Ref:  Inilah  yang disebut membual di depan umum. Untuk menyegarkan ingatan 
silahkan lihat ini dengan meng-click pada : 
http://www.liveleak.com/view?i=61f_1297089677 dan ini  
http://www.youtube.com/watch?v=5L-9HcTb1es

http://www.antaranews.com/berita/377595/presiden-tidak-ada-ruang-bagi-perilaku-tak-toleran

Presiden: tidak ada ruang bagi perilaku tak 
toleranhttp://www.youtube.com/watch?v=5L-9HcTb1es
Jumat, 31 Mei 2013 10:02 WIB | 

Pewarta: Panca Hari Prabowo dan GNC Aryani

 
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (ANTARA/Andika Wahyu)

  Kami juga tidak akan membiarkan penodaan tempat ibadah agama apapun untuk 
alasan apapun 

New York (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan 
pemerintah Indonesia bersama seluruh komponen bangsa lainnya terus 
mengembangkan kehidupan berbangsa termasuk mencegah perilaku tidak toleran dan 
menegakkan hukum bila ada tindakan tersebut.

"Proses demokrasi masih terus berkembang dan konsistensi sebagai sebuah negara 
merdeka masih diuji. Mengembangkan perdamaian, ketertiban dan harmoni merupakan 
sesuatu yang tidak bisa terjadi begitu saja," kata Presiden dalam acara 
penyerahan penghargaan World Statesman Award di New York Kamis (30/5) malam 
waktu setempat atau Jumat pagi waktu Jakarta.

Indonesia, kata Presiden, meski telah berkembang menjadi sebuah negara 
demokrasi dan berhasil lepas dari bayang-bayang kesulitan pascareformasi 1998 
di bidang politik, keamanan, ekonomi namun masih ada sejumlah masalah yang 
dihadapi dan terus dibenahi.

"Konflik komunal beberapa kali masih terjadi, pertentangan akibat sensitivitas 
nilai agama masih juga ada. Radikalisme juga masih sesekali terjadi.

"Namun saya percaya bahwa masalah ini tidak hanya dihadapi oleh Indonesia 
sendiri, namun juga merupakan fenomena global," kata Presiden.

Kepala Negara mengatakan pemerintah dan seluruh komponen bangsa terus melakukan 
berbagai upaya untuk menyelesaikan permasalahan tersebut,"kami akan terus 
melanjutkan upaya transformasi Indonesia sambil menyelesaikan permasalahan 
tersebut."

"Kami tidak akan menolerir setiap tindakan kekerasan oleh kelompok yang 
mengatasnamakan agama. Kami juga tidak akan membiarkan penodaan tempat ibadah 
agama apapun untuk alasan apapun. Kami juga akan melindungi minoritas dan 
memastikan tidak ada yang mengalami diskriminasi. Kami juga akan memastikan 
siapapun yang melanggar hak yang dimiliki kelompok lain akan menghadapi proses 
hukum," kata Presiden.

Menurutnya, pemerintah terus melakukan langkah untuk memastikan semua penganut 
agama hidup dalam kebebasan beribadah dan juga hidup secara berdampingan dalam 
persaudaraan.

"Indonesia akan selalu menjadi negara dengan tempat ibadah yang melimpah. Saat 
ini ada lebih dari 255.000 masjid. Kita juga memiliki lebih dari 13.000 Pura 
Hindu, sekitar 2.000 candi Budha dan lebih dari 1.300 kelenteng Confucius. Dan 
ini mungkin mengejutkan anda, kami memiliki lebih dari 61.000 gereja di 
Indonesia, lebih banyak di bandingkan di Inggris dan Jerman. Dan banyak tempat 
ibadah itu berlokasi di jalan yang sama," ungkap Presiden.

Penyerahan World Statesman Award dilangsungkan di Hotel Pierre New York. 
Penghargaan itu diserahkan oleh Rabbi Arthur Scheneier dalam sebua acara makan 
malam. Hadir juga mantan Menlu AS yang juga tokoh hubungan internasional 
Dr.Henry Kissinger.

Editor: Fitri Supratiwi

COPYRIGHT © 2013


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke