http://www.arrahmah.com/news/2014/01/19/tujuh-poin-nasehat-utusan-amir-al-qaeda-syaikh-abu-khalid-asy-syami-untuk-mujahidin-isis.html



Tujuh poin nasehat utusan Amir Al-Qaeda Syaikh Abu Khalid Asy-Syami untuk 
mujahidin ISIS


Muhib Al-Majdi Ahad, 18 Rabiul Awwal 1435 H / 19 Januari 2014 22:00 


Mujahidin ISIS

(Arrahmah.com) - Bibit perselisihan antara mujahidin Jabhah Nushrah dan 
mujahidin Daulah Islam Irak pertama kali timbul saat Amir Daulah Islam Irak 
Syaikh Abu Bakar Al-Baghdadi hafizhahullah mendeklarasikan penyatuan Jabhah 
Nushrah dan Daulah Islam Irak dalam satu wadah baru bernama Daulah Islam Irak 
dan Syam (ISIS) pada Selasa, 8 April 2013 M.

Sehari setelahnya, Rabu 9 April 2013 M, Syaikh Abu Muhammad Al-Jaulani 
hafizhahullah selaku Amir Jabhah Nushrah menyatakan tidak tahu-menahu dan tidak 
diajak musyawarah terkait penggabungan tersebut. Dalam kesempatan tersebut 
Syaikh Al-Jaulani sekaligus menyatakan bai’at kelompoknya kepada Syaikh Aiman 
Az-Zhawahiri selaku Amir Al-Qaeda.

Pada tingkat lapangan, mujahidin dari kedua kelompok jihad ini terlihat kompak 
dan melakukan banyak operasi jihad bersama melawan rezim Nushairiyah Suriah dan 
milisi-milisi Syiah bayarannya. Namun beberapa perbedaan ijtihad dan kebijakan 
politik di tingkat pimpinan kedua kelompok jihad ini nampaknya sulit didamaikan.

Pada Rabu, 18 Desember 2013, Amir Jabhah Nushrah muncul dalam wawancara 
eksklusif dengan Tayser Allouni di stasiun TV Al-Jazeera. Kepada wartawan 
Al-Jazeera yang juga pernah mewancarai Syaikh Usamah bin Ladin rahimahullah 
pasca serangan 11 september 2001 tersebut, Syaikh Al-Jaulani menegaskan bahwa 
perselisihan antara Jabhah Nushrah dengan Daulah Islam Irak dan Syam sebenarnya 
adalah perselisihan dua saudara kandung dalam satu keluarga: Al-Qaeda. 
Perbedaan tersebut sebenarnya kecil, namun media massa membesar-besarkannya, 
kata beliau.

Segera setelah terjadinya perselisihan Jabhah Nushrah dan Daulah Islam Irak dan 
Syam, Syaikh Aiman Az-Zhawahiri hafizhahullah mengutus orang kepercayaannya dan 
komandan lapangan senior Al-Qaeda, Syaikh Abu Khalid As-Suri hafizhahullah, ke 
Suriah untuk  mendamaikan perselisihan kedua kelompok tersebut.

Kedatangan Syaikh Abu Khalid As-Suri di bumi Syam dan usahanya untuk 
mendamaikan kedua kelompok jihad tersebut telah menjadi berita utama media 
massa internasional seperti TV Al-Jazeera, CNN, dan Long War Journal pada 10-11 
Juni 2013 M.

Syaikh Abu Khalid As-Suri adalah tokoh senior mujahidin yang disegani oleh 
Jabhah Nushrah maupun Daulah Islam Irak dan Syam. Beliau merupakan salah 
seorang pemimpin Al-Qaeda yang telah berjihad sejak era jihad Afghanistan 
melawan komunis Uni Soviet. Beliau menyertai Syaikh Abdullah Azzam dan Usamah 
bin Ladin rahimahumullah. Beliau adalah kawan sepanjang hidup dan partner 
Syaikh Abu Mush’ab As-Suri fakkallahu asrahu. Setelah gugurnya Syaikh Usamah 
bin Ladin rahimahullah, Syaikh Abu Khalid As-Suri merupakan salah satu pembantu 
utama Syaikh Aiman Az-Zhawahiri.

Syaikh Abu Khalid As-Suri telah bekerja keras dan melakukan usaha intensif 
untuk mendamaikan Jabhah Nushrah dan Daulah Islam Irak dan Syam. Namun 
nampaknya usaha beliau belum berhasil, karena sikap ngotot Daulah Islam Irak 
dan Syam dengan sebagian ijtihad dan kebijakannya. Kegagalan usaha perdamaian 
ini telah diberitakan oleh media massa Timur Tengah seperti Al-Jazeera dan 
lainnya pada November 2013 M.

Belakangan perselisihan Daulah Islam Irak dan Syam tidak terbatas dengan Jabhah 
Nushrah semata, namun meluas dan berkembang dengan kelompok-kelompok jihad 
lainnya. Daulah Islam Irak dan Syam terlibat perselisihan tajam dengan 
mujahidin Ahrar Asy-Syam Al-Islamiyah, Liwa’ Al-Islam, dan lain-lain yang 
tergabung dalam forum Jabhah Islamiyah. Ditambah kezaliman-kezaliman dan 
kebijakan-kebijakan yang keliru di lapangan, perselisihan itu semakin memanas.

Orang-orang munafik, preman, penjahat dan agen-agen intelijen rezim-rezim 
thaghut Arab dan Barat mendapatkan ruang, waktu dan peluang emas untuk turut 
memperkeruh keadaan. Mereka menggalang kampanye massif untuk memusuhi Daulah 
Islam Irak dan Syam.

Akhirnya pada bulan Januari 2014 M peperangan intern antara mujahidin Daulah 
Islam Irak dan Syam dengan kelompok-kelompok jihad lainnya meletus; disamping 
peperangan mujahidin Daulah Islam Irak dan Syam dengan milisi-milisi preman, 
penjahat, dan agen intelijen asing.

Sejumlah amir, komandan dan ulama yang berjihad di Suriah telah menyatakan 
peperangan Daulah Islam Irak dan Syam dengan kelompok-kelompok jihad Islam 
lainnya tersebut sebagai perang fitnah yang hanya akan merugikan jihad dan kaum 
muslimin.  Itu adalah peperangan antara muslim dengan muslim lainnya, mujahid 
dengan mujahid lainnya, yang hanya akan menguntungkan rezim Nushairiyah Suriah 
dan sekutu-sekutunya. 

Syaikh Abu Muhammad Al-Jaulani (Amir Jabhah Nushrah), Syaikh Abdullah bin 
Muhammad al-Muhaisini (Markaz Du’atil Jihad), Syaikh Abu Abdullah Asy-Syami 
(Amir mujahidin Harakah Fajr Asy-Syam Al-Islamiyah), Syaikh Abu Hafs Al-Jazrawi 
(mas’ul syar’i mujahidin Harakah Syam Al-Islam) dan banyak lainnya telah 
menyerukan kepada semua kelompok jihad yang bertikai untuk segera menghentikan 
pertempuran, berdamai dan menyatukan barisan.

Sayang sekali, kepentingan-kepentingan kelompok telah lebih didahulukan atas 
kepentingan jihad dan kaum muslimin. Apalagi hal itu dibumbui dengan permainan 
kotor dan konspirasi keji musuh-musuh Islam yang memperkeruh keadaan untuk 
tujuan menghancurkan jihad Islam di negeri Syam. Peperangan semakin sulit 
dikendalikan dan upaya perdamaian membutuhkan kerja keras yang lebih berat lagi.

Sebagai tokoh mujahidin dan utusan Al-Qaeda Pusat untuk mendamaikan 
perselisihan kelompok-kelompok jihad di Suriah, Syaikh Abu Khalid As-Suri 
akhirnya merilis nasehat tertulis beliau kepada mujahidin Daulah Islam Irak dan 
Syam. Nasehat tersebut beliau tulis setelah selama berbulan-bulan bekerja keras 
untuk mendamaikan Jabhah Nushrah dan Daulah Islam Irak dan Syam. Nasehat 
tersebut beliau tulis dari bumi jihad Suriah demi kepentingan jihad dan kaum 
muslimin. Nasehat tersebut dimuat oleh situs-situs jihad internasional pada 
Kamis (16/1/2014).

Mengingat pentingnya nasehat tersebut, arrahmah.com menerjemahkannya untuk para 
pembaca. Semoga nasehat tersebut melengkapi nasehat para ulama dan komandan 
mujahidin lainnya, serta menjadi sarana bagi para pemimpin dan anggota 
kelompok-kelompok jihad di Suriah untuk kembali bersatu dan meluruskan langkah 
jihad fi sabilillah mereka. Aamiin.



Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Segala puji bagi Allah semata. Shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada 
rasul yang tiada lagi rasul sepeninggalnya. Amma ba’du.

Dalam suasana peristiwa-peristiwa terakhir yang menjadi badai topan yang 
menerpa jihad di negeri Syam dan berangkat dari sabda Rasulullah Shallallahu 
‘alaihi wa salam:

الدِّينُ النَّصِيحَةُ قُلْنَا لِمَنْ قَالَ لِلَّهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُولِهِ 
وَلِأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ

“Sesungguhnya agama adalah nasehat.” Kami bertanya: “Bagi siapa wahai 
Rasulullah?” Beliau menjawab: “Bagi Allah, kitab-Nya, rasul-Nya, para pemimpin 
kaum muslimin dan kaum muslimin secara umum.” (HR. Muslim no. 82, Abu Daud no. 
4293, Tirmidzi no. 1849, dan An-Nasai no. 4126)

Saya menyampaikan nasehat kepada Jama’ah “Daulah Islam Irak dan Syam” baik 
jajaran pemimpin maupun personal anggotanya. Dengan memohon pertolongan kepada 
Allah semata, saya katakan:

Pertama

Sesungguhnya setan menghadang anak keturunan Adam (manusia) pada setiap tempat 
pengintaian. Di antara tempat setan menghadang mujahidin di jalan Allah adalah 
adalah setan menjerumuskan mereka dengan jeratan sikap ghuluw 
(berlebih-lebihan, ekstrim) dan menghalalkan darah kaum muslimin.

Sesungguhnya perilaku (ekstrim dan menghalalkan darah kaum muslimin) ini telah 
menghancurkan jihad di Aljazair dan kancah jihad lainnya. Maka janganlah kalian 
seperti seorang wanita yang mencerai-beraikan kembali benang yang telah ia 
pintal menjadi selembar kain, sehingga kalian merusak jihad di negeri Syam 
dengan terjatuhnya kalian dalam perilaku (ekstrim dan menghalalkan darah kaum 
muslimin) tersebut.

Kedua

Sesungguhnya melayangkan hukum-hukum pengkafiran, murtad dan yang semisal 
dengannya adalah menuduh kelompok-kelompok (mujahidin lainnya, edt) sebagai 
milisi-milisi Shahwat (milisi murtad Irak buatan AS dan Barat untuk memerangi 
mujahidin, edt) secara mutlak terhadap jama’ah-jama’ah lain secara keseluruhan 
(jajaran pemimpin dan anggotanya, edt) tanpa melalui tatsabbut (klarifikasi dan 
penelitian secara hati-hati, cermat dan mendalam, edt) dan bukti-bukti 
merupakan bagian dari dosa besar yang paling besar, paling berat dosa dan 
kejahatannya. Sesungguhnnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam telah bersabda: 
“Barangsiapa mengatakan kepada saudaranya ‘wahai  orang kafir’, niscaya ucapan 
itu akan kembali kepada salah satu dari keduanya.” (HR. Bukhari no. 5638 dan 
Muslim no. 92)

Maka bagaimana lagi dengan orang yang melemparkan vonis hukum ini kepada 
jama’ah-jama’ah yang berjihad secara menyeluruh (meliputi jajaran pimpinan dan 
anggotanya) yang bertujuan menerapkan syariat dan menegakkan dien Allah, 
sebagaimana yang telah kita ketahui dan kenal perkaranya?

Ketiga

Sesungguhnya apa yang hari ini kita dengar yaitu kejahatan-kejahatan dan 
tindakan-tindakan keliru yang dilakukan dengan mengatas namakan jihad dan 
penegakan Daulah Islam serta menisbahkannya (menyatakannya bersumber, edt) 
kepada syaikh-syaikh jihad, seperti Syaikh Usamah bin Ladin rahimahullah, 
Syaikh Aiman Az-Zhawahiri hafizhahullah, Syaikh Abdullah Azzam rahimahullah, 
Syaikh Abu Mush’ab As-Suri fakkallahu asrahu dan Syaikh Abu Mush’ab Az-Zarqawi 
rahimahullah yang menghabiskan usia mereka demi jihad di jalan Allah; 
sungguhlah jauh sejauh-jauhnya dari manhaj yang lurus.

Beritaku kepada kalian ini adalah berita seorang pemberi nasehat yang 
menghabiskan usianya bersama para tokoh besar tersebut dan mengenal mereka 
dengan sebenar-benarnya. Sesungguhnya mereka semua berlepas diri dari apa yang 
dinisbahkan kepada mereka, seperti halnya berlepas dirinya srigala dari darah 
putra nabi Ya’qub (Yusuf ‘alaihimas salam, edt). Maka janganlah kalian 
terpedaya oleh talbis (bujuk rayu dan manipulasi) orang-orang yang melakukan 
manipulasi dan dan berita-berita dari para pembohong.

Keempat

Sesungguhnya sikap tegas kepada orang-orang kafir dan berjihad di jalan Allah 
semata belumlah cukup untuk menegakkan dien Allah di muka bumi sampai disertai 
sikap lemah lembut kepada seluruh kaum muslimin dan sikap tulus kepada mereka. 
Sikap merasa lebih tinggi dan arogan terhadap mujahidin lainnya dan kaum 
muslimin lainnya bukanlah jalan orang-orang yang menegakkan agama Allah di muka 
bumi dan bukan pula jalan mereka.

Sesungguhnya Allah telah memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk saling merendahkan 
diri, sehingga tiada seorang pun yang membanggakan dirinya atas orang lain dan 
tiada seorang pun yang melakukan tindakan aniaya kepada orang lain. Tidaklah 
pada hati seorang hamba terdapat perasaan membanggakan diri atas 
saudara-saudaranya melainkan akan diikuti oleh sikap aniaya. Dan sangat 
disayangkan, inilah yang hari kita kita saksikan di kancah jihad Syam.

Kelima

Sesungguhnya pihak yang meraih keuntungan terbesar dari peperangan intern ini 
adalah rezim Bashar Asad, karena sesungguhnya penarikan mundur pasukan 
mujahidin dari front-front dan memfokuskan diri untuk memerangi 
kelompok-kelompok lain dan mengepung mereka di sudut-sudut yang sempit, 
melayangkan vonis hukum murtad kepada mereka, menghalalkan darah dan harta 
mereka akan menempatkan mereka hanya memiliki satu pilihan tiada pilihan 
lainnya, yaitu membela diri mereka.

Hal itu mengakibatkan front-front (ribath dan jihad) melemah, rezim Bashar Asad 
meraih kemajuan dan kembali posisi awal mereka; namun disertai 
serangan-serangan aniaya terhadap mujahidin dan hilangnya dukungan rakyat. Dan 
hal ini bahkan bisa membuat rakyat lari menjauhi program Islami.

Keenam

Sesungguhnya darah yang dipersembahkan oleh para syuhada’ dalam melawan 
keganasan rezim Bashar Asad dan membebaskan wilayah-wilayah bukanlah dialirkan 
untuk tujuan (peperangan intern) ini. Darah-darah syuhada’ tidaklah dialirkan 
kecuali untuk menegakkan syariat dan menyatukan barisan.

وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ

“Dan janganlah kalian berbantah-bantahan, yang menyebabkan kalian menjadi gagal 
dan hilang kekuatan kalian.” (QS. Al-Anfal [8]: 46)

Maka waspadalah kalian, jangan sampai kekuatan jihad lenyap dan kalian menjadi 
penyebabnya. Karena sesungguhnya tiada ketaatan kepada makhluk dalam 
kemaksiatan kepada Al-Khaliq (Allah Yang Maha Pencipta).

Ketujuh

Sesungguhnya sikap nekad jama’ah “Daulah Islam Irak dan Syam” yang menyikapi 
mujahidin yang membebaskan negeri dan mempersembahkan para syuhada’ dengan 
menganggap mereka sebagai kelompok-kelompok sementara ia sebagai Daulah 
merupakan sikap mengingkari hak manusia. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَلا تَبْخَسُوا النَّاسَ أَشْيَاءَهُمْ

“Dan janganlah kalian mengurangi bagi manusia barang-barang (hak-hak) mereka.” 
(QS. Al-A’raf [7]: 85)

Sikap ini semakin menambah parahnya kondisi dan mengantarkan kancah jihad Syam 
ke dalam kepelikan-kepelikan yang tidak diperlukan. Tiada jalan keluar dan 
solusi dari krisis ini kecuali dengan sikap masing-masing pihak yang mengakui 
ukuran dirinya yang sebenarnya dan kembali kepada solusi Al-Qur’an:

وَأَمْرُهُمْ شُورَى بَيْنَهُمْ

“Dan perkara mereka diputuskan berdasarkan musyawarah di antara mereka.”(QS. 
Asy-Syura [42]: 38)

Ancaman yang kalian layangkan dengan ucapan kalian “Kami yang membinasakan atau 
kami yang akan binasa” dan “kami akan menggunakan senjata kimia jika ada”, 
seperti yang kalian katakan, sama sekali bukanlah bagian dari ajaran Islam.

Sebagai penutup

Saya mengajak kepada para Amir jama’ah “Daulah Islam Irak dan Syam” dan 
ikhwan-ikhwan Muhajirin dan Anshar dari kalangan tentara Daulah Islam Irak dan 
Syam untuk bertaubat kepada Allah Ta’ala, kembali kepada perintah-Nya, dan 
tunduk kepada syariat-Nya. Saya memperingatkan mereka dengan sabda Nabi 
Shallallahu ‘alaihi wa salam:

وَمَنْ خَرَجَ عَلَى أُمَّتِي يَضْرِبُ بَرَّهَا وَفَاجِرَهَا وَلَا يَتَحَاشَى 
مِنْ مُؤْمِنِهَا وَلَا يَفِي لِذِي عَهْدٍ عَهْدَهُ فَلَيْسَ مِنِّي وَلَسْتُ 
مِنْهُ

“Barangsiapa keluar untuk memerangi umatku, menebas orang yang shalih maupun 
orang yang pendosa, tidak segan-segan untuk membunuh orang yang beriman, dan 
tidak memenuhi perjanjian dengan orang yang memiliki perjanjian (kafir dzimmi), 
maka ia bukanlah bagian dariku dan aku bukan bagian darinya.” (HR. Muslim no. 
3436, An-Nasai no. 4045, Ahmad no. 7391 dan lain-lain)

Kita berdoa kepada Allah Ta’ala semoga menjadikan kita termasuk golongan yang 
mendengarkan perkataan dan mengikuti yang terbaik darinya dan menjadikan kita 
termasuk golongan yang tidak takut celaan orang yang mencela selama kita di 
jalan Allah Ta’ala.
-khalid-asy-syami-untuk-mujahidin-isis.html#sthash.CTeBsDKO.dpuf

Kirim email ke