Saya bisa memahami pendapat "hatiku rumahku". Ahok memang berhak mengeluh karna kesibukannya sebagai wagub membuat dia kelelehan atau harus "overwerk" selama Jokowi absen. Dan dia juga berhak untuk mengharapkan Tuhan mengasihani Jokowi dengan mengembalikannya sebagai Gubernur (yang berarti Ahok mengharapkan Jokowi kalah dan kembali sebagai Gubernur). Sebagai wagub yang diusung Gerindra memang wajar kalau Ahok setia(mendukung) Gerindra dan memilih pasangan Prabowo-Hatta Rajasa karena itu adalah kewajiban moral politiknya. Kita sulit untuk menagih Ahok menskipun dia pernah umpamanya mendukung Jokowi dan harus memilihnya. Bahkan kalau dia memilih Jokowi padahal dia diusung Gerindra, dia bisa dibilang seorang pembelot. Memang dari segi demokrasi mungkin saja bisa mendapatkan penilaian lain. Indonesia menganut Demokrasi Neoliberal, demokrasinya Barat, bukan demokrasi a la Indonesia sendiri. Kalau di negara-negara Barat, seorang ganggota Partai yang tidak setuju dengan politik atau pernyataan Partainya atau Ketua Partainya, dia bisa memilih Partai lain dan bukan lagi Partainya sendiri. Tapi biasanya bila tokoh "pembelot" itu adalah seorang prominent Partai atau tokoh penting, dia akan keluar dari Partainya dan tidak perlu menunggu hingga dipecat dan juga dalam kenyataan sangat jarang anggota Partai yang dipecat karna dalam Pemilu tidak memilih Partainya tapi justru memilih Partai lain. Di Belanda umpamanya pernah sejumlah besar anggota Partai CDA karna tidak setuju politik CDA lalu memilih Partai lain, dan juga cukup banyak terjadi pada partai-partai lainnya seperti PvdA termasuk Partainya Gert Wilders (PVV) yang beberapa tokoh penting dalam Partainya keluar dari Partai dan memilih Partai lain dalam Pemilu atau tidak lagi memilih Partainya sendiri. Semua itu berjalan biasa sebagai dinamika Demokrasi Barat. Sekarang rupanya hal itu terjadi pula di Indonesia.Wajar saja karna Indonesia menganut Demokrasi Barat: pelanggaran moral politik tidak ada sangsi hukumnya, seperti juga selingkuh di dunia Barat tidak ada hukumnya.
Tapi kalau kita menganut Demokrasi Barat (demokrasi Neoliberal) lalu kita hadapkan dengan kepribadian kita(moral kita, moral Timur), tentu saja akan terjadi konflik moral hingga konflik politik. Kembali ke Ahok. Dari segi demokrasi Barat yang kita anut, apa yang dilakukan Ahok, tidak bisa digugat. Bahkan pandangan politik Ahok yang anti komunis itupun tidak bisa digugat walau dia sudah sebagai wagub ( boleh dicela kalau ada yang mau mencelanya), termasuk bila dia mengharapkan Jokowi kalah dan Prabowo menang, itu adalah hak dia. Bahkan dalam demokrasi Barat, plintat plintut itu tidak ada hukumnya, silahkan saja( bahkan di Indonesia sendiripun pun tidak ada hukumnya). ASAHAN. ----- Original Message ----- From: iwamardi [email protected] [RumahKitaBersama] To: [email protected] ; temu eropa ; [email protected] Sent: Saturday, June 14, 2014 1:18 AM Subject: Re: [RumahKita] Ahok menggigau.... Sermula sampai sekarang, Ahok sangan antusias dengan pencalonan Jokowi , dan berharap pekerjaan Pemprov DKI akan jauh lebih lancar karena "akan dikepung dari selatan dan utara Monas" , katanya.... Sekarang tiba tiba sebaliknya dia mengharapkan/berdoa: "Kalau Tuhan Sayang Jokowi, Ia Akan Balik Jadi Gubernur..." ! Heh, apa hubungannya dengan Tuhan ? Tuhan sayang Jokowi karena dia dipihak yang benar, kok malah Ahok menyuruh kembali jadi Gubernur ? Jangan jangan ada pesanan (atau tekanan) dari bossnya, ketum Gerindra , agar dia jangan berani berani mempropagandakan pasangan no. 2 ? Maka saya bilang kasihan Ahok ini, harus berspagat antara isi hatinya dan tugas sebagai kader Gerindra ! Nah , lu....gak bisa terus2an begitu, bisa sakit otot kaki berspagat terus2an, atau sakit saraf karena cari cari alasan terus agar dia tidak disalahkan karena berbcara jujur, mengatakan apa isi hati sebenarnya..... achirnya harus berbohong terus menerus...... Contoh saja Ketua DPP (juga bossnya Ahok ) Gerindra: Harris Indra. Camkan kata2 Harris Indra yang mengandung banyak kebenaran . Juga kader2 partai2 lainnnya. Ahok bisa (selayaknya) mencontoh orang orang jujur dan berani ini , ketimbang cari2 alasan yang aneh2.......: [Mantabs !] Ketua DPP Gerindra Membelot Dukung JOKOWI JK [Mantabs !] Ketua DPP Gerindra Membelot Dukung J... View on www.youtube.com Preview by Yahoo On Friday, June 13, 2014 3:43 PM, "[email protected] [RumahKitaBersama]" <[email protected]> wrote: Ya iyalah, kalau masalah2 yang biasanya ditangani Gubernur(Jokowi) sekarang dilimpahkan ke Ahok, mana bisa dia atasi sendiri, enggak adil dan enggak rasional, kalau Jokowi di non aktifkan then Ahok menangani pekerjaan dan tanggung jawab Jokowi, lalu ada orang yang dipilih utk menangani pekerjaan Ahok walau utk temporary saja statusnya, Jokowi tidak bisa melepaskan tanggung jawab tugasnya tanpa ada penggantinya yang Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Verizon Wireless 4G LTE network. From: iwamardi [email protected] [RumahKitaBersama] Sent: Thursday, June 12, 2014 3:18 AM To: [email protected]; temu eropa; RKB Reply To: [email protected] Subject: [RumahKita] Ahok menggigau.... Rupanya makin hari, karena kebingungan berusaha ber-spagat terus, antara isi hati nuraninya dan kenyataan (ketakutan?) sebagai kader Gerindra, Ahok mulai sering "ngomyang" (menggigau disiang hari), bagai orag yag punya fever (temperatur badan yang tinggi !). Omongannya sudah simpang siur, "ngalor-ngidul" ! Orang itu tidak bisa berdiri terus2an dengan kaki berspagat , antara kebenaran dan kebohongan ! Nah, kita lihat saja, jika terus2an begitu, lama kelamaan Ahok bisa jadi sakit jiwa........heheheehe... Jangan sampai lah, masak semula dikagumi masyarakat achirnya...akan dibuat bahan tertawaan masyarakat ? ======================================================================== Ahok: Kalau Tuhan Sayang Jokowi, Ia Akan Balik Jadi Gubernur Rabu, 11 Juni 2014 | 17:34 WIB Alsadad Rudi Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di Balaikota Jakarta, Senin (2/6/2014) Berita terkait a.. Tertibkan PKL, Ahok Ingin Pakai Teknik "Macan Nangkap Rusa" b.. Ahok Nilai Komnas HAM Tak Paham soal HAM c.. Ahok: Kepala UPT Monas Takut atau Terima Suap! d.. Ahok Ingin Bangun Pusat Oleh-oleh di Bawah Tanah Monas e.. Ahok: Jokowi Sudah Sulit Dihubungi 101 JAKARTA, KOMPAS.com — Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengakui, tugasnya semakin bertambah berat dalam beberapa waktu belakangan. Bahkan ia mengaku cukup kelelahan karena semakin banyak dokumen yang didisposisikan ke dirinya. "Pegel. Banyak sekali yang harus didisposisi. Kamu tidak bisa disposisi surat ke bawahan tanpa kamu memahami isi surat itu. Untuk bisa mengerti, kamu harus baca. Ini yang bikin lama," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Rabu (11/6/2014). Menurut penilaiannya, tugas-tugas yang saat ini ia kerjakan sebenarnya lebih enak kalau dikerjakan berdua. Oleh karena itu, ia berharap agar Gubernur DKI non-aktif Joko Widodo bisa secepatnya kembali ke Balaikota untuk menjalani rutinitasnya sebagai gubernur. "Kalau Tuhan sayang sama beliau (Jokowi), beliau akan balik lagi ke sini," ujar pria yang akrab disapa Ahok itu. Seperti diberitakan, terhitung sejak 1 Juni lalu, Jokowi resmi menjalani cuti. Hal tersebut dilakukannya dalam rangka kampanye guna persiapan pemilu presiden yang akan dihelat pada 9 Juli mendatang. Ia akan menjalani cuti hingga penetapan presiden terpilih oleh KPU, yang kemungkinan akan dilakukan pada akhir Agustus 2014. --------------------------------------------------------------------------------
