Maaf juga, saya hanya bersenda gurau. Dalam Al Qur'an ada ayat yang mengatakan bahwa Tuhan menciptakan dunia dan manusia adalah agar manusia bersuaka ria dan untuk bersenda gurau. Saya lupa nama ayatnya tapi pasti ada. Ketika saya masih kecil dan belajar membaca Al Qur'an, sebelum kami mulai membacanya kami diwajibkan mencium kitab suci itu.Dan setelah selesai membaca kami anak-naka dibiarkan bermaian dan bersenda gurau sesuka hati kami hingga ruangan mengaji selalu riuh rendah sedangkan ketika mengaji sangat serius dan terkonsentrasi dan memang begitulah metode ulama guru ngaji kami.Dan juga dalam kitab suci dikatakan bahwa Tuhan tidak suka dengan manusia yang bermuram durja dan hanya meratapi nasib malangnya saja dan Tuhan menganjurkan agar manusia bangkit dan berusaha mengubah nasibnya sendiri, menyaksikan keagugan alam raya beserta keajaibannya yang telah diciptakan Tuhan dan mengubah dunia untuk kebahagiaan seluruh ummatnya. Tapi dalam kenyataan di dunia kita, sebagian manusia ingin bersenang-senang sendiri tanpa berbagi dengan orang lain sehingga terciptalah golongan miskin papa dan golongan kaya raya, golongan penindas dan golongan tertindas. Hidup di dunia bukan lagi untuk bersuka ria dan bersenang senang bagi setiap manusia, tapi siapa menindas siapa dan yang berhak bersenang-senang dan bersuka ria adalah golongan kaya beserta golongan penguasa. Namun yang masih bisa bersuka ria dan bergurau, betapapun pahitnya higup ini, Tuhan akan lebih senang melihatnya daripada yang bermuka masam dan bermulut getir. Salam, ASAHAN
----- Original Message ----- From: [email protected] To: Group Diskusi Kita Sent: Sunday, November 03, 2013 1:21 PM Subject: Re: [inti-net] Orang Terakhir yang Masuk Surga Maaf. Sorga dan neraka dalam Islam tidaklah se simplistis yg digambarkan oleh penulis dan dikomentari oleh pak Asahan. Tidak ada dalam alQuran tingkat-tingkat sorga. Berbeda dengan alQuran, hadis dan riwayat boleh banyak sebagaimana kita boleh mempertanyakan otentisitasnya. Quran menggambarkan sorga dan neraka secara metaforik. Tidak bisa ditafsirkan sembarangan, apalagi oleh orang-orang yg tidak menguasai ilmu tafsir. Menafsirkan secara serampangan bisa menyesatkan seperti ulah kelompok salafi yg hobinya mengkapling sorga dan neraka. Seakan-akan sorga diciptakan hanya untuk mereka. Quran memang berisi ancaman dan ganjaran (punishment and reward) atas amal kita didunia. Bentuknya seperti apa persisnya, hanya Tuhan yang tahu. Yang jelas, menurut Quran, reward tertinggi adalah ketika kita dapat berjumpa dengan Allah (melihat "wajahNya"), seprti kebahagiaan tak terhingga orang yang menemui kekasih yang dirindukannya. Dosa menurut alQuran adalah perilaku menzalimi diri sendiri sehingga dirinyalah sendiri yang menanggung risikonya. Salah satu inti dalam ajaran Islam yang banyak disalah mengertikan adalah kasih sayang. Dan kasih sayang tertinggi adalah kasih sayangNya. Karenanya dalam surat alFatihah yang tiap kali kita baca dalam sholat ayat kasih sayangNya (al-rahman al-rahim) mendahului dan digandengkan dengan ayat sebagai penguasa di hari akhir (maliki yaum al-din). Saya berharap, janganlah kita terlalu mudah membuat kesimpulan atas agama apapun sebelum kita mendalaminya dengan sungguh-sungguh. AT Powered by Telkomsel BlackBerry® ------------------------------------------------------------------------------ From: "ASAHAN" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Mon, 4 Nov 2013 12:29:18 +0100 To: <[email protected]>; SASTRA PEMBEBASAN<[email protected]>; SANTRI KIRI<[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; Group Diskusi Kita<[email protected]>; <[email protected]>; AKSARA SASTRA<[email protected]> ReplyTo: [email protected] Subject: Fw: [inti-net] Orang Terakhir yang Masuk Surga Ternyata di alam ahirat, juga terdapat diskriminasi. Ada surga tinggkat tinggi dan ada surga tingkat terendah. Hampir-hampir sama dengan di dunia kita ini: penuh dengan diskriminasi. Jadi diskriminasi itu halal hukumnya. Dan juga sesuai dengan konsep Teng Siauw Ping: "biarkan yang kaya menikmati kekayaannya duluan, yang miskin belakangan". Sedangkan di ahirat: Yang dikasihani Allah masuk surga duluan, yang dilaknat masuk neraka dulu untuk kemudian masuk surga tingkat rendah(mungkin tanpa bidadari). Miskin dan kaya itu biasa, dosa dan amal itu biasa, diskriminasi itu biasa. Nah, untuk apa lagi semua itu direpotin.Nikmatilah nerakamu yang sekarang seperti juga yang sedang menikmati surganya untuk selamanya. Batalkan semua rencana mogok kerja! Sia-sia belaka! ASAHAN. ----- Original Message ----- From: Sunny To: Undisclosed-Recipient:; Sent: Sunday, November 03, 2013 11:18 AM Subject: [inti-net] Orang Terakhir yang Masuk Surga res: Apakah para anggota rezim kleptokrasi neo-Mojopahit dan partai-partai politiknya akan masuk surga? http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/13/11/01/mvkgl6-orang-terakhir-yang-masuk-surga Orang Terakhir yang Masuk Surga Jumat, 01 November 2013, 11:03 WIB Komentar : 1 azharkomputer.com Kaligrafi Bismillah A+ | Reset | A- REPUBLIKA.CO.ID, Oleh HM Rizal Fadillah Surga nanti adalah tempat kembali yang menyenangkan, diberikan kepada hamba yang beriman, serta tempat berkumpul orang-orang yang banyak beramal saleh. Keluarga juga akan ber-reuni di surga. “(Yaitu) Surga ‘Adn mereka masuk ke dalamnya bersama dengan orang yang saleh dari bapak ibu dan nenek moyangnya, suami-istrinya, serta anak cucu dan keturunannya. Dan para Malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu. (Sambil mengucapkan), “Selamat sejahtera atasmu karena kesabaranmu”. Maka alangkah nikmatnya tempat kesudahan itu. (QS AR Ra’du 23-24.) Sementara itu neraka adalah tempat yang buruk. “Dan orang-orang yang melanggar janji kepada Allah setelah diikrarkan, dan memutuskan apa yang diprerintahkan Allah untuk disambungkan, dan berbuat kerusakan di muka bumi, mereka memperoleh kutukan dan tempat kediaman yang buruk (Neraka Jahannam)” (QS Ar Ra’du 25). Seorang ahli zuhud kenamaan Ibnu as Sammak mengunjungi saudaranya yang ingin meminta nasihat kepadanya. “Wahai Ibnu as Sammak, kedudukan nasihat bagi telinga ibarat tabib bagi orang sakit, maka siramilah aku sedikit saja dengan nasehatmu”. Dengan suara datar Ibnu as Saammak kemudian berkata, “Tidakkah engkau khawatir jika kesalahan-kesalahanmu tidak akan dihapus dan dosa-dosamu tidak diampuni ? Lalu di hadapanmu ada kegelapan, kengerian, dan kepedihan. Yang pertama kegelapan alam kubur, kemudian kedahsyatan alam mahsyar, kemudian kegetiran alam penantian, kemudian ketegangan alam titian dan timbangan amal, kemudian putuslah harapan, kemudian Yang Maha Raja dan Yang Mahatinggi memberi ketetapan !” Orang itu bertanya, “Kemudian apa setelah itu ?” Ibnu as Sammak meneruskan, “Memikul beban amal sendiri dan masuk neraka. Yang lebih menyiksa dari itu adalah celaan dan kutukan Dzat Yang Maha Raja, Yang Mahatinggi!” Dalam riwayat diterangkan bahwa di samping tentang keabadian neraka juga ada proses pembersihan yang kemudian membawanya ia ke dalam surga. Allah Yang Maha Penyayang menunjukkan kemurahan kepada hamba-hamba-Nya yang meski berdosa namun tetap diberi rahmat pada akhirnya. Dari Abdullah Ibnu Mas’ud r.a katanya, “Bersabda Rosulullah SAW : Saya mengetahui orang yang terakhir keluar dari neraka dan terakhir pula masuk surga, yaitu seorang laki-laki yang keluar dari api neraka sambil merangkak. Berkata Allah Ta’ala kepadanya: “ Pergilah engkau masuk surga !” Orang itu pun segera berjalan. Sesampai di sana dilihatnya seolah-olah surga telah penuh sesak. Orang itu lalu kembali dan berkata : “Ya Allah ! hamba dapati surga itu telah penuh.” Berkata Allah Ta’ala kepadanya, “Pergilah masuk !“ Orang itu kembali lagi dan dilihatnya masih dalam keadaan penuh, karena itu ia kembali pula menghadap Allah mencerirakan keadaannya seperti semula. Demikianlah orang itu pulang pergi berkali-kali antara surga dan hadirat Allah Ta’ala. Akhirnya Allah berkata kepadanya : “Masuklah engkau ke dalam surga ini. Untukmu seluas dunia dan ditambah sepuluh kali seluas dunia !” Maka berkata orang itu , “Apakah Tuhanku mengejek hamba, padahal Tuhanku adalah Raja ?” Kata Abdullah, “Saya lihat Rasulullah SAW tertawa sehingga tampak gerahamnya seraya berkata,“Orang itulah yang dikatakan penghuni surga yang terendah derajatnya”. (HR Muslim). Dalam Hadis Muslim yang lain dari Abu Dzar ra katanya, ”Bersabda Rasulullah SAW : saya mengetahui orang yang terakhir keluar dari api neraka dan terakhir pula masuk surga yaitu seorang laki-laki yang dibawa di hari kiamat lalu dikatakan dihadapannya : ”Perlihatkanlah kepadanya dosa-dosa yang ringan dan dikatakan kepadanya ‘Pada hari anu dan hari-hari anu engkau telah berbuat ini berbuat itu’ Jawab orang itu ‘Benar !” Dan tidaklah ia dapat mangkir, sedangkan dia khawatir akan diperlihatkan dosa-dosa yang berat berat. Maka dikatakan kepadanya :”Perbuatanmu yang buruk telah diganti dengan kebajikan”. Maka berkatalah orang itu, “Ya Allah! hamba telah berbuat ini dan itu yang belum diperlihatkan!” Kata Abu Dzar, “Kulihat Rasulullah SAW tertawa sehingga tampak gerahamnya”. Orang terakhir yang masuk surga adalah orang terselamatkan bukan karena amalnya, tapi karena anugerah Allah. Happy ending mewarnai akhir episode dari dinamika kehidupan manusia yang berdosa, bodoh, lugu, dan banyak membantah. Tersirami oleh air kesejukkan Allah yang Maha Pemurah. Rasulullah SAW pun tertawa hingga tampak gerahamnya. Gembira melihat umatnya selamat -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "diskusi kita" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke diskusi-kita+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "diskusi kita" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke diskusi-kita+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
