selama tahun 2012 
(Januari-Desember) mencapai Rp 313,2 triliun, tumbuh sebesar 24,6 persen 
dibanding realisasi investasi tahun 2011 sebesar Rp251,3 triliun. Sementara 
realisasi investasi pada kuartal pertama (Januari-Maret) 2013 tercatat sebesar 
Rp93 triliun atau tumbuh 30,6 persen dibanding periode yang sama pada 2012. 
Realisasi investasi tersebut baru mencapai 23 persen dari target investasi pada 
2013 sebesar Rp390,3 triliun.

ANGGA SUKMA WIJAY

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke