http://www.ambonekspres.com/index.php?option=com_k2&view=item&id=2620:pahlawan-pendidikan-sepanjang-masa&Itemid=637


Pahlawan Pendidikan Sepanjang Masa
  a.. Selasa, Des 31 2013
  b.. Ditulis oleh  amex
  c.. ukuran huruf
Смесители для душа и ванны
Детские игрушки, развивающие игры
Cetak Email
Oleh : Victor Ramot Hutahaean, M.Pd.K (Dosen di Sekolah Tinggi Teologi 
Bethel Ambon (STTBA)

Kalau kita mengikuti perkembangan keguruan di Indonesia jelas pada mulanya 
Guru-guru di Indonesia diangkat dari orang yang tidak berpendidikan khusus 
untuk memangku jabatan Guru.Dalam bukunya Sejarah Pendidikan Indonesia, 
Nasution (1987) secara jelas melukiskan sejarah pendidikan di Indonesia 
terutama dalam zaman kolonial Belanda.  Guru-guru yang pada mulanya 
diangkat dari orang-orang yang tidak dididik secara khusus menjadi Guru, 
secara berangsur-angsur dilengkapi dan ditambah dengan Guru-guru yang 
lulus dari sekolah Guru (kweekschool)yang pertama sekali didirikan di Solo 
pada tahun 1852. Karena kebutuhan Guru yang mendesak, Pemerintah Hindia 
Belanda mengangkat lima macam Guru, yakni: (1) Guru lulusan yang dianggap 
sebagai Guru yang berwenang penuh, (2) Guru yang bukan lulusan sekolah 
Guru, tetapi lulus ujian yang diadakan untuk menjadi Guru, (3) Guru bantu, 
yakni lulus ujian Guru bantu, (4) Guru yang dimagangkan kepada Guru 
senior, yang merupakan calon Guru, dan (5) Guru yang diangkat karena 
keadaan yang amat mendesak yang berasal dari warga yang pernah mengecap 
pendidikan.

Dalam perkembangannya, sejalan dengan pendirian sekolah yang lebih tinggi 
tingkatnya dari sekolah umum seperti Hollands Inlandse School (HIS), Meer 
Uitgebreid Lagere Onderwijs (MULO), Hogere Burgrschool (HBS), dan Algemene 
Middelbare School (AMS) maka secara berangsur-angsur didirikan pula 
lembaga pendidikan Guru atau kursus-kursus untuk mempersiapkan 
Guru-gurunya, seperti didirikannya Hogere Kweekschool (HKS) untuk Guru HIS 
dan kursus Hoofdacte (HA) untuk calon kepala sekolah (Nasution, 1987). 
Keadaan yang demikian berlanjut sampai zaman pendudukan Jepang dan awal 
perang kemerdekaan, walaupun dengan nama dan bentuk lembaga pendidikan 
Guru yang disesuaikan dengan keadaan waktu itu. Selangkah demi selangkah 
pendidikan Guru meningkatkan jenjang kualifikasi dan mutunya.

Setelah Indonesia merdeka, kebutuhan tenaga pendidik (guru) sangat tinggi, 
di mana hampir di seluruh daerah di Indonesia  tenaga kependidikan sangat 
dibutuhkan. Untuk mengatasi masalah ini pemerintah membuka berbagai kursus 
pendidikan guru, yaitu sekitar tahun 1950-an, yang kita kenal sebagai 
Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). Dan keadaan para pendidik 
(guru) di Indonesia melalui banyaknya proses yang terjadi dalam dunia 
pendidikan semakin baik, hal tersebut dengan terbentuknya Persatuan Guru 
Republik Indonesia (PGRI) yang mewadahi persatuan guru, dan juga mempunyai 
perwakilan di DPR/MPR.

Guru di Indonesia menyadari, bahwa pendidikan adalah bidang pengabdian 
terhadap Tuhan Yang Maha Esa, bangsa, dan Negara, serta kemanusiaan pada 
umumnya.Guru Indonesia yang berjiwa Pancasila dan setia pada Undang-Undang 
Dasar 1945, turut bertanggungjawab atas terwujudnya cita-cita Proklamasi 
itu. Guru di Indonesia terpanggil untuk menunaikan karyanya dengan 
memedomani dasar-dasar sebagai berikut:

1. Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia 
Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila.
2. Guru memiliki dan melaksanakan kejujuran profesional.
3. Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan 
melakukan bimbingan dan pembinaan.
4. Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang 
berhasilnya proses belajar mengajar.
5. Guru memelihara hubungan baik dengan orangtua murid dan masyarakat 
sekitarnya untuk membina peran serta dan rasa tanggungjawab bersama 
terhadap pendidikan.
6. Guru secara pribadi dan bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan 
mutu dan martabat profesinya.
7. Guru memelihara hubungan seprofesi, semangat kekeluargaan, dan 
kesetiakawanan sosial.
8. Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organisasi 
PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian.
9. Guru melaksanakan segala kebijaksanaan pemerintah dalam bidang 
pendidikan.

Dikutip dari lembaran Kode Etik Guru Indonesia (yang disempurnakan pada 
Kongres XVI, Tahun 1989 di Jakarta) terbitan PGRI.(Soetjipto dan Raflis 
Kosasi, 1994:34-35).
Peranan guru sangatlah diperlukan dalam mendidik dan membina para peserta 
didik, sehingga mereka memiliki moral yang baik dan berbudi pekerti yang 
baik. Tugas guru sangatlah berat, jika tidak mendidik dan membimbing para 
peserta didik dengan sungguh-sungguh akan ada banyak masalah yang dapat 
terjadi dalam kehidupan para peserta didik. Seperti yang kita ketahui 
dalam realita yang sering terjadi dalam kehidupan mereka, seperti 
terjadinya Tawuran antar pelajar, tawuran antar mahasiswa yang membuat 
para orangtua, para guru dan masyarakat luas sangat kuatir dengan apa yang 
akan terjadi dalam kehidupan generasi mereka di kemudian hari. Masih ada 
waktu untuk menjadikan mereka menjadi suatu generasi yang bermoral, 
bertanggungjawab dan terlebih menjadi generasi yang bertaqwa kepada Tuhan 
Yang Maha Esa.

Demikian juga, seperti yang kita ketahui bahwa, Pengabdian, tugas dan 
tanggungjawab setiap Guru, bukan saja mendidik anak didik menjadi pintar, 
cerdas, berintegritas dan trampil, tetapi juga membina dan membimbing 
peserta didik memiliki moral yang baik, dan terlebih menjadikan mereka 
peribadi-pribadi yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Guru di sekolah 
dapat juga dikatakatan sebagai orangtua kedua, dimana para peserta didik 
selain memperoleh pengetahuan, mereka juga memperoleh kasih sayang dari 
guru, ketika mereka berada di sekolah. Kebutuhan tenaga pendidik (guru) 
sampai saat ini di berbagai tempat (daerah) di Indonesia sangat banyak 
dibutuhkan. Dan patutlah kita bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, dimana 
mulai banyak tergeraknya tenaga pendidik (guru) yang bersedia mengabdikan 
hidupnya untuk mengajar dan mendidik di daerah-daerah pedalaman yang ada 
di Bumi Indonesia.

Kemajuan zaman telah terlihat dan terbukti, dan hal itu tidak terlepas 
oleh karena kemajuan teknologi yang semakin pesat dan hebat.Melalui 
kemajuan teknologi, ada banyak hal yang dengan mudah dapat dilakukan oleh 
manusia. Dalam perkembangan dan kemajuan teknologi, peranan orangtua, 
guru, tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemerintah sangatlah dibutuhkan, 
sehingga melalui peranan dan kerjasama tersebut para peserta didik bukan 
saja dapat menyesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan 
teknologi, tetapi juga setiap peserta didik memperoleh pengetahuan, 
memiliki moral yang baik dan yang terutama adalah para peserta didik 
(siswa-siswi dan mahasiswa-mahasiswi) menjadi seorang yang bertaqwa kepada 
Tuhan Yang Maha Esa. Yang akhirnya dalam pertumbuhannya di generasinya 
yang akan datang para peserta didik bukan dikuasai oleh teknologi, tetapi 
merekalah yang menguasai teknologi, sehingga kemajuan teknologi bukan 
dipakai/digunakan mereka kepada hal-hal yang salah, tetapi 
dipakai/digunakan kepada hal-hal yang benar dan baik.

Tidaklah dapat dipungkiri, bahwa untuk mewujudkan semua itu tidak mudah. 
Untuk mewujudkan semua itu, seorang guru membutuhkan waktu dan pastilah 
mengalami dan melalui proses, sebab para peserta didik antara yang satu 
dengan yang lain berlatar belakang keluarga yang berbeda, bahkan memiliki 
sifat dan karakter yang berbeda pula. Sulit, bukan berarti tidak bisa, 
meskipun melalui proses dan butuh waktu, seorang Guru yang dengan sabar, 
tulus, iklas dan setia terus-menerus mendidik, membina dan membimbing para 
peserta didik, pastilah akan memperoleh hasil yang baik, dimana para 
peserta didik selain mereka memperoleh pengetahuan, para peserta didik 
juga memiliki moral yang baik dan terlebih para peserta didik menjadi 
pribadi yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Ada banyak ragam masalah yang terjadi di Bangsa ini, dan masalah yang 
paling besar adalah masalah mementingkan kepentingan sendiri yang 
mengakibatkan ada banyak individu (seseorang secara pribadi) mengahalalkan 
segala cara untuk memperoleh apa yang yang diinginkannya tanpa peduli 
dengan dampak yang akan diperoleh/dirasahkan oleh orang lain (oleh banyak 
orang). Secara pasti, kita sebagai tenaga pendidik (guru) tidaklah 
mengetahui akan apa yang terjadi di generasi anak-anak didik kita 
nantinya, akan tetapi setidaknya selama kita masih dipercayakan oleh Tuhan 
Yang Maha Esa sebagai tenaga pendidik (guru/dosen) marilah kita terus 
berjuang memberikan segala hal yang baik bagi mereka (bagi peserta didik), 
sehingga di generasi mereka yang akan datang mereka bukan saja menjadi 
seorang pemimpin yang cerdas tetapi juga menjadi pemimpin yang bertaqwa 
kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Sungguh mulia tugas dan tanggungjawab yang diperoleh setiap guru yang 
mengabdikan hidupnya sebagai tenaga pedidik (sebagai guru/dosen), dimana 
dalam menjalani hidup ini, setiap guru bukan hanya memperhatikan kehidupan 
pribadi dan keluarganya saja, tetapi juga setiap guru terpanggil untuk 
menciptakan suatu generasi yang berdampak bagi Tuhan Yang Maha Esa, Bangsa 
dan Negara. Kasih sayang, kesabaran dan perhatian yang diberikan seorang 
guru kepada setiap anak didiknya akan terus terkenang dalam hati sang 
murid. Seperti halnya setiap peserta didik tidak dapat melupakan perhatian 
dan kasih sayang yang ia peroleh dari kedua orangtuanya, demikian pula 
sampai kapanpun dan dimanapun setiap peserta didik tidak dapat melupakan 
perhatian dan kasih sayang yang ia peroleh dari Gurunya. Menjadi teladan 
bagi setiap perserta didik, melalui perkataan dan perbuatan, akan 
memotivasi setiap peserta didik untuk giat belajar dan menumbuhkan 
kepercayaan diri yang kokoh bagi mereka untuk dapat merahi masa depan yang 
penuh harapan.  Terimakasih Ibu dan Bapak Guru, namamu akan selalu hidup 
dalam sanubariku, semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku.Doaku, Tuhan 
Yang Maha Esa senantiasa menjagaimu, menyertaimu, melindungimu dan 
memberkatimu. (*)

--
I am using the free version of SPAMfighter.
SPAMfighter has removed 2169 of my spam emails to date.
Get the free SPAMfighter here: http://www.spamfighter.com/len

Do you have a slow PC? Try a Free scan 
http://www.spamfighter.com/SLOW-PCfighter?cid=sigen

Kirim email ke