----- Original Message -----
From: ASAHAN
To: AKSARA SASTRA
Sent: Sunday, May 12, 2013 6:40 PM
Subject: KEBAHAGIAAN SEORANG PAHLAWAN

ASAHAN:

                KEBAHAGIAAN SEORANG PAHLAWAN


Ngo thi Tuyen adalah seorang pahlawan nasional anggota angkataan bersenjata 
Vietnam (tentara). Ia menjadi sangat terkenal di Vietnam maupun di luar negeri 
adalah juga karena potretnya yang memanggul dua peti peluru yang beratnya 
melebihi dua kali berat badannya sendiri. Kita tahu kemampuan demikian hanya 
mungkin dilakukan oleh para kampiun angkat besi pemenang Olimpiade. Sedang Ngo 
thi Tuyen cumalah seorang gadis yang bertubuh kecil sebagaimana umumnya tubuh 
wanita Vietnam. Tapi Ngo bukan hanya terkenal oleh gambarnya yang spektakuler 
menghiasai koran-koran di luar negeri termasuk di Amerika sendiri. Dia adalah 
seorang anggota tentara yang ketika terjadi perang melawan agresi Amerika di 
Vietnam banyak terlibat dalam pertempuran seru dalam mempertahan jambatan HAM 
RONG di sebuah provinsi Vietnam yaitu provinsi Thanh Hoa. Di provinsi inilah 
terletak sebuah jembatan super strategis yang menghubungkan antara Vietnam 
Utara dan Vietnam Selatan di masa perang. Jembatan ini menurut orang Vietnam 
sendiri adalah sebuah jembatan yang terindah dan termegah di Asia Tenggara pada 
permulaan abad ke 20. Dan di masa perang yang sengit antara Vietnam dan Amerika 
Serikat (AS) pada awal pertengahan tahun enampuluhan ( kongkritnya  sekitar 
tahun-tahun 1967-1968) jambatan Ham Rong menjadi sasaran terpenting pengeboman 
pesawat-pesawat AS yang berusaha sekuat tenaga untuk menghancurkan jembatan Ham 
Rong demi memutus hubungan lalu lintas kendaraan perang dan perbekalan tentara 
Vietnam Utara menuju Vietnam Selatan yang masih dikuasai AS. Semua pesawat 
tempur termoderen AS ketika itu dikerahkan setiap hari untuk menghancurkan 
jembatan Ham Rong dengan ratusan kali pengeboman setiap harinya. AS sangat 
yakin bila jembatan ini berhasil mereka hancurkan, maka akan sangat melemahkan 
perlawanan rakyat Vietnam Selatan melawan agresi Amerika. Boleh dikatakan 
jembatan Ham Rong adalah tali nyawa hubungan strategis Vietnam Utara ke Selatan 
karena melalui jembatan inilah semua peralatan militer, tentara, perbekalan 
atau logistik strategis bisa masuk ke Vietnam Selatan. Karenanya rakyat Vietnam 
beserta kekuatan bersenjata Vietnam bertekad mempertahankan ujudnya jembataan 
Ham Rong hidup atau mati. Dan jembatan Ham Rong bagaikan duri landak dipernuhi 
dengan segala macam meriam  dan senjata penangkis serangan udara yang tak 
tebilang banyaknya dan juga tentu saja dengan peluru-peluru kendali(rudal) yang 
setiap buahnya harus dibayar oleh rakyat Vietnam dengan 14.000 ekor babi pada 
penjualnya. Korban di dua belah pihak bukan main banyaknya terutama korban 
nyawa di pihak Vietnam sedangkan Amerika banyak kehilangan pesawat mereka yang 
tertembak dan para pilot mereka yang tertangkap yang pada umumnya tidak bisa 
mencapai jembatan Ham Rong karena pertahanan udara dan darat Vietnaam yang luar 
biasa ketatnya. Pesawat yang berani mendekat, segra jatuh setelah terbakar di 
udara kena tembakan peluru-peluru Vietnam termasuk peluru-peluru dari pasukan 
gerilya rakyat bersenjata sederhana.
Antara tahun 67/68 saya beserta banyak teman sempat mengunjungi jembatan Ham 
Rong yang ketika itu masih dalam situsi tempur meskipun telah berangsur 
mereda.Hal itu tyerjadi 45 tahun lalu. Kami hanya melihat dari jarak beberapa 
ratus meter dari Jembatan Ham Rong yang tampak perkasa tapi sudah compang 
camping di sana sini meskipun masih mampu menjalankan tugasnya melancarkan lalu 
lintas ke Vietnam Selatan. Kami tidak diperkenankan mendekati dan menginjak 
langsung jembatan itu karena alasan keamanan yang bisa saja setiap saat pesawat 
tempur AS datang menyerang. Semangat kami ketika itu cukup tinggi dan ingin 
lebih mendekat ke jembatan. Maklum usia kami masih relatif muda dan 
dipersenjatai semangat avonturis yang memang turut dipupuk oleh "pimpinan 
Partai". Mengenai cerita yang agak lengkap tentang Jembatan Ham Rong telah saya 
tulis dalam buku saya "Perang, cinta dan Ilusi"sebuah kumpulan cerpen memoar 
yang terbit di Jakarta pada tahun 2006. Sesudah melihat Jembatan Ham Rong dari 
jarak beberapa ratus meter, pada malamnya kami dijamu melihat pertunjukan malam 
gembira dengan para anggota gerilya wanita regu penembak pesawat Amerika. Kami 
bisa bercakap cakap dengan mereka para wanita dan gadis-gadis muda yang punya 
prestasi menembak jatuh pesawat Amerika yang dibanggakan sebagai super moderen 
dengan kecepatan melibihi suara dan dipersenjatai penembak roket dan bawaan 1 
ton bom untuk dimuntahkan ke jembatan Ham Rong. Mereka adalah para wanita yang 
biasa-biasa saja yang pada umumnya malu-malu tapi juga ada yang berani bicara 
bebas seperti wanita moderen di abad sekarang. Kami tidak tahu pasti mungkin 
saja di antara mereka terdapat pahlawan Ngo thi Tuyen. Mungkin saja. Alangkah 
bahagianya kalau bisa hidup lama dan bisa menyaksikan dan mengalami peristiwa 
kehidupan dan lalu mengenangya di usia senja sebagai kenangan indah.
Sekarang pahlawan Ngo thi Tuyen sudah tua. Beberapa hari yang lalu saya 
melihatnya di tayangan televisi Vietnam. Dia mengenakan seragam militer dengan 
dihiasi banyak bintang jasa yang diterimanya  dan bahkan dikatakan ada bintang 
jasa yang langsung diserahkan oleh Presiden Ho chi Minh di medan perang dan di 
sana pula Ngo diterima sebagai anggota Partai Komunis Vietnam. Ngo merasa 
bahagia karena dalam hidupnya dia pernah dua kali bertemu dengan Presiden Ho 
chi Minh. Keberanian dan keperkasaannya memang tidak bisa diragukan dan di 
samping itu Ngo disebut serbagai wanita Vietnam tersehat. Selama bertahun tahun 
 dia berada di medan tempur yang tersengit yang hidup mati bisa datang dalam 
setiap detik dan beruntunglah dia selamat hingga di hari tuanya. Ngo turut 
bertempur aktiv dan juga sambil mengabdi melayani pertempuran termasuk 
mengangkuti peti-peti peluru yang berat di punggungnya. Apa kesan tentang 
dirinya ketika di tanyai wartawan? Dia hanya mengatakan bahwa katanya semua 
telah dia lakukan  bagi mempertahankan dan menyelamatkan tanah air dan dia 
sekarang  merasa bahagia karena bisa hidup tenang dan tentram di kampung 
halamannya sendiri: Thanh Hoa. Begitu sederhana: hidup aman tentram. 
Selebihnya, semua gelar pahlawan, bintang-bintang jasa, penghargaan negara dan 
bangsanya, tidak membuatnya jadi manusia lain dan Ngo tetap hidup sederhana, 
tidak  diganggu hasrat mengejar kekayaan, tanpa niat korupsi di tengah 
negerinya yang sedang membangun secara menakjubkan. Katanya: "Saya hidup aman 
tentram, mau apa lagi? Tak ada yang lebih berharga dari itu"


Vietnam pernah mendapat julukan sebagai macan Asia karna perkembangan 
ekonominya yang dekat-dekat menyamai Tiongkok. SekarangVietnam juga mengalami 
kemunduran laju ekonomi meskipun wajah Vietnam telah amat berubah, moderen, 
relatif stabil dengan kebudayaan dan peradaban yang terus meningkat dan 
meninggi. Namun mereka menyedari, rakyat masih banyak yang tetap melarat, 
pembangunan  ekonomu belum benar-benar merata, antara miskin dan kaya celahnya 
semakin besar, keluhan rakyat semakin bergema dan kesulitan ekonomi tetap belum 
teratasi. Namun mereka masih setia dengan sejarah masa lalu mereka, menghargai 
pahlawan pahlawan mereka, mengenang sejarah mereka  sambil memeliharanya terus 
dalam ingatan, memperingatinya. Meskipun cukup banyak kader-kader Partai mereka 
terlibat korupsi (seperi juga di Tiongkok) tapi semua itu tidak luput dari 
kritik dari Partai sendiri termasuk kritik dari rakyat yang semakin bergema  
dan bahkan hingga geram. Rakyat telah berani mengatakan: "Kalau Partai tidak 
mampu membahagiakan rakyat, untuk apa lagi mempertahankan adanya Partai?".
ASAHAN.


Kirim email ke