http://www.indopos.co.id/index.php/berita-utama/4086-diperkirakan-ada-1-juta-odapus-di-indonesia

Diperkirakan Ada 1 Juta Odapus di Indonesia 
  Saturday, 18 May 2013 08:37 
  Written by Bowo 

 




Lupus atau memiliki nama lengkap Systemic Lupus Erythematosus (SLE) adalah 
sejenis kelainan autoimun yang ditandai dengan peradangan kronis dan serangan 
terhadap jaringan dan organ tubuh. Pada lupus, produksi antibodi yang 
berlebihan justru menyerang sel dan jaringan tubuhnya sendiri.

Lupus juga disebut sebagai penyakit seribu wajah, karena diagnosa penyakitnya 
bisa mirip dengan penyakit lainnya. Tanda dan gejala lupus itu bisa bervariasi. 
Sebagian besar mereka yang menderita lupus mempunyai gejala umum, seperti 
sering kelahan, demam, nyeri sendi, dan kaku. Berikutnya terdapat ruam 
berbentuk kupu-kupu di pipi dan hidung, nyeri dada, sesak napas, sakit kepala, 
kebingungan, dan kulit yang memburuk saat terkena sinar matahari.

Banyak orang tidak mengetahui apa itu penyakit lupus. Masyarakat awam pada 
umumnya menganggap bahwa lupus adalah penyakit langka dengan jumlah pasien yang 
juga sedikit. Anggapan kebanyakan orang itu salah.

Yayasan Lupus Indonesia (YLI) sebagai pusat informasi dan edukasi tentang 
penyakit lupus menyebut angka 13 ribu Orang dengan Lupus (Odapus) di Indonesia. 
Sementara di dunia, ada lebih dari 5 juta orang menderita lupus.

Dari data YLI juga, diketah i bahwa lupus yang diidap Odapus bermacam-macam. 
Ada yang menderita lupus ginjal, lupus darah, lupus mata, dan lupus yang 
menyerang janin sehingga ibu dengan Odapus rentan mengalami keguguran.

Sedangkan Prof Dr Zubairi Djoerban, Sp.PD KHOM FINASIM secara ekstrim menyebut 
estimasi Odapus di Indonesia bisa mencapai 1 juta orang. Sebab diakuinya, 
terjadi kecenderungan peningkatan pasien lupus yang umumnya menyerang perempuan 
usia produktif. Meski ada juga kasus lupus pada laki-laki.

’’Karena angka 13 ribu itu adalah yang tercatat di YLI. Artinya, itu adalah 
pasien yang terdata. Sedangkan di Indonesia, saya yakin jumlahnya lebih dari 
itu dan sebagian dari mereka mungkin bahkan tidak tahu kalau mereka terkena 
lupus,’’ bebernya dalam peringatan Hari Lupus Sedunia belum lama ini.

Dia mengakui, bahwa masih sangat banyak orang yang belum tahu gejala dan 
seberapa berbahayanya penyakit lupus. Karena memang, lupus baru bisa dideteksi 
setelah ada keluhan.

’’Tidak akan terdeteksi jika tidak ada keluhan. Jadi mengetahui gejala penyakit 
lupus menjadi sangat penting bagi setiap orang. Khususnya perempuan usia 
produktif,’’ jelasnya. Dia menegaskan, bahwa penyakit lupus sama bahayanya 
dengan kanker, jantung, dan AIDS, karena bisa menyebabkan kematian.

Menurut Zubairi, faktor penyebab dan pengobatan lupus hingga kini belum 
diketahui dengan pasti. Tapi yang pasti, lupus bukan penyakit yang disebabkan 
oleh virus, kuman, atau bakteri.

’’Lupus juga bukan penyakit menular. Bahkan, keterlibatan genetik dalam 
penyakit ini juga sangat kecil, walaupun pada beberapa kasus, Ibu yang Odapus 
juga ada yang melahirkan anak Odapus,’’ urai Zubairi. Faktor terbesar penyebab 
lupus, menurut dia, lebih disebabkan pada hormon dan lingkungan.

Diakuinya, deteksi awal pada lupus tidak dimungkinkan. Lupus baru bisa 
dideteksi jika pasien sudah merasakan 4 dari sekian banyak gejala.

Apa saja gejalanya? Gejala awal yang dialami saat lupus mulai bersemayam di 
dalam tubuh adalah sakit pada sendi atau tulng, demam berkepanjangan dan panas 
tinggi bukan karena infeksi, sering merasa cepat lelah dan lemah 
berkepanjangan, ruam pada kulit, anemia (kurang darah), gangguan ginjal 
(kebocoran ginjal, protein terbuang melalui urin), sakit di dada bila menghirup 
nafas dalam, bercak merah pada wajah seperti kupu-kupu (butterfly rash), 
sensitif terhadap sinar matahari, rambut rontok, ujung jari berwarna kebiruan 
atau pucat, stroke, penurunan berat badan, sakit kepala, kejang, sariawan yang 
hilang timbuh, dan keguguran pada Odapus yang tengah hamil.

’’Jika merasakan 4 dari sekian banyak gejala itu sebaiknya segera dicek melalui 
medical check up yang sesuai. Sebab dengan deteksi dini, Odapus bisa 
mendapatkan perawatan yang komprehensif, kontinyu, dan bisa hidup normal 
seperti orang sehat pada umumnya,’’ jelasnya.

Hal itu dibenarkan Ketua YLI Tiara Savitri. Dia yang juga merupakan Odapus 
sejak 25 tahun lalu membuktikan bahwa dirinya bisa hidup sehat seperti orang 
normal pada umumnya. Bahkan, dia bisa mendaki 11 gunung di Indonesia.

’’Yang terpenting adalah semangat untuk sehat. Jangan berhenti untuk bergerak. 
Odapus juga tidak pantang berolahraga. Malahan, di Negara Barat, kebanyakan 
dari mereka sudah menderita lupus tak kurang dari 15 tahun. Mereka tetap sehat 
dan bugar,’’ beber wanita yang juga memiliki anak Odapus, Kemal Syakurnanda.

Ditambahkan Zubairi, bahwa lupus dikelompokan menjadi empat kelompok. Yaitu 
early detection yaitu kondisi saat ditemukan gejala dini lupus, akan tetapi 
hasil laboratorium masih dinyatakan negatif, mild lupus yaitu kondisi 
ditemukannya gejala dini lupus dan hasil laboratorium dinyatakan positif, 
severe lupus yakni kondisi saat organ tubuh sudah spesifik ada yang mulai 
terkena, dan life threatening lupus yaitu kondisi organ terjejas (sudah sakit) 
dan menjadi diagnosa yang berdiri sendiri.

Resep Sehat Odapus

Menjadi Odapus bukan berarti akhir segala-galanya. Di Negara Barat terbukti, 
bahwa Odapus bisa bertahan hidup puluhan tahun sejak dia didiagnosa terkena 
lupus. Itu artinya, dengan treatment, pengobatan, dan anjuran yang tepat dari 
dokter, Odapus bisa berdamai dengan lupus.

Hal itu diungkapkan Tiara, yang sudah puluhan tahun hidup berdampingan dengan 
lupus. Yang terpenting menurutnya, Odapus harus rajin kontrol ke dokter, minum 
obat teratur yang dianjurkan dokter, serta membiasakan hidup sehat dan makan 
makanan bernutrisi seimbang dan sehat.

Jenis makanan seperti apa yang cocok untuk Odapus? Yaitu makanan dengan 
kandungan zat besi tinggi. Seperti, sayuran berdaun hijau, ikan, dan daging 
bebas lemak.

’’Ikan dengan kandungan omega 3, terutama salmon, sardin, dan hering juga baik. 
Sebab kandungan omega 3 dapat mengurangi rasa nyeri dan peradangan akibat 
lupus,’’ jelasnya.

Konsumsi buah dan sayur segar dalam jumlah besar juga disarankan Zubairi. 
Menurutnya, sayur dan buah segar termasuk makanan dengan kandungan antioksidan 
tinggi dapat berfungsi alami untuk menyegarkan dan menambah stamina bagi Odapus.

Begitu juga dengan mengkonsumsi vitamin C dan D, sehingga dengan bantuan 
vitamin ini memudahkan tubuh untuk menyerap zat besi lebih baik dan cepat. 
’’Boleh juga mengkonsumsi herbal atau jamu-jamuan, tapi ingat hanya sebagai 
penambah stamina saja, tapi bukan untuk pengobatan,’’ tegas Zubairi. 

Sebab ada beberapa kasus pasien Odapus yang malahan mengalami komplikasi dan 
akhirnya meninggal karena melakukan pengobatan dengan metode alternatif dengan 
mengkonsumsi jamu-jamuan dan obat herbal.

Lalu, olahraga seperti apa yang tepat bagi penderita lupus?

 Menurut Rahmat Rukmantara, pelatih olahraga Odapus menjelaskan, bahwa olahraga 
menjadi cara untuk membugarkan stamina pasien lupus. ’’Cukup lakukan gerakan 
sederhana dengan waktu yang tidak perlu terlalu lama. Intinya bergerak. Karena 
manusia itu sebenarnya adalah makhluk bergerak,’’ ulasnya.

Tips sehat lainnya hati-hati berada di bawah sinar matahari, stop merokok, 
hindari penggunaan silicon, dan beristirahat secukupnya. (sic)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke