----- Original Message ----- 
From: ASAHAN 
Re: [inti-net] Fw: Kolom IBRAHIM ISA -- Berusaha MEMAHAMI TIONGKOK,,<Apa Itu 
Sosialisme Dengan Ciri-Ciri Tiongkok?>
  

Pembangunan "Sosialisme dengan ciri Tiongkok" yang tampak cemerlang dan gegap 
gempita sekarang ini adalah hasil perjuangan SIAPA MENDAHULUKAN SIAPA. Mao tse 
Tung (MTT)membangun sosialisme bersama rakyat adalah untuk mendahulukan rakyat, 
kepentingan dan kemakmuran rakyat sedangkan Teng siauw Ping (TSP) membangun 
kapitalisme di Tiongkok adalah untuk mendahulukan kepentingan kapitalis dan 
borjuasi dan membangunnya bersama para kapitalis asing yang diberi kesempataan 
dan banyak keistimewaan kepada mereka seperti umpamanya boleh memeras tenaga 
buruh dengan upah yang sangat rendah, keuntungan pajak dan fasilitas-fasilitas 
lainnya yang sangat menguntungkan para kapitallis dalam  maupun luar 
negeri.Kapitalisme yang menjamur seperti musim hujan itu menampakkan dirinya 
bak gunung es yang gemerlapan dipenuhi gedung-gedung tinggi dan bangunan serba 
ultra moderen dengan kota-kota etalage-nya yang bertimbun barang mewah dan 
mahal. Uang asing dan tenaga spesialis asing yang paling piawai dan paling
  mahal bayarannya memegang peran  yang  sangat penting dalam pembangunan 
"Sosialisne berciri Tiongkok" yang memang tak seorangpun berani menampik 
kehebatan dan keluar biasaannya. 

Tapi kaki gunung es yang maha luas yang terbenam di bawah laut dingin dan dalam 
sudah dilupakan orang  dan merekalah rakyat yang tetap saja masih miskin 
(menunggu giliran kaya entah berapa ratus tahu lagi) dan jumlah mereka masih 
ratusan juta banyaknya yang masih menunggu janji TSP: "biarkan kapitalis kaya  
dahulu, rakyat kaya belakangan". Janji tinggal janji dan Teng pun sudah lama 
mati.
Pertanyaan besar di Tiongkok sekarang ini adalah: Bisakah membangun Sosialisme 
dengan cara menyewa kapitalisme dan nanti bila negara telah kaya raya lalu 
otomatis dibikin Sosialis atau negara Sosialis?.Pertanyaan tsb tak seorangpun 
bisa menjawabnya karena selang waktunya masih teramat panjang dan juga muatan 
fantasinya juga terlalu berat kadarnya.

Pertanyaan besar kedua: Apakah kapitalisme( atau sebutlah "kapitalisme ciri 
Tiongkok") tidak akan mengalami krisis ekonomi seperti umpamanya yang dialami 
dunia kapitalisme sekarang ini?
Pertanyaan besar ketiga: Seandainya nanti terjadi krisis ekonomi yang 
meruntuhkan negeri Tiongkok, apakah akan kembali ke sistim sosialisme seperti 
yang telah dimulai oleh MTT?

Meskpun Tiongkok sekarang dipenuhi dengan materi yang nyata atau kenyataan 
bidang materi yang menyilaukan setiap orang termasuk para kapitalisme Barat 
tapi sesungguhnya juga Tiongkok dirongrong betapa banyak pertanyaan yang hampir 
tak bisa dijawab. Karenanya banyak orang memandang Tiongkok adalah sebuah 
negara percobaan dengan sistim percobaan  dan juga dengan tidak tanduk 
coba-coba yang tak ada batasnya. 

Rakyat Tiongkok sudah lama kehilangan peranannya , terlupakan dan menjadi 
ratusan juta Paria yang dihormati tapi tidak dihiraukan serta diabaikan. Di 
dunia ini tidak pernah ujud sistim kapitalisme yang mendahulukan rakyat. Mereka 
meberikan sedikit sedekah kepada rakyat bila mereka dalam keadaan makmur dan 
kaya raya dan mereka tidak akan pernah menyerahkan harta terhirnya kepada 
rakyat untuk agar rakyat kaya dahulu dan mereka kaya belakangan. Kapitalisme 
adalah sebuah sistim dan bukan perseorangan. 

Yang perseorangan adalah kapitalis dan semua kapitalis terikat pada sistim 
mereka sendiri: KAPITALISME. Sedangkan sistim mereka adalah berdasar pada 
penghisapan dan tanpa penghisapan tidak akan lahir seorang kapitalis dan 
begitulah sistim mereka untuk selamanya. Sifat baik buruk tergantung pada 
perseorangan. Tapi kapitalime sebagai sistim tidak melihat baik atau buruk tapi 
pada keuntungan atau laba. 

Kita tidak bisa membayangkan nantinya bila kapitalisme di Tiongkok telah 
mencapai titik kemakmuran optimal apakah kemakmuran itu akan dibagikan kepada 
rakyat agar rakyat menerima gilirannya untuk menjadi kaya belakangan seperti 
yang dijanjikan TSP?. Sedangkkan yang disebut "Kemakmuran" itu, kemakmuran bagi 
siapa?.Kemakmuran yang dibangun oleh kapitalisme adalah kemakmuran untuk mereka 
sendiri, untuk para kapitalis dan bukan untuk rakyat. Tidak mungkin setiap 
rakyat dalam satu negeri adalah kapitalis semuanya.
ASAHAN.


  ----- Original Message ----- 
  From: Surya 
  To: [email protected] 
  Sent: Monday, June 17, 2013 3:56 PM
  Subject: RE: [inti-net] Fw: Kolom IBRAHIM ISA -- Berusaha MEMAHAMI 
TIONGKOK,,<Apa Itu Sosialisme Dengan Ciri-Ciri Tiongkok?>


    
  Negara seperti OZ dan NZ terkenal dengan Medicare nya, tetapi Negara itu
  kaya karena ditunjang dengan natural resources yang melimpah, pajak yang
  cukup tinggi, dan tentunya sistim pemerintahan warisan British Empire yang
  memang canggih seperti di negara2 Commonwealth lainnya didunia, the question
  is how long can it last? Sekarang sudah mulai keliatan banyak kenyamanan
  mulai di pangkas seperti age-care, waiting list untuk operasi yang
  'non-essential' bisa sampai setahun.

  Tiongkok tanpa sistim kapitalisme akan berhenti di tempat, kalau tidak malah
  mundur, Deng Xiao Ping betul dengan mengadopsi kapitalisme (ala Tiongkok)
  sebagai pendobrak sistim ekonomi Sosialis yang tidak bisa mengangkat derajat
  ekonomi Negara; adalah tugas dari generasi penerus untuk mereformasi sistim
  sosial yang lebih rata ke seluruh lapisan masyarakat, terutama lansia,
  apalagi dengan trend makin naiknya populasi lansia (aging society). Kalau di
  kota besar seperti Beijing atau Shanghai, sistim 3 generasi yang saling
  membutuhkan, bisa terlihat symbiosis mutualistic, kakek dan nenek ikut jaga
  sang cucu, saat anak dan mantu kerja, biasanya setelah nganter sekolah, bisa
  kumpul di taman kota yang besar (keliatan happy sekali), pada siang hari
  siapkan masakan dan sore hari jemput cucu dari sekolah. Sampai suatu saat
  pada usia lansia tidak productive, harus tinggal di age-care center untuk di
  rawat perawat; yang harus di bina adalah sistim komune seperti di tahun
  50-60an, terutama di pedesaan, dimana yang lansia bisa di rawat gotong
  royong, terutama kalau anaknya (biasanya cuma satu) harus tinggal jauh.
  Menurut saya yang paling ideal masih sistim 3 generasi tinggal satu atap,
  seperti masih dipraktekan di negara2 Eropa Mediterania, kalau tinggal
  sendiri (terutama sebagai Migran) di age-care center sangat kesepian, karena
  harus kumpul dengan orang2 dari berbagai latar belakang tradisi dan kultur,
  just like my parents.

  Salam

  Surya (usia 60) 

  From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf
  Of ASAHAN
  Sent: Thursday, 13 June, 2013 20:42
  To: [email protected]
  Subject: [inti-net] Fw: Kolom IBRAHIM ISA -- Berusaha MEMAHAMI
  TIONGKOK,,<Apa Itu Sosialisme Dengan Ciri-Ciri Tiongkok?>

  ----- Original Message ----- 
  From: ASAHAN 
  Sent: Thursday, June 13, 2013 3:26 PM
  Subject: Kolom IBRAHIM ISA -- Berusaha MEMAHAMI TIONGKOK,,<Apa Itu
  Sosialisme Dengan Ciri-Ciri Tiongkok?>

  Bung Audi yang baik,
  Selamat menikmati hari-hari libur di NZ.

  Jelas, jaminan sosial di NZ jauh lebih baik daripada di Belanda. 40 tahun
  lalu jaminan sosial(JS) di Belanda masih termasuk yang paling baik di dunia
  (kata banyak orang). Tapi sejak 30 tahun lalu berangsur JS di Belanda
  dipreteli Pemerintah dengan alasan penghematan. Sekarang, JS itu hanya
  tinggal mimpi dan bahkan hampir-hampir nightmare. Memang setiap warga
  diwajibkan masuk asuransi kesehatan. Tapi di masa krisis moneter saat ini,
  saya sendiri umpamanya harus membayar setiap bulannya (bersama istri) 250
  euro. Setiap tahun masih harus membayar 350 euro sebagai apa yang dinamakan
  "eigen risico" setiap orangnya. Jadi praktis tidak ada jaminam kesehatan
  yang gratis di Belanda. Belum lagi cerita-cerita sedih lainnya seperti
  ditutupnya rumah-ruah jompo dan semua orang tua harus pulang ke keluarganya
  masing-masing atas biaya sendiri, juga telah ditiadakannya bantuan pelayanan
  di rumah-rumah orang-orang tua yang mengakibatkan puluhan ribu
  pembantu-pembantu orang tua kehilangan p ekerjaan dan mangnggur. Saya tidak
  akan menyebutkan di sini daftar panjang layanan kesehatan yang dihilangkan
  Pemerintah demi penghematan. Ciri-ciri sosialisme di Belanda boleh dibilang
  sudah punah dan pekerjaan Pemerintah Belanda yang terpokok saat ini adalah
  mengambili uang rakyat sebanayak yang bisa mereka ambil, merogoh kantong
  rakyat hingga kempes dan akibat politik primitif mereka itu sangat jelas
  bisa dilihat dengan mata: toko-toko semakin banyak yang tutup karna bangkrut
  kekurangn pembeli karna rakyat tidak punya cukup uang untuk beli-beli,
  pengangguran membengkak, harga harga barang naik, kwalitas barang dagangan
  juga turun: yang bisa dimakan semakin tidak enak, yang bisa dipakai semakin
  cepat rusak. Singkat kata kapitalisme Barat jatuh krisis, rakyat yang harus
  menanggung akibatnya, rakyat yang harus membayar agar kapitalisme subur
  kembali.
  Tapi di Tiongkok, orang semakin mengagung-agungkan kapitalisme. Kemakmuran
  bagi mereka adalah kapitalisme, moderen adalah kapitalisme, kaya raya adalah
  kapitalisme. Tapi memang benar kalau mereka mengatakan bahwa Tiongkok sedang
  membangun "Sosialisme dengan ciri Tiongkok".
  Dan apakah yang dimaksud dengan "ciri-ciri Tiongkok" itu? Semua orang bisa
  melihatnya dengan jelas:
  - Kediktaturan Proletariat membolehkan penghisapan atas kaum pekerja yang
  dilakukan oleha para kapitalis Tiongkok sendiri maupun kaptalis asing
  (penanam modal).
  - Merangsang pertumbuhan kapitalisme tanpa rem dengan membolehkan
  penghisapan yang hampir tanpa batas terhadap kaum pekerja untuk meraih
  keuntungan yang sebesar besarnya.
  -Menghilangkan semua bentuk solidaritas Internasional terhadap negeri-negeri
  dan rakyat yang sedang berjuang melawan penindasan dan sedang menuntut
  kebebasan (kecuali untuk kepentingan propaganda dengan cara merekrut
  segelintir kaum oportunis asing bekas teman-teman mereka di masa lalu).
  - Menanamkan ideologi untuk menjadi kaya raya perorangan sebagai ideologi
  mulia dan jaya.
  - Meyakinkan rakyat Tiongkok dan kalau bisa rakyat sedunia bahwa kapitalisme
  yang dibangun di ti Tiongkok adalah "SOSIASLIME" dengan ciri Tiongkok.
  Saya kira itulah lima ciri dasar kapitalisme yang dibangun di Tiongkok yang
  mereka sebut "Sosialisme denga ciri Tiongkok".
  Kita tidak bermaksud memusuhi Tiongkok atau menjadikan Tiongkok sebagai
  musuh karena kalau demikian kita akan bertindak tolol dan kekanak-kanakan.
  Tapi juga kita tidak silau melihat keberhasilan Tiongkok membangun
  kapitalisme di negeri mereka dengan nama apapun yang mereka sebut. Itu
  adalah urusan mereka sendiri, hak mereka sendiri dan jalam mereka sendiri.
  Kita hanya akan terus mengingatkan bahwa: KAPITALISME BUKAN SOSIALISME DAN
  SOSIALISME BUKAN KAPITALISME. Di manapun dia dibangun termasuk di Tiongkok.

  Bung Audy, salam. Di supermarket Belanda sudah dijual trasi, saya sepertinya
  kembali jadi orang Indonesia.
  ASAHAN.

  ----- Original Message ----- 
  From: ASAHAN 
  To: ASAHAN 
  Sent: Wednesday, June 12, 2013 1:00 PM
  Subject: Fw: Kolom IBRAHIM ISA -- Berusaha MEMAHAMI TIONGKOK,,<Apa Itu
  Sosialisme Dengan Ciri-Ciri Tiongkok?>

  ----- Original Message ----- 
  From: Audy 
  Kolom IBRAHIM ISA -- Berusaha MEMAHAMI TIONGKOK,,<Apa Itu Sosialisme Dengan
  Ciri-Ciri Tiongkok?>

  Pak Asahan,

  NZ juga ada sosialisme-nya walau bisa dikata makmur. 
  Semua orang yang punya ijin tinggal disini mendapat pelayanan kesehatan dari
  negara. 
  Sakit apapun kalau emergency, silahkan masuk rumah sakit. Kalau tidak mampu
  bayar makan akan ditanggung negara. Saya 2x masuk rumah sakit, sekali
  operasi rotator cuff, dan sekali dengan ambulance, semua free.

  Kalau kecelakaan waktu olah raga atau kerja atau sedang jalan pagi (misalnya
  terkilir) makan semua biaya pengobatan ke dokter ataupun kerumah sakit
  ataupun ke physiotherapy gratis. 
  Kalau tidak punya kerjaan, akan diberikan uang saku supaya tidak mati
  kelaparan.
  Kalau tidak mampu sewa rumah, akan diberikan tempat tinggal bagi keluarganya
  oleh housing commission.
  Kalau banyak anak, negara akan ikut membantu memberikan tunjangan lebih
  besar bagi mereka yang pendapatannya dibawah rata-rata. 
  Gratis uang sekolah sampai SMA. 
  Untuk para pensiunan, transportasi umum (bus, train ferry) semua gratis. 

  Apa itu bukan ciri-ciri sosialisme? Tapi nyatanya NZ tidak miskin.

  Salam,
  Audy

  From: ASAHAN 
  Sent: Thursday, June 13, 2013 3:39 AM
  Kolom IBRAHIM ISA -- Berusaha MEMAHAMI TIONGKOK,,<Apa Itu Sosialisme Dengan
  Ciri-Ciri Tiongkok?>

  ----- Original Message ----- 
  From: ASAHAN 

  Kolom IBRAHIM ISA -- Berusaha MEMAHAMI TIONGKOK,,<Apa Itu Sosialisme Dengan
  Ciri-Ciri Tiongkok?>

  Siapa sih yang pernah bilang bahwa "Sosialisme itu adalah kemiskinan?"
  Tapi memang cukup banyak orang yang bilang: "Kapitalisme itu adalah
  sosialisme" bila di bangun di Tiongkok.
  ASAHAN.
  ----- Original Message ----- 

  From: isa 
  Kolom IBRAHIM ISA -- Berusaha MEMAHAMI TIONGKOK,,<Apa Itu Sosialisme Dengan
  Ciri-Ciri Tiongkok?>

  *Kolom IBRAHIM ISA*

  *Selasa, 11 Juni 2013*

  ** * *
  /*Bahwa Kemiskinan itu Bukan Sosialisme!*/

  [Non-text portions of this message have been removed]






-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "diskusi kita" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke diskusi-kita+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
 
 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke