http://www.antaranews.com/berita/415586/puluhan-sekolah-di-semarang-diliburkan-akibat-banjir

Puluhan sekolah di Semarang diliburkan akibat banjir
Kamis, 23 Januari 2014 17:51 WIB | 440 Views

Pewarta: Zuhdiar Laeis

 
Pengendara menuntun sepeda motornya melintasi banjir di Jl. Patimura, Semarang, 
Jawa Tengah, Kamis (23/1). Hujan yang mengguyur Kota Semarang selama hampir 
sepekan terakhir membuat sejumlah kawasan banjir. (ANTARA FOTO/Noveradika)


Semarang (ANTARA News) - Puluhan sekolah di Kota Semarang terpaksa kembali 
diliburkan akibat tergenang banjir karena hujan deras yang mengguyur wilayah 
tersebut sejak Rabu (22/1) malam.

"Sekolah-sekolah ini (yang kebanjiran, red.) tersebar di sejumlah kecamatan," 
kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah Dinas Pendidikan Kota 
Semarang, Taufik Hidayat di Semarang, Kamis.

Dari laporan yang diterima Disdik Kota Semarang, sekolah-sekolah yang 
kebanjiran itu paling banyak terletak di tiga kecamatan, yakni Kecamatan 
Semarang Utara, Semarang Timur, dan Genuk.

Bahkan, kata Taufik, hampir seluruh sekolah dasar (SD) di Kecamatan Semarang 
Utara tergenang banjir, dan hanya ada satu sekolah yang tidak terendam banjir, 
yakni SD Negeri Bulu Lor Semarang.

"Sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) di kecamatan 
itu pun demikian. Banyak yang kebanjiran. Kalau memang tidak memungkinkan, 
terpaksa pembelajaran diliburkan," katanya.

Berdasarkan data Disdik Kota Semarang, setidaknya ada 38 sekolah jenjang 
pendidikan dasar di Kecamatan Semarang Utara, terdiri atas 14 SD negeri, 20 SD 
swasta, dan empat madrasah aliyah (MA).

"Demikian pula sekolah yang berada di Kecamatan Semarang Timur dan Genuk 
Semarang. Ada beberapa sekolah yang memang tidak terkena banjir, tetapi 
ternyata siswa yang masuk sedikit," katanya.

Ia mengaku baru saja melakukan pantauan di sejumlah sekolah dasar, antara lain 
di SD Negeri Sembungharjo dan SD Negeri Bangetayu Wetan di Kecamatan Genuk yang 
ternyata tidak terkena banjir.

"Sekolahnya memang tidak apa-apa (tidak kebanjiran, red.). Tetapi, siswa yang 
masuk sekolah hari ini sedikit karena rumahnya pada kebanjiran. Ya, terpaksa 
diliburkan," katanya.

Sementara itu, Kepala Disdik Kota Semarang Bunyamin mengatakan sudah ada 
instruksi kepada sekolah-sekolah yang kebanjiran cukup parah untuk meliburkan 
sementara aktivitas pembelajaran.

"Instruksi ini bersifat sementara karena kondisi tidak memungkinkan untuk 
pembelajaran. Ada di sejumlah kecamatan, misalnya SD Negeri Gebangsari 01 dan 
Gebangsari 02 di Kecamatan Genuk," katanya.

+++++
http://www.suara-islam.com/read/index/4402/--Gempa-dan-Maksiat--Adakah-Hubungannya-


Gempa dan Maksiat, Adakah Hubungannya?
Sabtu, 14/04/2012 19:04:29 | Shodiq Ramadhan | Dibaca : 5120
 
0
Shodiq Ramadhan
Redaktur Suara Islam Online

Gempa bumi berskala besar kembali melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, hingga 
ke bagian Selatan Thailand. Meski tidak menimbulkan tsunami seperti tahun 2004 
lalu, gempa berkekuatan 8,5 skala richter itu dikabarkan telah menelan korban 
10 orang meninggal. Demikian berdasarkan rilis yang dikeluarkan Badan Nasional 
Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Jumat (13/4/2012). Selain korban 
meninggal, juga tercatat 4 orang luka berat dan 8 orang luka ringan.

Seperti yang sudah-sudah, musibah gempa yang terjadi tidak juga dijadikan 
sebagai sarana untuk introspeksi diri (muhasabah) dan bertaubat kepada Allah 
Swt. Banyak kalangan malah sibuk dengan analisa-analisa ilmiah di balik 
peristiwa gempa. Bahkan staf khusus presiden bidang bantuan sosial dan bencana, 
Andi Arif, dalam wawancara dengan sebuah stasiun televisi swasta nasional malah 
mencoba mencari-cari fakta sejarah yang mengungkapkan memang wilayah nusantara 
ini, termasuk Sumatera, rawan terhadap gempa. 

SBY, sebagai atasan Andi Arif, tak jauh berbeda. Sesaat setelah terjadi gempa 
di Aceh menggelar konferensi pers. "Situasi sekarang sudah under controlled," 
kata SBY memberikan keterangan pers, di Jakarta, Rabu (11/4). Menurutnya, 
sejauh ini tidak ada laporan adanya korban jiwa.

SBY juga mengatakan, belum ada laporan tentang kerusakan bangunan. Meski 
demikian gempa itu memang menimbulkan kepanikan. "Alhamdulillah, sementara 
tidak ada laporan korban jiwa dan tidak adanya kerusakan parah di Banda Aceh. 
Sempat terjadi kepanikan," ujarnya.

Tak ada pernyataan himbauan agar masyarakat menjauhi maksiat dan bertaubat 
kepada Allah Swt, sebagaimana Amirul Mukminin Umar bin Khattab berpidato saat 
Madinah dilanda gempa. Saat itu Khalifah Umar mengatakan, "Wahai bumi adakah 
aku berbuat tidak adil?" lalu berkata lantang, "Wahai penduduk Madinah, adakah 
kalian berbuat maksiat? Tinggalkan perbuatan itu, atau aku akan meninggalkan 
kalian!".

Maksiat Sebab Bencana

Untuk mengetahui adakah hubungan antara bencana, apakah gempa bumi, banjir, 
tsunami, kelaparan, krisis pangan, kemarau berkepanjangan, tenggelamnya kapal, 
jatuhnya pesawat, dan sebagainya, saya ingin mengetengahkan kepada pembaca dua 
ayat dallam Al-Qur’an yang difirmankan Allah Swt dalam dua surat yang berbeda. 
Surat Ar-Ruum ayat 41 dan surat As-Syuura ayat 30. 

Allah Swt berfirman dalam QS Ar-Ruum: 41, “Telah nampak kerusakan di darat dan 
di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan 
kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali 
(ke jalan yang benar).”

Untuk memahami ayat itu, Ustadz Muhammad Ali Ash-Shabuni dalam kitab tafsirnya, 
Shafwatut Tafasir, menjelaskan sebagai berikut: 

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan 
manusia, tampaklah musibah dan petaka di darat dan lautan karena perbuatan 
maksiat dan dosa umat manusia. Al-Baidhawi berkata: Yang dimaksudkan kerusakan 
adalah paceklik, banyak kebakaran, tenggelam, sirnanya berkah dan banyaknya 
kerugian karena maksiat manusia. Ibnu Katsir berkata, jelaslah bahwa kerusakan 
pada tanaman dan buha-buahan adalah akibat kemaksiatan manusia, sebab baiknya 
bumi dan langit adalah berkat ketaatan. 

supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, 
hal itu agar Allah membuat mereka merasakan sebagian akibat dari perbuatan 
mereka di dunia sebelum menghukum mereka semuanya dengan hal itu di akhirat.

agar mereka kembali (ke jalan yang benar), agar mereka bertaubat dan 
meninggalkan maksiat serta dosa yang ada pada mereka. 

Sedangkan dalam QS Asy-Syuura ayat 30, Allah Swt berfirman: “Dan apa saja 
musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu 
sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar.”

Terhadap ayat ini, Ash-Shabuni menjelaskan: Dan apa saja musibah yang menimpa 
kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, apa yang menimpa 
kalian wahai umat manusia berupa musibah jiwa atau harta adalah karena maksiat 
yang kalian lakukan. Imam Jalalain berkata, Allah menyebutkan ‘tangan’ sebab 
kebanyakan perbuatan dilakukan oleh tangan. 

dan Allah memaafkan sebagian besar. Maksudanya adalah Allah memaafkan sebagian 
besar dosa, sehingga tidak menyiksa mereka karena dosa-dosa itu. Seandainya 
Allah menyiksa kalian karena apa yang kalian  lakukan, tentu kalian binasa. 
Dalam hadits disebutkan, “Anak Adam tidak tertimpa cakaran kayu atau 
terpelesetnya telapak kaki maupun bergetarnya otot, kecuali karena  dosa. Dan 
apa yang dimaafkan Allah Adalah lebih banyak." (Ibn Katsir menyatakan hadits 
ini diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim dari Hasan sebagai hadits mursal).

Dari dua ayat ini secara jelas dan gamblang dapat dipahami bahwa terjadinya 
musibah adalah karena kemaksiatan yang dilakukan oleh umat manusia. 

Pemahaman Sahabat terhadap Musibah

Lantas, bagaimana pemahaman sahabat terhadap bencana?. Apakah mereka juga 
memahami bencana sebagai buah dari kemaksiatan atau seperti yang banyak 
dipahami kebanyakan orang pada zaman sekarang bahwa bencana hanyalah fenomena 
alam?. 

Umar bin Khattab sebagaimana yang disebutkan di awal, jelas menyatakan bahwa 
bencana (gempa) adalah akibat kemaksiatan yang dilakukan penduduk Madinah. 
Sahabat Ka’ab bin Malik mempunyai pendapat yang mirip dengan Umar bin Khattab. 
“Tidaklah bumi bergoncang kecuali karena ada maksiat-maksiat yang dilakukan di 
atasnya. Bumi gemetar karena takut Rab-nya azza wajalla melihatnya”, kata Kaab.

Ka’ab menyebut bahwa goncangan bumi adalah bentuk gemetarannya bumi karena 
takut kepada Allah yang Maha Melihat kemaksiatan dilakukan di atas bumi-Nya.

Bagaimana dengan pendapat ummul mukminin Aisyah ra?. 

Suatu saat Anas bin Malik bersama seseorang lainnya mendatangi Aisyah. Orang 
yang bersama Anas itu bertanya kepada Aisyah: Wahai Ummul Mukminin jelaskan 
kepadaku tentang gempa. Aisyah menjelaskan, “Jika mereka telah menghalalkan 
zina, meminum khamar dan memainkan musik. Allah azza wajalla murka di 
langit-Nya dan berfirman kepada bumi: "goncanglah mereka. Jika mereka taubat 
dan meninggalkan (dosa), atau jika tidak, Dia akan menghancurkan mereka.

Orang itu bertanya kembali: Wahai Ummul Mukminin, apakah itu adzab bagi 
mereka?. Aisyah menjawab, “Nasehat dan rahmat bagi mukminin. Adzab dan 
kemurkaan bagi kafirin.” Anas berkata: Tidak ada perkataan setelah perkataan 
Rasul yang paling mendatangkan kegembiraan bagiku melainkan perkataan ini.

Sangat jelas penjelasan Ummul Mukminin Aisyah tentang penyebab terjadinya 
gempa. Tiga kemaksiatan yang semuanya marak pada saat ini. Khusus untuk dosa 
yang pertama, Aisyah menggunakan kata istabahu yang artinya masyarakat telah 
menganggap zina itu mubah [lazim]. Zina tidak hanya dilakukan, tetapi telah 
dianggap mubah. Dari ucapan, tindakan, kebijakan sebuah masyarakat boleh dibaca 
bahwa mereka yang telah meremehkan dosa zina, memang layak dihukum dengan gempa.

Soal khamar (minuman keras), di negeri ini minuman haram, najis dan perbuatan 
syetan itu malah dilegalisasi dengan Keppres No. 3/1997. Akibatnya, minuman 
keras dengan kadar alkohol dibawah 5% kini bebas beredar di swalayan-swalayan 
kecil di pinggir jalan seperti di Alfamaret dan Indomaret. Anehnya, beberapa 
daerah yang memberlakukan Perda Anti Miras yang melarang peredaran Miras secara 
keseluruhan malah dianggap bertentangan dengan Keppres tersebut dan diminta 
oleh Kemendagri agar dicabut. 

Soal musik. Industri musik di tanah air terus menggurita. Bukan hanya dari 
dalam negeri, musik-musik luar negeri juga membanjiri masyarakat. Konser-konser 
diselenggarakan. Bahkan dalam waktu dekat ini, akan diundang datang ke 
Indonesia seorang penyanyi ikon pornografi di AS sekaligus penyembah syetan, 
Lady Gaga. Demikian pula dengan serbuan boy band-boy band dari Korea yang 
seolah mampu menghipnotis sebagian besar putra-putri kaum muslimin. Pertunjukan 
mereka amatlah diminati. Bahkan penjualan tiket untuk konser mereka telah ludes 
beberapa bulan sebelum konser digelar. Padahal harga tiketnya juga tidak murah. 

Ya, inilah semua kemaksiatan yang terjadi di negeri ini sebagaimana dikatakan 
ummul mukminin Aisyah ra. Belum lagi kemaksiatan yang lebih besar dari itu. 
Riba yang dilakukan oleh negara karena membayar cicilan bunga utang dalam 
jumlah ratusan triliyun, korupsi para penyelenggara negara hingga rencana 
menaikkan harga BBM. Semua itu adalah bentuk kemaksiatan dan kezhaliman yang 
dilakukan oleh pemerintah yang mampu mengundang bencana. 

Pantaslah kalau Allah Swt terus menerus memberikan musibah kepada bangsa ini. 
Karena ternyata satu musibah saja tidak cukup membuat bangsa ini sadar dan 
bertaubat kepada-Nya. Selama kemaksiatan terus merajalela di permukaan bumi 
Indonesia, selama itu pula negeri ini akan terus dirundung musibah. Maka 
segeralah bertaubat. 

Apa yang Harus Dilakukan?

Imam Ibnul Qoyyim dalam kitab Al-Jawab Al-Kafy mengungkapkan, "Dan terkadang 
Allah menggetarkan bumi dengan guncangan yang dahsyat, menimbulkan rasa takut, 
khusyuk, rasa ingin kembali dan tunduk kepada Allah, serta meninggalkan 
kemaksiatan dan penyesalan atas kekeliruan manusia. Di kalangan Salaf, jika 
terjadi gempa bumi mereka berkata, 'Sesungguhnya Tuhan sedang menegur kalian'.''

Khalifah Umar bin Abdul Aziz tak tinggal diam saat terjadi gempa bumi pada masa 
kepemimpinannya. Ia segera mengirim surat kepada seluruh wali negeri. Inilah 
isi surat Khalifah Umar bin Abdul Azis setelah terjadi bencana: Amma ba'du, 
sesungguhnya gempa ini adalah teguran Allah kepada hamba-hamba-Nya, dan saya 
telah memerintahkan kepada seluruh negeri untuk keluar pada hari tertentu, maka 
barangsiapa yang memiliki harta hendaklah bersedekah dengannya."

"Allah berfirman, 'Sungguh beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan 
tobat ataupun zakat). Lalu, dia mengingat nama Tuhannya, lalu ia sembahyang." 
(QS Al-A'laa [87]: 14-15).  Lalu katakanlah apa yang diucapkan Adam AS (saat 
terusir dari surga), 'Ya Rabb kami, sesungguhnya kami menzalimi diri kami dan 
jika Engkau tak jua ampuni dan menyayangi kami, niscaya kami menjadi 
orang-orang yang merugi."

"Dan katakan (pula) apa yang dikatakan Nuh AS, 'Jika Engkau tak mengampuniku 
dan merahmatiku, aku sungguh orang yang merugi'. Dan katakanlah doa Yunus AS, 
'La ilaha illa anta, Subhanaka, Tiada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, 
sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim'."

Jika saja kedua Umar (Umar bin Khattab dan Umar bin Abdul Azis) saat ini 
bersama kita, mereka tentu akan marah dan menegur dengan keras, karena rentetan 
"peringatan" Allah itu tidak kita hiraukan bahkan cenderung diabaikan. Maka, 
sebelum Allah menegur kita lebih keras lagi,  inilah saatnya kita menjawab 
peringatannya-Nya. Labbaika Ya Allah, kami kembali kepada-Mu. Insya Allah. 

Kirim email ke